Penerbit Buku Islam Rahmatan - Pustaka Azzam
“Sesungguhnya sejelek-jeleknya binatang di sisi Allah adalah orang-orang yang tuli dan bisu (dalam menerima kebenaran), yaitu orang-orang yang tidak berakal.” (QS. Al-Anfal : 22)
Categories
News
16 Oktober 2019
SEGERA HADIR! Islamic Book Fair 2020
Hadirilah! Islamic Book Fair terbesar pada tanggal 26 Februari - 1 Maret 2020, Hall A&B Jakarta Convention Center (JCC) Senayan - Jakarta detail

23 April 2018
Tokopedia Pustaka Azzam
Pustaka Azzam hadir untuk Anda di Tokopedia, nikmati diskon-diskon specialnya, hanya di https://www.tokopedia.com/pustakaazzamm detail

» index berita
Newsletter
Testimonial
Geofani
Alhamdulillah bukunya cepat sekali sampainya, pesan kemarin kemudian hari esoknya langsung sampai.

Rusliansyah
Assalamu'alaikum Wr.Wb. Alhamdulillah, akhirnya siyar a'lam an-nubala' edisi lengkap (24 jld) telah seluruhnya di-laundhing. Dan, Insya Allah akan disusul madarijus-salikin edisi lengkap (7 jilid), y... detail

jaenal
Moga kebaikan selalu menyertai pustaka azzam yang sudah banyak berjasa dalam penerjemahan kitab-kitab ulama salaf, mohon kalo bisa terjemah juga kitab al muwafaqot imam assyatibi, kitab ini sangat ber... detail

Rusliansyah
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh... Buku-buku karangan Ibnul Jauzi dan Ibnu Al-Qayyim sangat bagus untuk tazkiyatun-nafs sesuai dengan manhaj salaf. Mohon kiranya dapat diterjemahkan buku-b... detail

Dewa. N
Assalamu\'alaikum. Mohon Pustaka Azzam terjemahkan kitab al Maudhu\'aat karangan Imam Ibnul Jauzi rahimahullah, berisi tentang hadits-hadits palsu yang banyak dipakai kaum Muslim. Saya perhatikan k... detail

Nuruddin
Assalamualaikum wr wb Saya minta di terjemahkan kitab mughni al muhtaj oleh syaikh ahmad khotib asy syarbini / kitab ianatuth tholibin oleh abu bakr asy syata sebab kitab tsb ssngat banyak di cari ol... detail

Fajar Syam
Bismillahirahmanirahim Pustaka azzam sangat menolong sekali bagi para penuntut ilmu dinusantara ini yang tdk terlalu mahir berbahasa arab seperti saya. Terima kasih sdh menterejemahkan buku buku Is... detail

Rangga Buana
Saya berharap pada Allāh Ta\'ala agarr pustaka azzam dapat menyelesaikan terjemahan2n bukunya yg belum selesai. Dan saran jangan dulu beralih ke buku yg lain bila buku sebelumnya belum selesai... detail

» lihat testimonial
» isi testimonial

#6 of 7 | prev product Prev - Next next product
printer email

product arrow Tanbihul Ghafilin

   
Diskon Azzam
  • Diskon 15% dari total transaksi *

* dengan pembelian produk apapun minimal 1 Item(s)

Oleh Agus Riyadi SPdI MPd,

Alumni Pascasarjana Universitas Darussalam Gontor

Makna Silaturahim

      Dalam berinteraksi masyarakat indonesia sering menggunakan istilah "Silaturahmi", untuk mengungkapkan makna menyambung kasih sayang, dan masih jarang yang menggunakan kata "Silaturahim". Padahal kedua kata tersebut memiliki arti/makna yang berbeda, walaupun susunan huruf-hurufnya hampir sama, bedanya hanya pada akhiran huruf 'ha  dan mim. Silaturahmi berasal dari kata "silah"yang bermakna menyambung, dan "rahmi" yang bermakna "rasa nyeri yang dirasakan seorang wanita saat melahirkan". sementara "Silaturahim" berasal dari kata "silah" yang bermakna menyambung, dan "rahim". jadi, jika yang kita maksud adalah kegiatan menyambung kasih sayang, maka jangan keliru, gunakanlah kata "Silaturahim".

   Aplikasi makna silaturahim yang banyak di praktekkan masyarakat, diantaranya dengan saling mengunjungi, bertandang, bersama - sama dalam berbagai momentum, bertegur sapa, ataupun dengan saling tolong menolong. Akan tetapi, pada makna yang lebih luas, sesuai dengan apa yang disabdakan oleh Rasulullah, silaturahim juga bermakna menyambungkan sesuatu yang terputuh. "Bukanlah yang dikatakan silaturahim itu adalah membalas kunjungan atau pemberian, melainkan silaturahim itu ialah menyambungkan apa yang telah terputuh. (HR. Bukhari Muslim).

Keutamaan Silaturahim

   Diantara keutamaan menjaga silaturrahim adalah; Pertama, sebagai tanda/ ciri orang beriman. Dari Abu Hurairah RA, bahwasannya Rasulullah saw bersabda "barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah memuliakan tamunya. Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah menghubungkan kasih sayang/tali persaudaraan/ silaturahim, dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata yang baik atau diam (HR. Bukhari dan Muslim).

   Kedua, digolongkan sebagai orang yang berakal dan dapat mengambil pelajaran/ Ulil Albab. Di dalam surat Ar-Ra'du ayat 19-21, Allah menjelaskan, bahwa di antara kriteria orang yang berakal dan dapat mengambil pelajaran, adalah " orang yang senantiasa bersilaturahim", yakni yang menghubungkan apa yang diperintahkan oleh Allah untuk menghubungkan. Jadi, kalau kita merasa sebagai orang yang punya akal, tidak ada pilihan lain, wajib silaturahim.

   Ketiga, Salah satu risalah penting yang dibawa Nabi Muhammad saw. Sahabat Amr bin Abash RA pernah menyampaikan, saya datang kepada Nabi saw di Mekkah, awal kenabian, kemudian saya bertanya kepada beliau, "Apakah kedudukan tuan? Beliau menjawab, "Nabi" Apakah Nabi itu? Jawab beliau " Allah mengutus aku " saya bertanya kembali, untuk apa Allah mengutus tuan? Beliau/Rasulullah saw menjawab : "Allah mengutus aku untuk menyambungkan tali persahabatan/kasih sayang, menghancurkan berhala dan mengesakan Allah tanpa mempersekutukan dengan sesuatupun.

   Keempat, Salah satu amal yang menyebabkan pelakunya masuk surga. Dari Abu Ayyub Khalid bin Zaid Alansharyra, bahwasanya ada seseorang bertanya:" wahai rasulullah, berutahukan kepada saya sesuatu amal yang dapat memasukkan saya ke surga. Rasul menjawab. Yaitu kamu menyembah Allah dan jangan mempersekutukannya, mendirikan Shalat, menunaikan zakat, dan menghubungkan silaturahim.

Urgensi Silaturahim Dalam Kitab Tanbihul Ghafilin

   Islam adalah agama dan pandangan hidup (worldview) yang menganjurkan umatnya untuk senantiasa berbuat baik (al-A'mal al Khoiroh). Amalah dalam islam tidak hanya berupa ibadah seperti shalat baik shalat wajib maupun shalat sunnah. puasa, zakat dan sebagainya melainkan juga tersenyum dan menjalin tali silaturahim. menjalin silaturahmi adalah salah cara mewujudkan ukhuwah islamiyah dan dapat dilakukan dengan cara mengunjungi sanak keluarga dan saudara terdekat. Diantara hikmah silaturahim selain membuat orang lain yang kita kunjungi merasa senang, silaturahim memiliki banyak urgensi dan keutamaan.

   Berikut adlaha urgensi menyambung tali silaturahim perspektif Imam Abi Lays Nashr bin Muhammad dalam kitab Tanbihul Ghafilin; Pertama, mendapatkan Ridho Allah SWT. Kedua, Idkholu Surur; Membuat orang lain ( mukmin) merasa senang. Ketiga, Farhul Malaikat; Membahagiakan Malaikat, artinya menjadikan malaikat senang untuk mencatat kebaikan hamba Allah, Keempat, Husnul Jazaa; Sebaik baik pahala, yaitu dengna menyambung silaturahim merupakan suatu amalan yang sangat berpahala besar.

   Kelima, Idkhoul ghommi ala iblis; yaitu membuat iblis menjadi bingung, Keenam Jiyadatun fil'Umri; artinya dengan silaturahim dapat memperpanjang usa. Ketujuh, Barakatun fi rizqi; yaitu menjadikan rizki seseorang menjadi berkah. Kedelapan, Suruur Amwaat atau membahagiakan orang yang sudah meninggal. Kesembilan, Jiyadatul Ajri ba'da mautihi atau menambah pahala seseorang setelah meninggal dunia. itulah sepuluh urgensi dari silaturahim yang dipaparkan. (Imam Abi Lays Nashr bin Muhammad, Tanbihul Ghafilin).

   Dalam hal ini Anas bin Malik menyebutkan bahwasannya terdapat tiga orang dalam naungan Allah di hari kiamat; Pertama, Orang yang memperbanyak silaturahim ketika masih hidup. Kedua, seorang perempuan bersama anak anaknya (yatim) karena ditinggal suaminya (meninggal dunia). Ketiga, Seseorang yang bersedekah berupa makanan atau minuman kepada fakir miskin dan anak yatim, kemudian orang yang ia beri sedekah itu mendoakannya.

   Selain dengan menjaga tali Silaturahim kepada saudara ataupun kerabat, terdapat lima golongan orang yang akan diluaskan rizkinya adalah sebagai berikut; pertama, orang yang mendawamkan shadaqah. Kedua, Orang yang selalu menjaga silaturahim (dekat atau jauh). Ketiga, orang yang mendawamkan wudhu (tidak isyrof terhadap penggunaan air). Keempat Orang yang taat kepada orang tuanya (birul waalidain). Kelima, orang yang mendawamkan taat kepada orang tuanya (birrul waalidain).

Hikmah Silaturahim

   Berbagi penjelasan dalil banyak berbicara tentang hikmah silaturahim. Barangsiapa menginginkannya, maka lakukanlah silaturahim dan tidak menundanya. Diantara hikmah silaturahim; Pertama, dipanjangkan umurnya. Manusia hidup sebagai makhluk sosial, ia tidak bisa hidup sendiri tanpa pertolongan orang lain. orang yang sering bertemu dan bertatap muka dengan banyak orang, suka berinteraksi dan tidak menyendiri, insha Allah memiliki potensi lebih sehat dibandingkan yang tidak mau bergail, menyendiri dan tak mau bergerak.

   Paling tidak, dengan berinteraksi, dengan berbagai kalangan, ia makin menyadari bahwa ternyata setiap manusoa memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing, setiap manusia memiliki permasalahan hidupnya masing-masing, sehingga dia tidak berpikir bahwa " dialah yang paling menderita hidupnya" Ternyata banyak orang lain yang juga punya masalah. Kesadaran ini membuat rasa syukur makin muncul dan sekaligus belajar sabar kepada orang lain. Mata batin dan jiwa pun tentram, peluang sehat menjadi lebih dekat.

   Kedua dimurahkan rezekinya. Dari Anas bin Malik RA, "saya mendengan Raulullah saw bersabda:" Siapa yang ingin suapa dimudahkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah dia memperhubungkan silaturahim (HR. Bukhari). Dengan silaturahim makin banyak teman dan relasi, itu maknanya makin banyak akses informasi, akses dan peluang pasar untuk bisnis dan akses-akses kebaikan yang lainnya.

   Ketiga, menumbuhkan jiwa persatuan dan semangat tolong menolong. "Tangan Allah berada diatas jama'ah/bersatu".Persatuan adalah rahmat, dan perpecahan adalah adzab. Tidak dapat dipungkiri, salah satu yang menumbuhkan menyatu dan bersaudara adalah aktivitas menyambungkan kasih sayang/ silaturahim. dengan ini juga bisa dibangun kesamaan visi dan pemahaman tentang suatu hal. jika visi dan pemahaman sudah searah, tentang berbagai solusi, menjadi sesuatu yang mudah. Wallahu A'lam bisshawab.

 

Search
Search:
Login
Shopping Cart
shopping cart
Product Scroller
Information
Pembayaran


Others
free counters

© 1997 Pustaka Azzam - Penerbit Buku Islam Rahmatan

Indonesia Islamic Books Store


Toko Online