Penerbit Buku Islam Rahmatan - Pustaka Azzam
Pustaka Azzam - Penerbit Buku Islam Rahmatan
Categories
News
26 Februari 2019
Islamic Book Fair Jakarta 2019
Hadir dan nikmatilah diskon diskon dari Pustaka Azzam di IBF Jakarta yang akan digelar pada 27 Februari - 3 Maret 2019. detail

23 April 2018
Tokopedia Pustaka Azzam
Pustaka Azzam hadir untuk Anda di Tokopedia, nikmati diskon-diskon specialnya, hanya di https://www.tokopedia.com/pustakaazzamm detail

» index berita
Newsletter
Testimonial
Rusliansyah
Assalamu'alaikum Wr.Wb. Maaf, apakah terjemah siyar a'lam an-nubala' adz-dzahabi-nya yang sdh smpai jilid 14 itu sdh lengkap seluruhnya? Kalau belum, lengkapnya nanti smpe jld berapa? Mohon juga aga... detail

jaenal
Moga kebaikan selalu menyertai pustaka azzam yang sudah banyak berjasa dalam penerjemahan kitab-kitab ulama salaf, mohon kalo bisa terjemah juga kitab al muwafaqot imam assyatibi, kitab ini sangat ber... detail

Rusliansyah
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh... Buku-buku karangan Ibnul Jauzi dan Ibnu Al-Qayyim sangat bagus untuk tazkiyatun-nafs sesuai dengan manhaj salaf. Mohon kiranya dapat diterjemahkan buku-b... detail

Dewa. N
Assalamu\'alaikum. Mohon Pustaka Azzam terjemahkan kitab al Maudhu\'aat karangan Imam Ibnul Jauzi rahimahullah, berisi tentang hadits-hadits palsu yang banyak dipakai kaum Muslim. Saya perhatikan k... detail

Agus Nadi
[URL]
Salam kenal semuanya,semoga barokah.

Nuruddin
Assalamualaikum wr wb Saya minta di terjemahkan kitab mughni al muhtaj oleh syaikh ahmad khotib asy syarbini / kitab ianatuth tholibin oleh abu bakr asy syata sebab kitab tsb ssngat banyak di cari ol... detail

Dewa. N
semoga cepat selesai penerjemahan kitab siyar alam nubala nya.

Rusliansyah
Assalamlu\'alaikum Wr.Wb. Selain edisi ringkasan yang sudah terbit lebih dahulu, Siyar A\'lam An-Nubala Imam Adz-Dzahabi edisi lengkap, alhamdulillah, juga sudah terbit, dan terakhir Maret 2018, suda... detail

» lihat testimonial
» isi testimonial
Product sudah berhasil ditambah ke cart.

»

#16 of 16 | prev product Prev - Next next product
printer email

product arrow Al Mughni jilid 16

Price Rp 191.000 Beli

Pembahasan:

Penarikan Kesaksian Oleh Salah Seorang Saksi 1
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika kesaksian keduanya itu terhadap harta, 2
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika yang dihukumi dengan kesaksiannya itu adalah budak laki-laki atau budak perempuan, 3
Pasal: Jika dua orang saksi telah bersaksi atas jatuhnya thalak seorang istri, dan itu sangat jelas, 4
Pasal: Jika dua orang saksi telah bersaksi atas pernikahan seorang perempuan, 6
Pasal: Jika dua orang saksi telah bersaksi atas penulisan seorang budak oleh tuannya, kemudian keduanya menariknya kembali 7
Pasal: Setiap tempat yang telah mewajibkan tanggung jawab kepada saksi-saksi dengan mengembalikannya, 8
Pasal: Jika seorang hakim telah memutuskan hukum dalam hal harta dengan kesaksian seorang saksi laki-laki dan dua orang saksi perempuan, 11
Pasal: Jika empat orang saksi telah bersaksi atas empat ratus dirham, 12
Pasal: Jika empat orang saksi telah bersaksi terhadap orang yang berzina, 12
Pasal: Jika dua orang saksi bersaksi telah memerdekakan budaknya ini dengan jaminan seratus dirham, 14
Pasal: Jika dua orang saksi bersaksi atas seorang laki-laki yang telah menikahi seorang perempuan dengan mahar yang telah disebutkan oleh keduanya, 15
Pasal: Jika dua orang saksi pembantu bersaksi atas dua orang saksi utama, 15
Pasal: Jika seorang hakim telah memutuskan hukum berdasarkan kesaksian satu orang saksi dan satu sumpah, 16
Pasal: Jika semua saksi menarik kembali kesaksiannya setelah hukumnya diputuskan, dan berkata, “Kami sengaja melakukannya,” 17
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika seorang hakim telah memotong tangan seorang pencuri dengan kesaksian dua orang saksi, 18
Pasal: Jika empat orang saksi bersaksi terhadap suatu perzinaan, kemudian ada dua orang yang menyucikan mereka, 21
Pasal: Jika seorang Imam atau pemimpin telah mencambuk seseorang berdasarkan kesaksian beberapa saksi, 23
Pasal: Jika seorang hakim telah memutuskan hukum terhadap suatu harta berdasarkan kesaksian dua orang saksi, 23
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika seorang budak mengaku bahwa tuannya telah memerdekakannya, 27
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa memberi kesaksian palsu, 28
Pasal: Ketika telah diketahui bahwa kedua saksi itu telah bersaksi dengan kedustaan 35
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika seorang saksi yang adil telah merubah kesaksiannya di hadapan hakim, 36
Pasal: Jika seseorang telah bersaksi dengan seribu, kemudian dia berkata sebelum diputuskannya hukum, “Telah diputuskan darinya lima ratus.” 38
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika seorang saksi bersaksi dengan seribu, 39
Pasal: Jika telah bersaksi untuknya dua orang saksi dengan seribu, kemudian dua saksi lainnya bersaksi dengan lima ratus, 41
Pasal: Jika saksi pertama bersaksi bahwa dia telah mencuri sebuah pakaian yang nilainya dua dirham, kemudian saksi kedua bersaksi bahwa nilainya tiga dirham 42
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa telah mengakui adanya kesaksian saksi yang adil, 43
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa telah bersaksi dengan kesaksian yang sebagiannya ditujukan kepada dirinya sendiri, 45
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika seorang laki-laki wafat dan meninggalkan seorang anak laki-laki serta seribu dirham, 46
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika seseorang telah mengakui sesuatu atas orang yang sakit, 48
Pasal: Jika seorang saksi telah bersaksi untuknya bahwa dia telah menjual budak ini dengan harga seribu 41
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa telah mengakui sebuah dakwaan dan berkata, “Aku tidak mempunyai bukti,” 49
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika orang yang diberi wasiat telah bersaksi atas orang yang memberi wasiat kepada mereka, 51
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Kesaksian orang yang terkadang terkena serangan jantung diterima pada waktu sehatnya.” 52
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Kesaksian seorang dokter dapat diterima dalam penjelasannya jika belum ditentukan untuk dua dokter. 53
DAKWAAN DAN BUKTI 55
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa mendakwa telah menikahi seorang perempuan, 56
Pasal: Jika seorang laki-laki mengaku telah menikahi seorang perempuan 58
Pasal: Jika seorang perempuan mengaku telah dinikahi, 60
Pasal: Semua macam akad selain pernikahan (seperti jual-beli, sewa-menyewa, dan pinjam-meminjam) 62
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa mendakwa telah memiliki hewan tunggangan di tangan orang lain, 63
Pasal: Kedua bukti apa pun yang telah didahulukan, tidak mewajibkan pemiliknya untuk bersumpah bersama bukti tersebut 66
Pasal: Jika orang luar (pendakwa) telah mengakui bahwa hewan itu miliknya dan dia menitipkannya kepada orang dalam (terdakwa), 68
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika hewan itu ada di tangan keduanya, kemudian salah satunya menunjukkan bukti bahwa hewan itu miliknya, 74
Pasal: Jika salah satunya bersaksi bahwa barang itu miliknya semenjak satu tahun lalu, sedangkan saksi lainnya bersaksi bahwa itu miliknya semenjak dua tahun lalu 77
Pasal: Salah satu bukti itu tidak boleh dikuatkan dan dibenarkan karena banyak jumlahnya atau ketenaran keadilannya 78
Pasal: Jika di tangan kedua orang itu terdapat sebuah rumah, kemudian orang pertama mengakuinya secara keseluruhan 80
Pasal: Jika rumah itu ada di tangan tiga orang, kemudian orang pertama mengakui setengahnya, 82
Pasal: Jika rumah itu ada di tangan empat orang, orang pertama mengakui seluruhnya, 86
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika hewan itu ada di tangan selain keduanya, 88
Pasal: Jika keduanya mengingkari barang yang ada di tangannya, padahal salah satunya memiliki bukti 92
Pasal: Jika keduanya mengakui suatu barang yang ada di tangan orang lain, kemudian orang itu berkata, “Itu milik salah satu dari kalian berdua, 93
Pasal: Rumah di tangan (ditempati oleh) seseorang, lalu ada dua orang yang mengklaim rumah tersebut 94
Pasal: Ibnu Manshur menukil sebuah riwayat dari Ahmad tentang seseorang yang mengambil (membeli) dua buah baju dari dua orang. 96
Pasal: Apabila ada dua orang saling mengklaim dalam (pada) barang tertentu (suatu barang), 96
Pasal: Jika salah seorang dari keduanya mengaku (mengklaim) bahwa dia membeli barang itu dari si Zaid seharga seratus, 100
Pasal: Jika ada sebuah rumah pada seseorang (yang ditempati seseorang), 101
Pasal: Jika masing-masing dari dua orang itu mengaku dan berkata, “Engkau telah membeli rumah itu dariku 102
Pasal: Apabila seseorang meninggal dunia, lalu ada dua orang yang bersaksi bahwa anak laki-laki ini adalah anak dari si mayit, 105
Pasal: Apabila ada seseorang yang mengakui (mengklaim) seorang hambasahaya yang ada pada orang lain bahwa dia telah membelinya dari orang tersebut, 105
Pasal: Apabila seseorang mengklaim bahwa dia adalah suami dari seorang perempuan, 108
Pasal: Apabila seorang majikan berkata kepada hambasahayanya, “Jika aku dibunuh (terbunuh) maka engkau bebas.” 109
Pasal: Apabila hambasahaya yang bernama Salim mengaku bahwa tuannya telah membebaskannya 113
Pasal: Jika orang (tuan) yang sakit meninggalkan dua anak laki-laki, dan dia tidak mempunyai ahli waris selain keduanya, 117
Pasal: Jika dua orang asing (bukan ahli waris) yang adil bersaksi bahwa si majikan berwasiat untuk membebaskan Salim, 120
Pasal: Jika bukti (saksi) yang adil bersaksi bahwa dia (majikan) berwasiat memberikan sepertiga dari hartanya kepada Zaid, 122
Pasal: Jika dua orang bersaksi bahwa si majikan berwasiat memberikan sepertiga hartanya kepada Zaid, 124
Masalah: Abu Al Qasim berkata, “Jika ada sebuah rumah ditempati oleh seseorang, lalu ada seseorang yang mengaku bahwa rumah itu miliknya, 125
Pasal: Apabila orang yang mengklaim meminta agar (seseorang) mencatat apa yang terjadi (proses sidang) 131
Pasal: Apabila ada orang mengaku bahwa ayahnya telah meninggal dunia, 132
Pasal: Apabila ada sebuah rumah yang diperebutkan dan rumah itu ditempati oleh salah seorang dari dua orang yang berselisih, 136
Pasal: Jika dia (seseorang) mengklaim seorang hambasahaya perempuan sebagai miliknya, 138
Pasal: Apabila ada empat buah rumah ditempati oleh Zaid, 140
Pasal: Jika ada pada seorang anak kecil yang belum mengerti, lalu dia mengaku anak itu adalah hambasahayanya 141
Pasal: Jika ada dua orang mengaku bahwa anak yang sudah baligh yang ada pada keduanya adalah hambasahayanya, 144
Pasal: Jika seorang anak kecil perempuan ada pada seseorang (anak perempuan itu berada dalam asuhannya), 146
Pasal: Jika seseorang mengaku memiliki suatu barang tertentu dan memberikan bukti atas pengakuannya tersebut, 146
Pasal: Jika ada seseorang yang mengaku bahwa rumah yang ditempati orang lain adalah miliknya, 149
Pasal: Apabila ada dua orang yang memberikan kesaksian kepada seseorang bahwa orang itu telah menetapkan 149
Masalah: Abu Al Qasim berkata, “Jika seorang laki-laki meninggal dunia dengan meninggalkan dua orang anak; 151
Masalah: Abu Al Qasim berkata, “Jika anak yang muslim itu memberikan bukti bahwa ayahnya meninggal dunia 155
Pasal: Jika mayit meninggalkan seorang anak beragama Islam dan seorang saudara (kandung) beragama kafir, 157
Pasal: Jika ada seorang muslim meninggal dunia dan meninggalkan seorang istri serta ahli waris lainnya, 158
Pasal: Jika salah seorang dari kedua anak itu masuk Islam di awal bulan Sya’ban, 160
Pasal: Jika ada dua orang berselisih tentang sebuah rumah, 161
Masalah: Abu Al Qasim berkata, “Apabila seorang perempuan dan anak laki-lakinya meninggal dunia, 161
Pasal: Jika ada sebuah rumah yang ditempati oleh seorang laki-laki (seseorang), 166
Pasal: Apabila seorang laki-laki mengklaim bahwa dia telah menyewakan sebuah kamar (ruangan) di dalam rumahnya kepada seorang laki-laki 166
Masalah: Abu Al Qasim berkata, “Jika ada dua orang saksi yang memberikan kesaksian atas seseorang bahwa dia telah mengambil seribu 168
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika ada dua orang laki-laki kafir harbi 169
Pasal: Jika keduanya berbeda agama, maka nasab tidak menjadi tetap dengan penetapan 173
Masalah: Abu Al Qasim berkata, “Apabila dua orang suami istri berada dalam satu rumah, 174
Pasal: Apabila di dalam sebuah toko seorang tukang kayu dan seorang penjual minyak wangi, 179
Pasal: Apabila orang yang menyewakan dan orang yang menyewa berselisih tentang sesuatu yang ada di dalam sebuah rumah 179
Pasal: Apabila seorang penjahit ada di dalam sebuah rumah orang lain, 181
Pasal: Apabila dua orang berselisih tentang kepemilikan seekor binatang; 183
Pasal: Jika pemilik tanah dan pemilik sungai berselisih tentang pagar yang ada di antara keduanya 184
Pasal: Jika dua orang berselisih tentang kepemilikan, yang bagian ujungnya ada di tangan salah seorang dari keduanya, 185
Masalah: Abu Al Qasim berkata, “Barangsiapa mempunyai hak atas seseorang, 186
Pasal: Jika seorang hamba mengaku bahwa tuannya telah membebaskannya dan memberikan bukti atas pengakuannya 191
KITAB MEMBEBASKAN HAMBASAHAYA 193
Pasal: Membebaskan hambasahaya merupakan bentuk taqarrub (ibadah) kepada Allah yang paling utama, 194
Pasal: Membebaskan hambasahaya terlaksana (melalui) ucapan, kepemilikan, dan istiilaad 197
Pasal: Jika dia (majikan) berkata kepada hambasahayanya, “Engkau adalah orang yang dithalak,” 201
Pasal: Jika dia berkata kepada orang yang lebih tua darinya atau kepada orang yang tidak dilahirkan sama dengannya 202
Pasal: Jika seseorang berkata kepada hambasahaya perempuannya, “Engkau haram atasku,” 203
Pasal: Dibenarkan bagi setiap orang yang mempunyai hak (wewenang) mengatur dan mengelola hartanya 204
Pasal: Tidak dibenarkan membebaskan hambasahaya orang yang tidak mempunyai hak (wewenang) mengatur dan mengendalikan harta 205
Pasal: Tidak sah membebaskan hambasahaya yang dilakukan oleh orang yang tidak memiliki hambasahaya. 207
Masalah: Abu Al Qasim berkata, “Apabila seorang hamba ada di antara (dimiliki) tiga orang, 208
Pasal: Apabila orang-orang yang berserikat pada satu orang hambasahaya itu berkata kepada hambasahayanya, 211
Masalah: Abu Al Qasim berkata, “Jika salah seorang dari mereka 212
Pasal: Tidak ada perbedaan dalam masalah ini, baik orang-orang yang berserikat itu beragama Islam maupun kafir. 215
Masalah: Abu Al Qasim berkata, “Jika keduanya membebaskannya setelah membebaskan orang pertama 216
Pasal: Harga yang harus dibayar adalah ketika mengucapkan lafazh pembebasan, 220
Pasal: Hal yang dianggap (diakui) tentang kelapangan (adanya harta) di sini, 222
Pasal: Apabila salah seorang dari dua orang yang berserikat berkata kepada yang lain, “Apabila engkau 223
Masalah: Abu Al Qasim berkata, “Jika orang yang pertama (yaitu orang yang mampu memberi nafkah) 225
Pasal: Apabila kami mengatakan bahwa dia bebas dengan diminta untuk bekerja 230
Masalah: Abu Al Qasim berkata, “Jika orang kedua yang membebaskan adalah orang yang tidak mampu memberi nafkah (tidak punya harta), 231
Pasal: Siapa yang berpendapat bahwa si hambasahaya bebas dengan usaha yang dilakukannya 232
Pasal: Apabila kita menghukumi bahwa sebagian hambasahaya itu bebas dan sebagian lain (sisanya) tetap sebagai hambasahaya 233
Pasal: Siapa yang membebaskan hambasahayanya yang sehat, 234
Masalah: Abu Al Qasim berkata, “Apabila seorang hambasahaya ada di antara dua orang yang berserikat di antara keduanya, 236
Pasal: Orang yang berpendapat bahwa hambasahaya bisa disuruh berusaha 238
Pasal: Jika salah seorang dari keduanya membeli bagian dari temannya 238
Pasal: Masing-masing orang yang bersaksi atas majikan seorang hambasahaya yang membebaskan hambasahayanya kemudian dia membelinya 240
Masalah: Abu Al Qasim berkata, “Jika dua orang yang berserikat adalah orang yang mampu memberi nafkah, 242
Pasal: Jika salah seorang dari dua orang yang berserikat adalah orang yang mampu memberi nafkah, 243
Pasal: Jika salah seorang dari dua orang yang berserikat itu mengaku bahwa temannya 244
Pasal: Apabila salah seorang dari dua orang yang berserikat berkata, “Jika burung ini adalah burung gagak, maka bagianku bebas.” 246
Masalah: Abu Al Qasim berkata, “Apabila seorang laki-laki meninggal dunia dan meninggalkan dua anak laki-laki dan dua hambasahaya, 246
Pasal: Jika anak laki-laki yang tidak mengetahui hambasahaya yang dibebaskan oleh ayahnya itu kembali 249
Masalah: Abu Al Qasim berkata, “Apabila ada seorang laki-laki bagian setengah dari hambasahaya, 250
Masalah: Abu Al Qasim berkata, “Apabila seorang hambasahaya perempuan dimiliki oleh dua orang yang berserikat, 253
Pasal: Abu Al Khaththab berkata, “Apakah dia harus membayar harga anak itu dan mahar hambasahaya perempuannya? 257
Pasal: Tidak ada perbedaan antara kepemilikan pada hambasahaya perempuan itu 258
Masalah: Abu Al Qasim berkata, “Apabila dia memiliki saham (bagian) dari hambasahaya yang bebas bukan melalui warisan, 258
Pasal: Jika anak kecil dan orang gila mewarisi sebagian hambasahaya yang bebas (dibebaskan) 262
Pasal: Apabila dia menjual hambasahaya yang masih kerabatnya dan hambasahaya yang bukan kerabatnya secara sekaligus (seluruhnya) 263
Pasal: Apabila hambasahaya wanita itu adalah hambasahaya yang dinikahi, 264
Pasal: Apabila seseorang memiliki bagian setengah dari dua orang hamba yang sama dalam harganya, 265
Pasal: Apabila dua orang saksi memberi kesaksian atas seorang laki-laki, 266
Pasal: Jika dua orang saksi memberi kesaksian kepada si mayit bahwa dia telah membebaskan hambasahayanya di waktu dia sakit yang menyebabkan kematiannya, 267
Masalah: Abu Al Qasim berkata, “Apabila seseorang memiliki tiga orang budak, 269
Pasal: Tata cara melakukan pengundian. 278
Pasal: Majikan yang memerdekakan budaknya memiliki harta lain selain budak itu yang nilainya sama atau melebihi nilai budak tersebut 284
Pasal: Majikan yang meninggal dunia memiliki utang yang mencakup semua harta warisan 285
Pasal: Jika seseorang memerdekakan tiga orang budaknya saat menderita sakit yang berujung pada kematian, 286
Masalah: Abu Al Qasim berkata, “Jika sang majikan berkata kepada budak-budaknya saat mengalami sakit yang berujung pada kematian, 287
Pasal: Sang majikan memerdekakan salah satu budak wanitanya, kemudian dia menyetubuhi salah satu dari mereka 289
Pasal: Majikan memerdekakan seorang budaknya yang dipilihnya, kemudian dia lupa 289
Masalah: Abu Al Qasim berkata, “Jika sang majikan memiliki separuh bagian dari seorang budak 292
Masalah: Abu Al Qasim berkata, “Seperti itu pula ketetapan hukumnya jika seorang majikan memerdekakan 294
Pasal: Majikan memerdekakan salah satu budaknya saat menderita sakit 295
Pasal: Salah satu dari dua orang majikan yang memiliki satu orang budak memerdekakan secara tadbir bagiannya 296
Masalah: Abu Al Qasim berkata, “Jika sang majikan memerdekakan budak-budaknya, 297
Pasal: Majikan yang sakit memerdekakan tiga orang budaknya, 300
Masalah: Abu Al Qasim berkata, “Jika seorang majikan memerdekakan budak-budaknya yang berjumlah tiga orang, 301
Pasal: Majikan menitipkan wasiat untuk memerdekakan seorang budaknya yang nilainya lebih dari sepertiga harta 303
Pasal: Majikan mengaitkan pemerdekaan budaknya dengan syarat tertentu, 305
Pasal: Majikan yang memerdekakan seorang budak yang memiliki harta 306
Masalah: Abu Al Qasim berkata, “Jika seorang majikan berkata kepada budaknya, ‘Engkau merdeka pada waktu tertentu’, 309
Pasal: Jika waktunya tiba sedangkan budak itu masih menjadi milik majikan, 310
Pasal: Jika sang majikan berkata kepada budaknya, “Jika aku tidak memukulmu sebanyak sepuluh kali cambukan, maka engkau merdeka,” 311
Pasal: Jika majikan berkata kepada budaknya, “Jika aku telah memasuki rumah itu, maka engkau merdeka,” 312
Pasal: Jika seorang majikan berkata kepada budaknya, “Kamu merdeka kapan pun aku mau.” 315
Pasal: Pengaitan pemerdekaan budak dengan pelaksanaan sesuatu diklasifikasikan dalam tiga kategori, 316
Pasal: Jika seorang majikan berkata kepada budaknya, “Engkau merdeka, dan atas dirimu seribu dinar.” 324
Pasal: Jika majikan mengaitkan pemerdekaan budak wanitanya dengan kondisi tertentu, 327
Masalah: Abu Al Qasim berkata, “Jika ummul walad yang dulunya beragama Nasrani memeluk keyakinan Islam, 328
Masalah: Abu Al Qasim berkata, “Jika sang majikan berkata kepada budak wanitanya, ‘Anak pertama yang kamu lahirkan merdeka’, 328
Pasal: Jika anak yang pertama lahir meninggal dunia, dan kedua hidup, 329
Pasal: Jika sang majikan berkata kepada budak wanitanya, “Setiap anak yang kamu lahirkan merdeka.” 330
Pasal: Jika sang majikan berkata, “Anak pertama yang aku miliki akan dimerdekakan.” 330
Pasal: Jika majikan berkata, “Budak terakhir yang aku miliki akan dimerdekakan,” 332
Masalah: Abu Al Qasim berkata, “Jika seorang budak berkata kepada seseorang, ‘Belilah aku dari majikanku dengan uang ini lalu merdekakanlah diriku’, 332
Pasal: Jika seorang budak dimiliki oleh dua orang majikan yang bermitra, 334
Pasal: Jika salah satu pihak majikan yang bermitra menyerahkan pemerdekaan bagian miliknya, 335
Bab Budak Mudabbar 336
Masalah: Abu Al Qasim berkata, “Jika sang majikan berkata kepada budaknya (pria dan wanita), 337
Pasal: Budak mudabbar dimerdekakan setelah majikannya meninggal dunia dari sepertiga harta peninggalan majikan 338
Pasal: Pemerdekaan budak menjadi satu dengan sakit dan tadbir 339
Pasal: Tadbir boleh dilakukan secara muthlaq dan muqayyad 340
Pasal: Jika seorang majikan berkata, “Engkau merdeka sesudah kematianku setelah satu bulan atau satu hari.” 344
Pasal: Jika sang majikan berkata kepada budaknya, “Jika engkau membaca Al Qur`an, 345
Pasal: Jika sang majikan berkata kepada budaknya, “Jika mau, engkau merdeka setelah aku meninggal” 346
Pasal: Jika sang majikan berkata kepada budaknya, “Jika aku meninggal maka kamu merdeka atau tidak?” 348
Pasal: Jika salah satu dari dua majikan yang memiliki seorang budak bersama-sama memerdekakan bagian yang dimilikinya dari budak tersebut, 349
Pasal: Jika masing-masing rekanan menetapkan bagian budaknya menjadi budak mudabbar, 351
Masalah: Abu Al Qasim berkata, “Budak mudabbar boleh dijual untuk menutupi utang.” 353
Masalah: Abu Al Qasim berkata, “Budak wanita mudabbar tidak boleh dijual untuk membayar utang, 356
Masalah: Abu Al Qasim berkata, “Jika majikan membeli kembali budak mudabbar yang telah dijualnya, 357
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika sang majikan memerdekakan budaknya secara tadbir, 358
Pasal: Sang majikan berkata kepada budak mudabbarnya, “Jika aku telah berbuat sesuatu untuk ahli warisku, maka kamu merdeka”. 360
Pasal: Sang majikan menggadaikan budak mudabbarnya 361
Pasal: Jika budak mudabbar menjadi murtad dan tinggal di darul harb (wilayah atau negara musuh), 361
Pasal: Jika majikan budak mudabbar murtad atau memeluk keyakinan agama lain 364
Masalah: Abu Al Qasim berkata, “Jika budak wanita yang dimerdekakan secara tadbir melahirkan anak setelah proses tadbir-nya ditetapkan, 366
Pasal: Majikan mengaitkan pemerdekaan budak wanitanya dengan kondisi tertentu. 369
Pasal: Status hukum anak budak mudabbar 370
Pasal: Jika budak wanita mudabbar melahirkan anak, kemudian sang majikan menarik kembali pernyataan pemerdekaannya secara tadbir, 371
Pasal: Jika budak wanita yang dimerdekakan secara tadbir berselisih dengan pihak ahli waris majikannya perihal anaknya, 373
Pasal: Pendapatan budak mudabbar selama majikannya masih hidup 373
Masalah: Abu Al Qasim berkata, “Majikan boleh menggauli budak wanita mudabbar yang dimilikinya.” 374
Pasal: Status putri dari budak wanita mudabbar 375
Masalah: Abu Al Qasim berkata, “Siapa saja yang mengingkari pernah menetapkan kemerdekaan budak secara tadbir, 376
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika seorang majikan memerdekakan budaknya secara tadbir, 379
Pasal: Jika budak mudabbar adalah dua orang budak, sedangkan sang majikan memiliki utang 382
Pasal: Majikan memerdekakan budaknya secara tadbir yang harganya senilai seratus, 382
Pasal: Majikan yang memerdekakan budaknya secara tadbir yang nilainya seratus, 383
Pasal: Majikan memerdekakan budaknya yang bernilai seratus secara tadbir, meniggalkan dua orang anak, 383
Masalah: Abu Al Qasim berkata, “Jika seorang majikan memerdekakan budaknya secara tadbir sebelum mencapai usia baligh, 385
Pasal: Anak berusia seperti itu boleh menarik kembali pernyataan kemerdekaan budaknya secara tadbir. 387
Pasal: Proses tadbir dan wasiat yang dilakukan orang idiot 388
Pasal: Proses tadbir yang dilakukan oleh orang kafir dzimmi 388
Masalah: Abu Al Qasim berkata, “Jika budak mudabbar membunuh majikannya, 389
Pasal: Semua sanksi jinayat selain perkara pembunuhan majikan budak mudabbar 391
Pasal: Majikan memerdekakan budaknya secara tadbir, 393
Bab Budak Mukatab 396
Pasal: Budak meminta kepada majikannya agar dimerdekakan secara kitabah 398
Pasal: Pemerdekaan budak secara kitabah dinilai tidak sah kecuali bagi orang yang tindakannya dianggap sah 403
Pasal: Kafir dzimmi memerdekakan budaknya yang memeluk keyakinan Islam secara kitabah 405
Pasal: Kafir harbi memerdekakan budaknya secara kitabah 407
Pasal: Orang murtad memerdekakan budaknya secara kitabah 412
Pasal: Pemerdekaan secara kitabah yang dilakukan oleh orang sakit dinilai sah 413
Masalah: Abu Al Qasim berkata, “Jika seseorang memerdekakan budak laki-laki atau perempuannya secara kitabah 413
Pasal: Pemerdekaan secara kitabah oleh dilakukan pada semua jenis harta yang boleh digunakan untuk transaksi salm. 424
Pasal: Pemerdekaan secara kitabah dinilai sah berdasarkan pelayanan dan manfaat yang dibolehkan 426
Pasal: Majikan memerdekakan budaknya secara kitabah dengan perjanjian budak itu melayaninya selama tenggat waktu tertentu 428
Pasal: Majikan memerdekakan budaknya secara kitabah, dan budak itu memiliki harta 429
Masalah: Abu Al Qasim berkata, “Hak perwalian budak yang dimerdekakan secara kitabah 431
Masalah: Abu Al Qasim berkata, “Majikan memberikan seperempat dari cicilan yang dibayarkan kepadanya, 432
Masalah: Abu Al Qasim berkata, “Jika pembayaran cicilan pemerdekaan secara kitabah dipercepat sebelum waktunya, 440
Pasal: Jika budak mukatab menghadirkan harta pemerdekaan dirinya secara kitabah atau sebagiannya untuk diserahkan, 444
Pasal: Jika sang majikan memerdekakan budaknya secara kitabah berdasarkan jenis tertentu, 446
Masalah: Abu Al Qasim berkata, “Jika budak mukatab telah membayar sebagian cicilan kemerdekaannya lalu meninggal dunia, 450
Pasal: Budak mukatab meninggal dan tidak meninggalkan harta yang cukup untuk melunasi cicilan kemerdekaannya 453
Pasal: Akad pemerdekaan secara kitabah tidak batal lantaran gila 454
Pasal: Kondisi akad kitabah budak mukatab yang dibunuh seperti halnya budak mukatab yang meninggal 456
Masalah: Abu Al Qasim berkata, “Jika majikan meninggal dunia maka budaknya masih dalam akad kitabah, 458
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Waris wala budak menjadi milik majikannya. 462
Pasal: Apabila ahli waris memerdekakan budak mukatab, 464
Pasal: Apabila ahli waris menjual atau menghibahkan budak mukatab maka penjualan dan hibah ini sah, 465
Pasal: Apabila majikan mewasiatkan harta kitabah kepada seseorang, maka wasiat ini sah. 466
Pasal: Apabila seseorang meninggal dunia dan meninggalkan dua orang anak laki-laki dan seorang budak, 468
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Budak mukatab tidak boleh dilarang melakukan perjalanan.” 473
Pasal: Apabila dalam akad kitabah majikan mensyaratkan tidak boleh melakukan perjalanan 475
Pasal: Apabila dalam akad kitabah majikan mensyaratkan si budak tidak boleh meminta-minta pada pihak lain 476
Masalah: Budak mukatab tidak boleh menikah kecuali atas izin majikannya. 478
Pasal: Budak mukatab tidak boleh mengambil gundik tanpa izin majikannya 480
Pasal: Mukatab tidak boleh menikahkan budak-budaknya, baik laki-laki maupun perempuan, 483
Pasal: Mukatab tidak boleh memerdekakan budak miliknya kecuali atas izin majikannya 484
Pasal: Mukatab dicekal menggunakan hartanya. Dia tidak boleh merusak dan menghibahkannya 486
Pasal: Budak mukatab tidak boleh memihak dalam jual beli, 488
Pasal: Mukatab tidak boleh berhaji jika harus mengeluarkan hartanya untuk keperluan itu 488
Pasal: Budak mukatab tidak boleh melakukan akad kitabah kecuali atas izin majikannya 489
Pasal: Mukatab tidak boleh melakukan jual beli secara kredit, meskipun dia menjual barang dengan harga berlipat-ganda 491
Pasal: Para ahli ilmu sepakat bahwa budak mukatab boleh melakukan akad jual-beli 493
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Mukatab tidak boleh menjual satu dirham kepada majikannya dengan harga dua dirham.” 494
Pasal: Apabila salah satu pihak mempunyai utang pada pihak lain, 495
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Majikan tidak boleh menggauli budak mukatabnya kecuali mensyaratkan hal itu.” 497
Pasal: Apabila majikan menggauli budak mukatab yang telah disyaratkan 500
Pasal: Apabila majikan menggauli budak mukatab hingga hamil dan melahirkan 501
Pasal: Majikan tidak boleh menggauli anak perempuan mukatab, 501
Pasal: Majikan tidak boleh menggauli budak perempuan milik mukatabnya 502
Pasal: Majikan tidak berwenang memaksa mukatab-nya, 503
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila majikan menggauli mukatab dan tidak mensyaratkan itu dalam akad kitabah, 504
Pasal: Apabila majikan wajib menyerahkan mahar, maka mukatab berhak atas mahar tersebut. 506
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila mukatab melahirkan anak dari hasil hubungan dengan majikannya, 506
Pasal: Apabila majikan memerdekakan mukatab, otomatis dia merdeka dan akad kitabahnya gugur. 510
Pasal: Apabila budak mukatab melahirkan bayi bukan dari hasil hubungan dengan majikannya setelah berstatus ummu walad, 510
Pasal: Apabila seorang budak perempuan dimiliki oleh dua pihak (dalam akad syirkah), 512
Pasal: Apabila dua majikan menggauli mukatab milik mereka, 517
Pasal: Dalam kasus pengosongan status merdeka bisa jadi majikan wajib membayar sekadar jumlah kekurangan angsuran mukatab 518
Pasal: Apabila masing-masing dari dua majikan ini menghamili si mukatab dan mereka sepakat siapa yang lebih dulu. 519
Pasal: Apabila kedua majikan bersengketa soal siapa yang lebih dahulu berhubungan intim dengan mukatab, 523
Pasal: Apabila kedua majikan ini menggauli si mukatab secara bersama-sama, 526
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila seorang majikan menjalin akad kitabah setengah budak, 529
Pasal: Apabila seorang hambasahaya seluruh dirinya dimiliki oleh seseorang, 535
Pasal: Apabila hambasahaya dimiliki oleh dua orang tua, lalu mereka menjalin akad kitabah denganya secara bersamaan. 535
Pasal: Mukatab tidak boleh membayar angsuran kepada salah satu majikan dengan nilai yang lebih besar dari angsuran majikan yang lain, 538
Pasal: Apabila mukatab kedua majikan ini tidak mampu bayar, 543
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila seorang mukatab merdeka, 544
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila mukatab belum membayar angsuran kitabah hingga tiba angsuran berikutnya, 545
Pasal: Apabila satu angsuran telah jatuh tempo, namun mukatab tidak mampu membayarnya, 548
Pasal: Apabila telah jatuh tempo pembayaran angsuran, 550
Pasal: Apabila angsuran kitabah telah jatuh tempo, 551
Pasal: Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila mukatab menyerahkan kompensasi dalam kitabah, 553
Pasal: Apabila budak memberikan harta kitabah secara zhahir, lalu majikannya berkata kepadanya, 555
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Harta angsuran kitabah yang diterima majikan wajib dikeluarkan zakatnya setelah satu haul.” 555
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila budak mukatab melakukan tindak pidana (jinayah), 556
Pasal: Apabila mukatab melakukan beberapa tindak pidana yang berkaitan dengan status budaknya 560
Pasal: Apabila mukatab melakukan tindak pidana terhadap majikannya yang tidak sampai merenggut jiwanya 562
Pasal: Apabila mukatab dibebani beberapa tanggungan sekaligus, seperti diyat tindak pidana dan harga barang dagangan, 565
Pasal: Apabila sebagian budak mukatab melakukan tindak pidana yang mengharuskan qishash 566
Pasal: Apabila mukatab memiliki anaknya atau sebagian dzawil arham yang mahram, atau anaknya dzawil arham, 567
Pasal: Apabila sebagian budak mukatab melakukan tindak pidana terhadap budak lainnya yang mewajibkan diyat 569
Pasal: Apabila seorang budak melakukan tindak pidana terhadap mukatab, 570
Pasal: Apabila mukatab mengalami tindak pidana yang tidak sampai menghilangkan nyawanya 571
Pasal: Apabila mukatab meninggal dan punya tanggungan utang serta denda tindak pidana, 575
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila majikan menjalin akad kitabah dengan budaknya, 576
Pasal: Apabila majikan berkata kepada mukatabnya, “Ketika kamu tidak mampu bayar setelah kematianku maka kamu merdeka.” 578
Pasal: Apabila majikan mengakadi kitabah seorang budak miliknya dalam kondisi sehat, 580
Pasal: Apabila majikan berwasiat untuk memerdekakan mukatab atau membebaskannya dari kitabah, 582
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila mukatab mengklaim telah melunasi kitabah dan dia menghadirkan saksi, 584
Pasal: Apabila budak mukatab tidak punya saksi dan majikannya membantah klaim pembayaran itu 585
Pasal: Apabila majikan mengakui telah menerima harta kitabah 585
Pasal: Apabila majikan membebaskan mukatab dari angsuran kitabah, maka dia bebas dan merdeka 586
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Mukatab tidak dikenai kafarat selain puasa.” 588
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Anak mukatab yang dilahirkan dalam akad kitabah merdeka begitu dia merdeka.” 589
Pasal: Cucu mukatab hukumnya sama dengan hukum ibunya, 595
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jual beli mukatab dibolehkan.” 595
Pasal: Mukatab boleh dihibahkan, diwasiatkan, dan dialihkan kepemilikannya 599
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Pembeli menaksir harga mukatab. 599
Pasal: Jual-beli utang yang menjadi tanggungan angsuran mukatab hukumnya tidak sah 601
Pasal: Apabila mukatab mempunyai anak yang mengikuti sang ibu dalam akad kitabah, 603
Pasal: Apabila majikan mewasiatkan mukatab pada seseorang 604
Pasal: Apabila majikan berwasiat kepada seseorang untuk melakukan akad kitabah budaknya 605
Pasal: Apabila majikan berwasiat harta kitabah pada seseorang, dan status budaknya pada orang lain 606
Pasal: Apabila akad kitabah rusak lalu majikan mewasiatkan sesuatu yang ada pada tanggungan mukatab terhadap seseorang 608
Pasal: Wasiat pada mukatab hukumnya sah, 608
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila mukatab membeli bapaknya atau kerabatnya yang haram dinikahi, 611
Pasal: Hasil usaha bapak atau kerabat yang dibeli ini diberikan kepada mukatab, karena mereka menjadi budaknya 613
Pasal: Apabila mukatab menghibahkan sebagian dzawil arham-nya pada majikan, 615
Pasal: Mukatab boleh menjual istrinya, atau mukatabah menjual suaminya 615
Pasal: Apabila majikan menikahi anaknya dari mukatab atas kerelaannya, 616
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila seorang hamba dimiliki oleh tiga orang, 617
Pasal: Apabila seorang budak dimiliki oleh dua orang rekanan, 621
Pasal: Apabila budak mengkalim telah memberikan seratus pada salah seorang dari dua rekanan, 623
Pasal: Apabila penggugat mengaku telah menerima seratus dengan cara yang digugat oleh mukatab; 625
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila majikan berkata, ‘Aku mengakadi kitabahmu senilai dua ribu,” 626
Pasal: Apabila majikan dan mukatab bersengketa tentang pembayaran angsuran; mukatab berkata, “Aku telah melunasinya dan aku merdeka.” 629
Pasal: Apabila majikan menjalin kitabah dengan dua orang budak, dan salah satunya melunasi angsuran kitabah, 629
Pasal: Apabila mukatab punya beberapa orang anak dari majikan yang memerdekakan lainnya, 631
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila majikan memerdekakan budak perempuan atau mukatabnya 631
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Mukatab tidak dilarang menyegerakan pelunasan angsuran kitabah pada majikannya, 635
Pasal: Apabila kedua belah pihak (tuan dan mukatab) sepakat untuk menambah tempo pelunasan dan utang, 637
Pasal: Apabila mukatab menjalin akad damai dengan majikannya mengenai tanggungannya dengan alat tukar yang berbeda, 639
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila seorang budak dimiliki oleh dua orang, 640
Pasal: Apabila budak yang dimerdekakan dalam keadaan sulit 643
Pasal: Dikutip dari Ahmad h bahwa beliau pernah ditanya tentang budak yang dimiliki dua rekanan, 644
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila mukatab tidak mampu bayar dan kembali berstatus budak, 645
Pasal: Harta yang dibayarkan oleh mukatab kepada majikannya sebelum ketidakmampuan bayarannya, 646
Pasal: Kematian mukatab sebelum melunasi angsuran kitabah sama seperti ketidakmampuan dalam membayarnya 647
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila dua orang mukatab saling membeli, 648
Pasal: Apabila budak yang lebih dulu dari keduanya tidak mengetahui pembelian tersebut 650
Pasal: Apabila majikan mengakadi kitabah beberapa orang budaknya dalam satu akad dengan kompensasi yang sama, 650
Pasal: Apabila salah seorang dari para mukatab melunasi angsuran temannya atau mukatab 654
Pasal: Hukum penjaminan orang merdeka terhadap aset kitabah 656
Pasal: Apabila para mukatab melunasi seluruh angsuran mereka atau sebagiannya, 656
Pasal: Apabila sebagian mereka melakukan tindak pidana 657
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila dalam akad kitabah majikan mensyaratkan wala 658
Pasal: Apabila majikan menyaratkan mukatab untuk mewariskan harta padanya, bukan pada ahli warisnya, 661
Pasal: Apabila majikan mensyaratkan pelayanan tertentu pada mukatab setelah dia merdeka 662
Pasal: Apabila majikan melakukan akad kitabah budaknya senilai dua ribu, yang dibayar seribu setiap awal bulan, 663
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila musuh menawan mukatab, lalu seseorang membelinya, 664
Pasal: Apakah waktu mukatab bersama kaum kafir perlu dihitung? 665
Pasal: Apabila majikan menawan mukatab selama beberapa waktu 667
Pasal: Apabila majikan berwasiat untuk melakukan akad kitabah budaknya 668
Pasal: Apabila majikan berkata, “Lakukanlah akad kitabah salah seorang budakku.” 670
Pasal: Kitabah yang fasid 671
KITAB PEMERDEKAAN UMMU WALAD 678
Pasal: Apabila seorang lelaki menggauli budak perempuannya, lalu dia membawa seorang anak selang enam bulan atau lebih setelah hubungan itu 680
Pasal: Apabila majikan mengaku telah menggauli budak perempuannya lewat dubur atau tidak masuk vagina 686
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Hukum ummul walad sama seperti hukum budak perempuan dalam seluruh perkara, 687
Pasal: Orang yang membolehkan jual-beli ummul walad 694
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila seseorang menggauli budak perempuan yang sedang dimiliki pihak lain melalui pernikahan, 695
Pasal: Ahmad h berpendapat tentang orang yang membeli budak perempuan yang sedang hamil dari hubungan dengan orang lain, 699
Pasal: Apabila seorang pria menggauli budak perempuan milik anaknya, dan anaknya telah menyerahkan dan memindahkan hak milik budak tersebut, 700
Pasal: Apabila anak telah menggauli budak wanitanya, kemudian bapaknya menggauli budak itu lalu hamil dan melahirkan 704
Pasal: Apabila seorang anak menggauli budak perempuan bapaknya atau ibunya 705
Pasal: Apabila seseorang menikahkan budak wanitanya kemudian menggaulinya 706
Pasal: Apabila seorang pria memiliki ibu dari sepersusuan, saudarinya, atau putrinya 706
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila budak perempuan ditaklik dengan kemerdekaan dalam kepemilikan seseorang, 707
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila majikan meninggal maka ummul walad merdeka 712
Pasal: Tidak ada bedanya antara muslim, kafir, afif (orang yang sangat menjaga dirinya dari larangan Allah), 713
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Ketika budak wanita menjadi ummul walad berdasarkan ketentuan yang telah kami jelaskan, 714
Pasal: Anak ummul walad sebelum istilad, anak mudabbarah sebelum tadbir, 717
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila ummu walad milik majikan Nasrani yang memeluk Islam maka majikannya dilarang menggauli 717
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Ketika ummul walad merdeka karena kematian majikannya 720
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila majikan berwasiat aset yang ada di tangan ummul walad untuknya, 720
Pasal: Apabila majikan berwasiat kepada mudabbar atau mudabbarahnya 721
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila majikan meninggal dunia dan meninggalkan ummu waladnya, 722
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila ummu walad melakukan tindak pidana 722
Pasal: Apabila ummul walad meninggal sebelum menebus ganti rugi 723
Pasal: Apabila ummul walad bekerja setelah melakukan tindak pidana, 724
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila ummul walad mengulangi tindak pidana kembali, 725
Pasal: Apabila sebagian korban membebaskan haknya, maka kewajiban harus dibayar penuh pada korban yang lain, 726
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Wasiat seorang majikan untuk dan kepada ummul walad-nya hukumnya boleh.” 727
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Majikan berhak menikahkan ummul walad meskipun dia tidak suka.” 727
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Tidak ada had bagi orang yang menuduh zina ummul walad.” 729
Pasal: Qishash tidak wajib dijatuhkan kepada wanita merdeka yang membunuh ummul walad, karena tidak sekufu (selevel) 729
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila ummul walad shalat dengan kepala terbuka, 730
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila ummul walad membunuh majikannya, 731

Search
Search:
Login
Shopping Cart
shopping cart
Product Scroller
Information
Pembayaran


Others
free counters

© 1997 Pustaka Azzam - Penerbit Buku Islam Rahmatan

Indonesia Islamic Books Store


Toko Online