Penerbit Buku Islam Rahmatan - Pustaka Azzam
“Sesungguhnya sejelek-jeleknya binatang di sisi Allah adalah orang-orang yang tuli dan bisu (dalam menerima kebenaran), yaitu orang-orang yang tidak berakal.” (QS. Al-Anfal : 22)
Categories
News
16 Oktober 2019
SEGERA HADIR! Islamic Book Fair 2020
Hadirilah! Islamic Book Fair terbesar pada tanggal 26 Februari - 1 Maret 2020, Hall A&B Jakarta Convention Center (JCC) Senayan - Jakarta detail

23 April 2018
Tokopedia Pustaka Azzam
Pustaka Azzam hadir untuk Anda di Tokopedia, nikmati diskon-diskon specialnya, hanya di https://www.tokopedia.com/pustakaazzamm detail

» index berita
Newsletter
Testimonial
Geofani
Alhamdulillah bukunya cepat sekali sampainya, pesan kemarin kemudian hari esoknya langsung sampai.

Rusliansyah
Assalamu'alaikum Wr.Wb. Alhamdulillah, akhirnya siyar a'lam an-nubala' edisi lengkap (24 jld) telah seluruhnya di-laundhing. Dan, Insya Allah akan disusul madarijus-salikin edisi lengkap (7 jilid), y... detail

jaenal
Moga kebaikan selalu menyertai pustaka azzam yang sudah banyak berjasa dalam penerjemahan kitab-kitab ulama salaf, mohon kalo bisa terjemah juga kitab al muwafaqot imam assyatibi, kitab ini sangat ber... detail

Rusliansyah
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh... Buku-buku karangan Ibnul Jauzi dan Ibnu Al-Qayyim sangat bagus untuk tazkiyatun-nafs sesuai dengan manhaj salaf. Mohon kiranya dapat diterjemahkan buku-b... detail

Dewa. N
Assalamu\'alaikum. Mohon Pustaka Azzam terjemahkan kitab al Maudhu\'aat karangan Imam Ibnul Jauzi rahimahullah, berisi tentang hadits-hadits palsu yang banyak dipakai kaum Muslim. Saya perhatikan k... detail

Nuruddin
Assalamualaikum wr wb Saya minta di terjemahkan kitab mughni al muhtaj oleh syaikh ahmad khotib asy syarbini / kitab ianatuth tholibin oleh abu bakr asy syata sebab kitab tsb ssngat banyak di cari ol... detail

Fajar Syam
Bismillahirahmanirahim Pustaka azzam sangat menolong sekali bagi para penuntut ilmu dinusantara ini yang tdk terlalu mahir berbahasa arab seperti saya. Terima kasih sdh menterejemahkan buku buku Is... detail

Rangga Buana
Saya berharap pada Allāh Ta\'ala agarr pustaka azzam dapat menyelesaikan terjemahan2n bukunya yg belum selesai. Dan saran jangan dulu beralih ke buku yg lain bila buku sebelumnya belum selesai... detail

» lihat testimonial
» isi testimonial

Fikih » Al Mughni

#15 of 16 | prev product Prev - Next next product
printer email

product arrow Al Mughni jilid 15

Price Rp 197.000
Diskon Azzam
  • Diskon 15% dari total transaksi *

* dengan pembelian produk apapun minimal 1 Item(s)

Pembahasan:

Bab: Sumpah 1
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Sumpah dikembalikan pada niat. 1
Pasal: Syarat pengalihan lafazh sumpah kepada apa yang diniatkan. 4
Masalah: Jika seseorang tidak meniatkan sesuatu dalam sumpahnya, maka dikembalikan kepada alasan sumpah dan apa yang melatarbelakanginya. 5
Pasal: Jika alasan sumpah dan niat berbeda. 8
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Seandainya seseorang bersumpah tidak akan tinggal di rumah yang ditempatinya, 9
Pasal: Tetap tinggal di rumah setelah mengucapkan sumpah untuk memindahkan barang dan keluarga. 11
Pasal: Orang yang terpaksa menetap di sebuah tempat. 12
Pasal: Orang yang bersumpah tidak akan tinggal bersama seseorang atau si fulan dalam satu rumah. 15
Pasal: Hukum orang yang bersumpah, “aku tidak akan tinggal bersama si fulan di rumah ini (tertentu).” 16
Pasal: Orang yang bersumpah, “dia benar-benar akan keluar dari rumah ini.” 17
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Seandainya seseorang bersumpah, dia tidak akan memasuki sebuah rumah, 18
Pasal: Orang yang dipaksa memasukinya karena dipaksa atau alasan lainnya. 19
Pasal: Orang yang memanjat atapnya. 20
Pasal: Orang yang bersumpah akan keluar dari sebuah rumah bergelantungan pada dahan pohon rumah tersebut. 21
Pasal: Orang yang bersumpah tidak akan meletakkan telapak kakinya di dalam rumah. 22
Pasal: Orang yang bersumpah, tidak akan memasuki rumah ini dari pintu tertentu atau gerbangnya. 23
Pasal: Orang yang bersumpah, tidak akan memasuki rumah fulan, kemudian dia memasuki rumah yang dimiliki 24
Pasal: Orang yang bersumpah, tidak akan menunggangi hewan si fulan, kemudian dia menunggangi seekor hewan yang disewa si fulan. 26
Pasal: Orang yang bersumpah, tidak akan memasuki rumah budak ini, tidak akan menunggangi hewannya, 27
. Masalah: Abu Al Qasim berkata: Seandainya seseorang bersumpah, tidak akan memasuki sebuah rumah, 28
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Orang yang bersumpah tidak akan mengenakan pakaian, 34
Pasal: Orang yang bersumpah, tidak akan menikah, tidak akan mengenakan minyak wangi, 36
Pasal: Orang yang bersumpah, tidak akan memasuki rumah sementara dia masih di dalam rumah tersebut, 36
Pasal: Orang yang bersumpah, tidak akan tidur dengan istrinya di atas ranjang, 37
Pasal: Jika seseorang bersumpah tidak akan mengenakan pakaian, 38
Pasal: Orang yang bersumpah, dia benar-benar akan memakaikan istrinya perhiasan, 40
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Jika seseorang bersumpah tidak akan menyantap makanan yang dibeli Zaid, 42
Pasal: Orang yang bersumpah, tidak akan mengenakan pakaian dari tenunan si fulanah, 44
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Jika seseorang bersumpah tidak akan mengunjungi dua orang atau berbicara dengan dua orang, 45
Pasal: Orang yang berkata, “Engkau tertalak kalau terbukti berbicara dengan Zaid dan Umar” atau berkata, 47
Pasal: Jika seseorang bersumpah, akan melakukan sesuatu, 48
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Jika seseorang bersumpah, tidak akan mengenakan pakaian, 49
Pasal: Orang yang melakukan sesuatu yang diwajibkan kepadanya dari sumpahnya. 50
Pasal: Jika seseorang memperoleh pemberian dari istrinya berupa pakaian, 50
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Seandainya seseorang bersumpah, 51
Pasal: Jika orang tersebut memenuhi sumpahnya dengan hadiah atau lainnya atau berkumpul dengan istrinya di tempat yang tidak disebut rumah, 53
Pasal: Orang yang bersumpah, tidak akan memasuki sebuah rumah untuk menemui istrinya, 53
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Jika seseorang bersumpah memukul budaknya keesokan harinya, 55
Pasal: Jika ada yang bersumpah, “Demi Allah, sungguh aku benar- benar akan meminum air dari cangkir besok” 60
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Jika seseorang bersumpah tidak akan berbicara dengan seseorang, 60
Pasal: Orang yang bersumpah, tidak akan berbicara dengan orang lain haqban. 62
Pasal: Orang yang bersumpah, tidak akan berbicara dengan orang lain selama satu zaman atau satu waktu atau satu abad 63
Pasal: Jika seseorang bersumpah, tidak akan berbicara dengan orang lain selama satu masa (ad-dahr) atau satu abad (al abad) atau satu zaman (az-zamaan), 64
Pasal: Jika seseorang bersumpah, tidak akan berbicara dengan orang lain selama beberapa hari, 65
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Jika seseorang bersumpah, 66
Pasal: Jika sumpah yang diucapkan tidak berkenaan dengan mengqadha hak, 67
Pasal: Orang yang bersumpah, tidak akan menjual bajunya seharga sepuluh, 68
Pasal: Orang yang bersumpah benar-benar akan menyelesaikan haknya besok, 69
Pasal: Jika seseorang bersumpah, akan menyelesaikan hak orang lain pada permulaan hilal 71
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Jika seseorang bersumpah, tidak akan menenggak air dari wadah ini, 72
Pasal: Orang yang bersumpah, tidak akan meminum air sungai Eufrat, 74
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Jika seseorang berkata, ‘Demi Allah, aku tidak akan meninggalkanmu sampai aku mengambil semua hakku darimu’, 75
Pasal: Orang yang berkata, “Engkau tidak boleh berpisah dariku sampai aku menyelesaikan pemenuhan hakku darimu.” 80
Pasal: Sumpah orang yang mengatakan, kita tidak boleh berpisah, kemudian orang yang disumpahi lari dari orang yang bersumpah. 80
Pasal: Jika seseorang bersumpah, aku tidak akan berpisah denganmu sampai aku memenuhi hakmu, 81
Pasal: Perpisahan dalam semua kasus di atas adalah perpisahan menurut ukuran masyarakat pada umumnya. 81
Masalah: Abu Al Qasim, “Jika seseorang bersumpah, tidak akan keluar kecuali dengan izin orang lain, 82
Pasal: Jika sang suami berkata, “Jika engkau keluar tanpa izinku, maka engkau ditalak”, 85
Pasal: Orang yang bersumpah kepada istrinya, engkau tidak boleh keluar dari rumah ini kecuali dengan izinku, 88
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Jika seseorang bersumpah, tidak akan menyantap ruthab (kurma mengkal atau basah) ini, 90
Pasal: Orang yang berkata, “Demi Allah, aku tidak akan berbicara dengan Sa’d, suaminya Hindun atau tuan Shabih 94
Pasal: Ketika orang yang bersumpah meniatkan sumpahnya untuk salah satu dari semua hal disebutkan di atas, 94
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Jika seseorang bersumpah, aku tidak akan memakan tamr, 95
Pasal: Jika seseorang bersumpah, tidak akan menyantap inab (buah anggur matang), 95
Pasal: Jika seseorang bersumpah, “Demi Allah, aku tidak akan makan ruthab”, 96
Pasal: Orang yang bersumpah, tidak akan minum susu, 97
Pasal: Orang yang bersumpah, tidak akan menyantap gandum syair, 98
Pasal: Jika seseorang bersumpah, tidak akan menyantap buah, maka dia dinilai telah melanggar sumpah 99
Pasal: Adapun mentimun, labu, terong termasuk sayur-sayuran bukan buah-buahan, sedangkan semangka 101
Pasal: Orang yang bersumpah, tidak akan menyantap lauk (udum). 101
Pasal: Orang yang bersumpah, tidak akan menyantap makanan, 104
Pasal: Orang yang bersumpah, tidak akan menyantap makanan pokok, 107
Pasal: Orang yang bersumpah, tidak akan memiliki harta. 108
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Jika seseorang bersumpah, tidak akan mengonsumsi daging, 111
Pasal: Orang yang bersumpah tidak akan memakan daging tidak dinilai melanggar sumpah ketika memakan ilyah. 112
Pasal: Jika orang yang bersumpah menyantap maraq (daging kuah), maka dia dinilai belum melanggar sumpah. 114
Pasal: Jika orang yang bersumpah tidak akan mengonsumsi daging menyantap kepala atau kaki, 115
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Jika seseorang bersumpah, tidak akan mengonsumsi gajih, 116
Pasal: Orang yang bersumpah tidak akan mengonsumsi gajih, lalu dia menyantap bagian ilyah. 117
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Jika seseorang bersumpah, tidak akan akan mengonsumsi daging, 118
Pasal: Orang yang bersumpah seperti itu mengonsumsi daging yang diharamkan seperti daging bangkai, 120
Pasal: Pembagian Al Ism (kata benda) 121
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Jika seseorang bersumpah, tidak akan mengonsumsi suwaiq, 131
Pasal: Orang yang bersumpah, tidak akan minum sesuatu, kemudian dia menghisap sesuatu dan melemparkannya atau membuangnya. 134
Pasal: Orang yang bersumpah, akan makan satu kali. 135
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Orang yang bersumpah akan menjatuhkan talak, untuk tidak makan tamr, 136
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Seandainya seseorang bersumpah akan memukul orang lain sebanyak sepuluh kali cambukan, 137
Pasal: Orang yang bersumpah seperti itu dinilai belum memenuhi sumpahnya sampai dia memukuli orang tersebut dengan pukulan 141
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Jika seseorang bersumpah tidak akan berbicara dengan orang lain, 141
Pasal: Orang yang bersumpah tidak akan berbicara dengan orang lain memberi isyarat. 145
Pasal: Orang yang bersumpah tadi berbicara dengan orang yang disumpahi untuk keperluan menyampaikan isi sumpahnya 148
Pasal: Orang yang bersumpah tadi memanggil orang yang disumpahi itu, namun yang dipanggil tidak mendengar panggilan tersebut lantaran sibuk atau lalai. 148
Pasal: Orang yang bersumpah tidak akan berbicara dengan orang lain, lalu dia memberi salam kepada objek yang disumpahinya. 150
Pasal: Orang yang bersumpah tidak akan berbicara dengan orang lain, kemudian sumpah itu sampai kepada pihak yang disumpahi. 152
Pasal: Orang yang bersumpah tidak akan berbicara dengan orang lain, kemudian dia shalat dengan pihak yang disumpahi itu sebagai imam, 153
Pasal: Orang yang bersumpah tidak akan berbicara, kemudian dia membaca. 153
Pasal: Orang yang bersumpah, tidak akan berbicara selama tiga hari atau tiga malam. 156
Pasal: Orang yang bersumpah tidak akan menjamin sebuah harta, kemudian dia memberi jaminan dengan tubuh manusia. 157
Pasal: Orang yang bersumpah tidak akan menggunakan lagi seorang budak, kemudian budak itu melayaninya sedangkan orang tersebut hanya diam, 158
Pasal: Orang yang bersumpah atas nama Allah tidak akan melakukan sesuatu, lalu ada yang mengatakan kepadanya, 159
Pasal: Orang yang berkata, “Sumpah-sumpah transaksi jual beli mengharuskanku”. 160
PEMBAHASAN NADZAR 163
Pasal: Nadzar tidak disunahkan karena dalam riwayat Ibnu Umar, 165
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Orang yang bernadzar untuk taat kepada Allah maka dia hendaknya menyempurnakannya, 165
Pasal: Nadzar adalah perbuatan taat, dan hendaknya dilaksanakan dengan perbuatan taat, 181
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Barangsiapa bernadzar dengan mensedekahkan semua hartanya, 181
Pasal: Ketika seseorang bernadzar hendak memberi sedekah (sebagian kekayaan yang dia keluarkan karena berharap ridha Allah 185
Pasal: Tatkala seseorang bernadzar hendak menyedekahkan kekayaannya dalam jumlah tertentu, 186
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Apabila seseorang bernadzar hendak berpuasa, 187
Pasal: Apabila dia lemah karena halangan yang datang secara tiba-tiba, 190
Pasal: Apabila dia bernadzar selain puasa, contohnya shalat dan ibadah lain yang sejenis, 191
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Apabila seseorang bernadzar puasa, 192
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Tatkala seseorang bernadzar hendak berjalan kaki menuju Baitullah Al Haram, 193
Pasal: Lalu apabila seseorang bernadzar hendak menunaikan ibadah haji sambil berkendaraan, 198
Pasal: Tatkala seseorang bernadzar hendak berjalan kaki atau berkendaraan ke Baitullah, 200
Pasal: Tatkala seseorang bernadzar hendak berjalan kaki ke Tanah Suci atau lapangan luas yang masuk kawasan Tanah Suci, 201
Pasal: Apabila seseorang bernadzar hendak berjalan kaki ke Baitullah 203
Pasal: Apabila seseorang bernadzar hendak berjalan kaki ke Masjid Nabi g atau Masjidil Aqsha, 204
Pasal: Tatkala seseorang bernadzar shalat di Masjidil Haram, 206
Pasal: Apabila dia membatalkan (tidak memenuhi persyaratan sah ibadah haji) haji yang dinadzari dengan cara berjalan kaki, 207
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Tatkala seseorang bernadzar hendak memerdekakan seorang budak (raqabah), 207
Pasal: Tatkala seseorang bernadzar hendak menyembelih hewah hadyu 209
Pasal: Apabila seseorang bernadzar menyembelih hewan hadyu, maka dia wajib mengantarkannya 212
Pasal: Apabila seseorang bernadzar hendak mempersembahkan hewan hadyu ke selain Makkah, 213
Pasal: Apabila seseorang bernadzar menyembelih hewan di Makkah, 215
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Tatkala seseorang bernadzar puasa sebanyak satu bulan 215
Pasal: Ada dua riwayat yang diriwayatkan dari Ahmad tentang kasus seseorang yang bernadzar hendak menunaikan ibadah haji tahun ini, 218
Pasal: Apabila seseorang berkata, “Berpuasa sebanyak satu bulan wajib bagiku terhadap Allah.”, 218
Masalah: Abu Al Qasim Al Khiraqi berkata: Tatkala seseorang bernadzar hendak berpuasa pada hari si fulan tiba dari bepergian jauh, 219
Pasal: Apabila seseorang berkata, “Puasa pada hari raya ini wajib bagiku terhadap Allah”, 224
Masalah: Abu Al Qasim Al Khiraqi berkata: Apabila kedatangan si fulan bertepatan dengan satu dari beberapa hari Tasyriq , 225
Pasal: Apabila seseorang berkata, “Puasa pada hari kedatangan si fulan wajib bagiku terhadap Allah selamanya”, 226
Pasal: Tatkala seseorang bernadzar hendak berpuasa selama satu tahun tertentu, maka bulan Ramadhan tidak masuk dalam nadzarnya. 228
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Apabila seseorang bernadzar hendak berpuasa satu bulan berturut-turut, 231
Pasal: Apabila dia telah menjalankan puasa satu bulan sejak awal bulan, 233
Pasal: Apabila seseorang bernadzar puasa satu bulan lamanya, 234
Pasal: Tatkala seseorang bernadzar puasa beberapa bulan lamanya secara berturut-turut, 237
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Tatkala seseorang bernadzar hendak berpuasa satu bulan tertentu (Sya’ban misalnya), 238
Pasal: Lalu apabila dia mendadak gila di sepanjang waktu satu bulan yang telah ditentukan untuk menunaikan nadzar, 240
Pasal: Kalau seseorang berkata, “Ibadah haji pada tahun dimana aku hidup ini wajib bagiku terhadap Allah”, 241
Pasal: Kalau seseorang bernadzar puasa satu bulan tertentu (Rajab misalnya), 242
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Apabila seseorang bernadzar hendak berpuasa lalu dia meninggal sebelum sempat menunaikan nadzarnya, 243
Pasal: Apabila seseorang bernadzar hendak melakukan thawaf (mengitari Baitullah) dengan keempat anggota tubuhnya, 248
Pasal: Apabila seseorang bernadzar puasa dalam waktu yang sangat lama, 249
Pasal: Bentuk pernyataan nadzar contohnya dia berkata, “Mengerjakan amal ibadah ini (puasa misalnya) wajib bagiku terhadap Allah” 250
PEMBAHASAN PERADILAN 252
Pasal: Penegakan hukum (Al Qadha‘) termasuk amal perbuatan fardhu kifayah. 254
Pasal: Dalam bidang penegakan hukum ini tersimpan ancaman yang berat dan dosa besar bagi orang yang tidak mampu 255
Pasal: Manusia dalam masalah bidang penegakan hukum ini terbagi tiga kelompok. 256
Pasal: Hakim boleh menerima tunjangan hidup. 260
Pasal: Jika kepala pemerintahan tertinggi (al imam) tinggal di ibukota negara, 262
Pasal: Tatkala imam hendak mengangkat seorang hakim, 263
Masalah: Abu Al Qasim berkata, Hakim tidak boleh diberi mandat kekuasaan kehakiman sampai dengan dia menyandang status orang yang balig, 266
Pasal: Hakim tidak disyaratkan harus seorang yang pandai tulis-menulis (katib; sekretaris). 276
Pasal: Seharusnya hakim harus seorang yang tegas (kuat), tetapi tidak keras atau kasar, 276
Pasal: Seorang hakim boleh menghardik pihak yang berselisih, ketika dia menolak untuk diadili, 277
Pasal: Apabila imam hendak mengangkat seseorang untuk melaksanakan tugas kehakiman (urusan hukum dan pengadilan), 278
Pasal: Tatkala hakim telah duduk di persidangannya, 284
Pasal: Kemudian hakim memeriksa perkara yang berhubungan dengan para penerima wasiat. 290
Pasal: Kemudian hakim memeriksa perkara terkait para wali amanah yang diangkat hakim. 292
Pasal: Kemudian hakim memeriksa perkara terkait urusan pengelolaan sesuatu yang terpisah dari pemiliknya (adh-dhawal) dan barang temuan, 292
Masalah: Abu Al Qasim Al Khiraqi berkata: Hakim sebaiknya tidak mengadili perkara di antara dua 293
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Tatkala hakim menghadapi perkara yang menyulitkan dirinya dalam memberikan putusan hukum jenis perkara tersebut, 295
Pasal: Musyawarah di sini tujuannya adalah untuk menggali berbagai sumber hukum yang menjadi landasan pertimbangan putusan hukum 299
Pasal: Para pengikut madzhab kami menyatakan, “Dianjurkan para ulama dari berbagai madzhab ikut hadir di pengadilan 300
Pasal: Seharusnya hakim menghadirkan para saksi yang dia butuhkan keterangannya di pengadilan, 301
Pasal: Tatkala hakim menemukan persoalan baru yang muncul di persidangan, 302
Pasal: Tatkala muncul perkara baru, maka hakim harus memeriksanya dalam Kitabullah, 303
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Seorang hakim tidak boleh mengadili perkara berlandaskan pengetahuannya. 304
Pasal: Tidak ada perbedaan pendapat dalam hal bahwasanya seorang hakim dibolehkan mengambil putusan hokum 310
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Seorang hakim tidak dibolehkan membatalkan putusan hukum yang telah diambil 310
Pasal: Tatkala ijtihad seorang hakim mengalami perubahan sebelum memutuskan perkara, 316
Pasal: Seorang hakim tidak wajib meninjau kembali sejumlah keputusan hakim yang telah ditetapkan sebelumnya, 317
Pasal: Putusan hakim tidak membicarakan suatu perkara di luar sifat atau keadaan yang terkandung di dalamnya (tidak mencakup perkara yang batin), 319
Pasal: Tatkala seseorang mengadukan kejahatan orang lain kepada hakim, 323
Pasal: Pihak yang diadukan kepada hakim atas kejahatan yang dilakukannya 327
Pasal: Jika seseorang menggugat hakim yang telah dicopot jabatannya, 331
Pasal: Jika seseorang melayangkan gugatan terhadap dua orang saksi, 333
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Ketika seseorang yang identitasnya tidak dikenal oleh hakim memberikan kesaksian di hadapannya, 334
Pasal: Al Qadhi menyatakan, bahwa hakim harus mengetahui keislaman saksi. 341
Pasal: Tatkala seseorang yang tidak diketahui identitasnya memberikan kesaksian di depan hakim, 342

Masalah: Abu Al Qasim berkata: Apabila dua orang menyatakan adil saksi tersebut, 344
Pasal: Penilaian cacat dan adilnya saksi tidak dapat diterima kecuali bersumber dari dua orang. 344
Pasal: Tidaklah cukup hanya memberikan pernyataan, “Aku tidak mengetahui dirinya kecuali selalu berprilaku baik”. 347
Pasal: Para mujtahid madzhab kami menyatakan, “Pernyataan sifat adil saksi tidak dapat diterima 347
Pasal: Pernyataan cacatnya saksi tidak bisa diterima kecuali dapat dibuktikan dalam bentuk perbuatan. 348
Pasal: Tatkala pihak tergugat mampu mendatangkan bukti, 352
Pasal: Pernyataan cacat dan adil seorang saksi dari kaum perempuan tidak dapat diterima. 352
Pasal: Pernyataan cacatnya seorang saksi dari pihak yang berselisih tidak dapat diterima, 352
Pasal: Persaksian mereka yang tidak dikenal alamat tinggalnya tidak dapat diterima, 353
Pasal: Ahmad menyatakan, “Sebaiknya hakim mempertanyakan segala hal 354
Pasal: Hakim tidak dibenarkan menentukan para saksi, 354
Pasal: Tidak masalah hakim menasehati kedua orang saksi. 355
Masalah: Abu Al Qasim berkata: dan paniteranya adalah seorang yang adil, 357
Pasal: Tatkala dua pihak yang berselisih melaporkan kasusnya kepada hakim, 359
Pasal: Sebaiknya biaya pembelian kertas untuk mencatat berkas perkara gugatan 367
Pasal: Tatkala dua pihak yang berselisih melaporkan kepada hakim, lalu salah seorang dari mereka menuturkan 367
Pasal: Jika ada seseorang menuntut hakim, 369
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Hakim tidak diperkenankan menerima hadiah dari seseorang, 370
Pasal: Sedangkan praktik suap dalam kasus hukum dan suap yang diterima seorang pejabat, hukumnya haram tanpa ada perbedaan pendapat. 372
Pasal: Tidak patut bagi seorang hakim melakukan praktik jual beli secara langsung. 374
Pasal: Hakim boleh menghadiri undangan walimah. 376
Pasal: Hakim boleh menengok orang sakit, menyaksikan jenazah, 377
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Seorang hakim harus bersikap adil di antara kedua pihak yang berselisih, 378
Pasal: Tatkala para pihak yang mendatangi hakim jumlahnya amat banyak, 384
Pasal: Jika para musafir dan para pihak yang bertempat tinggal menetap datang secara bersamaan, 386
Pasal: Ketika kedua pihak maju ke depan hakim secara bersamaan, 388
Pasal: Hakim tidak boleh menerima gugatan kecuali perkara gugatan yang konkrit, kecuali dalam perkara wasiat dan pengakuan suatu perbuatan. 389
Pasal: Tatkala pihak penggugat telah menyampaikan gugatannya secara tuntas, 393
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Tatkala hakim memutuskan perkara seseorang yang berada di luar wilayah kerjanya, 404
Pasal: Jika hakim membuat surat tentang adanya saksi atau pengakuan berkenaan dengan utang, maka surat tersebut boleh diterima, 410
Pasal: Jika seseorang telah menerima haknya dari pihak terhukum, lalu pihak terhukum memohon kepada hakim yang telah memutuskan perkaranya, 412
Pasal: Surat dari hakim sebuah kota di perbatasan wilayah negara ke hakim kota di wilayah perbatasan lainnya, 413
Pasal: Konsep Pembuatan Surat Hakim 414
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Surat hakim tidak dapat diterima kecuali telah dipersaksikan di hadapan dua orang yang adil, 417
Pasal: Perubahan Keadaan Hakim 424
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Terjemahan bahasa orang asing yang mengajukan perkaranya kepada hakim 428
Pasal: Ketentuan yang berlaku dalam masalah pemberitahuan perkara, surat-menyurat, 431
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Tatkala seorang hakim telah dipecat, 431
Pasal: Sedangkan jika dia memberikan pernyataan pada saat dia masih berkuasa, 433
Pasal: Jika hakim memberikan informasi terkait putusan hukumnya di luar wilayah kerjanya, 435
Pasal: Tatkala imam telah mengangkat seorang hakim, kemudian dia meninggal dunia, maka hakim tersebut tidak terpecat dari jabatannya, 436
Pasal: Imam berhak mengangkat pejabat yang berwenang mengadili perkara 439
Pasal: Imam boleh melimpahkan kewenangan kepada hakim untuk mengadili perkara secara umum di wilayah kerja yang terbatas 441
Pasal: Tatkala imam memberikan pernyataan, “Siapa yang memeriksa perkara hukum yang berasal dari si fulan dan si fulan, 443
Pasal: Imam tidak boleh melimpahkan kewenangan mengadili perkara terhadap seseorang dengan syarat dia memberi keputusan perkara 444
Pasal: Jika imam melimpahkan kewenangan terhadap seseorang untuk mengangkat hakim, 445
Pasal: Hakim tidak dibolehkan memberi keputusan hukum untuk dirinya sendiri, 445
Pasal: Tatkala dua orang mengajukan persoalan hukum terhadap seseorang, 447
Pasal: Al Qadhi berkata, “Keputusan seseorang yang diminta memberi keputusan oleh mereka dalam semua perkara bersifat mengikat, 450
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Hakim boleh memberi keputusan perkara terhadap pihak yang tidak hadir, 451
Pasal: Hakim tidak boleh menjatuhkan keputusan kepada pihak yang tidak hadir, 454
Pasal: Jika ada saksi yang membuktikan kebenaran perbuatan pihak yang tidak hadir atau perbuatan pihak yang belum mukalaf (balig berakal), 455
Pasal: Kesimpulan yang tampak dari pernyataan Al Khiraqi, 456
Pasal: Sedangkan pihak tergugat yang bertempat tinggal menetap di daerah tersebut atau tak jauh dari daerah tersebut, 457
PEMBAHASAN PEMBAGIAN HAK MILIK BERSAMA 460
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Tatkala dua orang rekanan yang terlibat kepemilikan ruang terbuka (raba’) atau lainnya mendatangi hakim, 461
Pasal: Pembagian barang yang ditaksir menggunakan takaran dan timbangan dari berbagai jenis makanan dan jenis lainnya, 463
Pasal: Lalu jika di antara rekanan itu ada gabungan kepemilikan berupa kain, hewan, 464
Pasal: Pembagian (Qismah) adalah pemisahan hak milik dan membedakan salah satu dari dua bagian dari bagian yang lain. 467
Pasal: Persaksian dari pihak pembagi terkait pembagian hak milik dapat diterima jika dia bekerja secara sukarela, 469
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Kalau salah seorang dari kedua rekanan meminta rekanannya 469
Pasal: Ketika di antara dua orang terlibat kepemilikan sebuah blok hunian (superblok), 479
Pasal: Jika di antara kedua rekanan terlibat kepemilikan bersama sebuah superblok atau khan (tempat penginapan para musafir; hotel) yang sangat besar, 481
Pasal: Jika di antara mereka berdua terlibat kepemilikan sebidang tanah, yang dapat dilakukan pembagian, 483
Pasal: Jika di permukaan tanah tumbuh tanaman (anggur atau enjelai), 487
Pasal: Tatkala di antara kedua rekanan terlibat kepemilikan tanah, yang harganya mencapai seratus dinar, 489
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Tatkala hak milik bersama telah dilakukan pembagian, maka kesemua bagian dilakukan proses pengundian, 491
Pasal: Kedua rekanan diperkenankan melakukan pembagian sendiri, 499
Pasal: Imam harus menyediakan gaji pembagi dari baitul mal (APBN), 500
Pasal: Upah pembagian itu dibagi di antara mereka berdua, sekalipun salah seorang dari mereka berdua adalah pihak yang menuntut pembagian tersebut. 502
Pasal: Jika salah seorang dari kedua orang yang telah menerima bagian menggugat bahwasanya telah terjadi kesalahan dalam proses pembagian, 502
Pasal: Tatkala kedua rekanan telah mendapatkan bagian masing-masing, 505
Pasal: Jika pada perolehan salah seorang dari mereka terlihat ada cacat yang tidak dia ketahui sebelum pembagian, 507
Pasal: Jika kedua rekanan menuntut pembagian dua buah superblok. 508
Pasal: Tatkala para ahli waris telah membagi-bagi harta peninggalan si mayit, 509
Pasal: Jika salah seorang dari kedua rekanan meminta memanfaatkan hak milik bersama secara suka rela 510
Pasal: Ahmad, dalam masalah sekelompok orang yang melakukan pembagian sebuah superblok, 513
Pasal: Ahmad berkata, “Seorang ayah dan penerima wasiat berhak melakukan pembagian kekayaan seorang anak kecil bersama rekanannya. 515
Pasal: Kekuasaan kehakiman tidak mencukupi kecuali berdasarkan pengangkatan imam atau pemberian jabatan tersebut oleh imam kepadanya. 516
Pasal: Abu Al Qasim berkata: Hakim harus memberikan pesan kepada para wakil dan sejumlah orang tertentu di depan pintunya 517
Pasal: Ibnu Al Mundzir berpendapat, “Hakim makruh mengeluarkan fatwa dalam berbagai masalah hukum.” 518
KITAB KESAKSIAN 519
Pasal: Kesaksian dan pelaksanaannya diindikasikan memiliki hukum fardhu kifayah 521
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Tidak diterima kesaksian dalam urusan zina kecuali dari empat orang lelaki yang adil, merdeka, dan muslim.” 525
Pasal: Tentang pengakuan berbuat zina 526
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Tidak diterima kesaksian atas apa yang dilihat oleh kaum pria yang kurang dari dua 527
Pasal: Al i’sar (yang sulit membayar utang atau tanggungan lainnya) 530
Pasal: Dua macam (perkara; uqubah [yaitu hudud dan qishash] dan bukan uqubah [seperti nikah dan thalak]) 531
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Tidak diterima (kesaksian) dalam urusan harta kurang dari seorang lelaki dan dua wanita, 533
Pasal: Mayoritas ulama berpendapat bahwa ketetapan (urusan) harta bagi penuntutnya harus berlandaskan pada seorang saksi dan sumpah 535
Pasal: Al Qadhi berkata, “Dibolehkan bagi seseorang bersumpah terhadap sesuatu yang tidak dibenarkan menggunakan kesaksian terhadapnya, 539
Pasal: Seluruh tempat (berbagai urusan) dapat menerima seorang saksi laki-laki dan sebuah sumpah, 540
Pasal: Ahmad berkata, “Sunnah telah menetapkan bahwa hendaknya (seorang hakim) memberikan putusan dengan sebuah sumpah 540
Pasal: Kesaksian dua orang wanita dan sumpah seorang penuntut tidak dapat diterima 541
Pasal: Apabila seorang lelaki menuduh lelaki lainnya telah mencuri (harta) sampai nishab dari tempat pengamanannya (hirz), 541
Pasal: Jika seorang budak perempuan mengaku kepada seorang laki-laki bahwa dia adalah ibu dari anak laki-laki tersebut, 544
Pasal: Apabila seorang lelaki mengaku telah memmberikan hak khulu’ kepada istrinya, namun istrinya mengingkarinya 545
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Kesaksian seorang wanita yang adil dapat diterima terhadap segala sesuatu yang tidak dapat ditilik (dilihat) 545
Pasal: Apabila ini shahih, maka setiap tempat yang kami katakan diterima di dalamnya kesaksian kaum wanita secara menyendiri, 547
Pasal: Apabila seorang lelaki bersaksi dalam urusan tersebut 550
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Siapa saja yang mendapatkan kewajiban untuk memberikan kesaksian, 550
Pasal: Barangsiapa memiliki (hak) kifayah, maka dia tidak berhak untuk mengambil upah atas kesaksiannya, 552
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Segala sesuatu yang didapati oleh seseorang, 553
Pasal: Apabila dia mengenali yang dipersaksikannya, baik namanya, orangnya (matanya), maupun nasabnya. 556
Pasal: Kedudukan wanita sebagaimana kedudukan lelaki, 556
Pasal: Apabila saksi mengetahui khatnya, namun dia tidak menyebutkan bahwa dia bersaksi dengan hal tersebut 558
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Berbagai kabar yang muncul berkenaan sesuatu dan informasinya memberikan ketetapan di dalam hati, 559
Pasal: Apabila di tangan seseorang terdapat sebuah rumah atau tempat tinggal, 564
Pasal: Apabila seseorang mendengar seorang lelaki berkata kepada seorang anak, “Ini anakku!” 565
Pasal: Apabila dua orang yang adil bersaksi bahwa si fulan meninggal dengan meninggalkan si fulan, 566
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa dari kalangan pria atau wanita, 567
Pasal: Secara zhahir perkataan Al Khiraqi menunjukkan bahwa kesaksian orang badui atas orang desa, 576
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Adil adalah orang yang tidak tampak dari dirinya sebuah keraguan.” 577
Pasal: Dari segi permainan; seluruh permainan yang di dalamnya terdapat taruhan 583
Pasal: Catur kedudukannya sama seperti dadu dalam pengharamannya 585
Pasal: Orang yang bermain burung merpati dengan menerbangkannya 589
Pasal: Perlombaan yang disyariatkan adalah menggunakan kuda atau hewan lain 590
Pasal: Pembahasan tentang Hiburan 591
Pasal: Perbedaan pendapat dalam hal nyanyian 596
Pasal: Al huda —nyanyian orang yang mengendarai unta dalam perjalanan— hukumnya mubah, 600
Pasal: Syair kedudukannya seperti perkataan, baiknya seperti baiknya perkataan, dan buruknya seperti buruknya perkataan 601
Pasal: Membaca Al Qur‘an dengan Dilagukan 607
Pasal: Tidak diterima kesaksian ath-thufaili (orang yang datang ke acara jamuan makan tanpa diundang) 612
Pasal: Siapa saja yang meminta, padahal dia tidak dihalalkan untuk meminta, dan dia sering melakukan hal tersebut 612
Pasal: Siapa saja yang melakukan sesuatu hal furu’ yang masih menjadi perdebatan di kalangan ulama, 614
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Dibolehkan kesaksian orang-orang kafir dari kalangan Ahli Kitab 616
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Tidak dibolehkan kesaksian mereka (orang kafir dari Ahli Kitab) dalam urusan lainnya (selain wasiat).” 622
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Tidak diterima kesaksian orang yang berperkara, 625
Pasal: Orang yang bersaksi atas seorang lelaki dengan suatu hak (kebenaran), lalu orang yang dipersaksikan itu menuduhnya 627
Pasal: Apabila seorang teman bersaksi untuk temannya dalam urusan yang mereka tidak berserikat di dalamnya, 630
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Tidak diterima kesaksian orang yang dikenal sering melakukan kekeliruan dan lalai.” 631
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Diterima kesaksian orang yang buta apabila dia yakin dengan suara (yang didengarnya).” 631
Pasal: Apabila dia tahammul (menanggung) kesaksian atas suatu perbuatan, 634
Pasal: Tidak diterima kesaksian orang bisu dalam keadaan apa pun 635
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Tidak dibolehkan kesaksian kedua orang tua serta garis keturunan ke atasnya 636
Pasal: Kesaksian (memberatkan) salah satu dari keduanya atas yang lainnya 639
Pasal: Apabila dua orang (anak) bersaksi dengan thalak ibu keduanya, atau tuduhan berzina suaminya untuk dirinya 640
Pasal: Kesaksian seorang lelaki untuk anaknya dari sepersusuan dibolehkan, begitu pula kesaksian untuk ayahnya dari sepersusuan 641
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Tidak diterima kesaksian seorang majikan untuk budaknya, tidak pula seorang budak untuk majikannya.” 641
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Tidak diterima kesaksian seorang suami bagi istrinya, dan kesaksian seorang istri bagi suaminya.” 642
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Kesaksian seorang saudara untuk saudaranya dibolehkan.” 644
Pasal: Kesaksian seorang paman (dari ayah) dan anaknya, 645
Pasal: Kesaksian seorang teman untuk temannya 645
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Kesaksian seorang budak dibolehkan dalam hal apa pun, 646
Pasal: Diterimanya kesaksian seorang budak dalam urusan-urusan selain hudud dan qishash 646
Pasal: Kesaksian (budak) tidak dapat diterima dalam urusan hudud, sementara dalam urusan qishash terdapat dua kemungkinan 649
Pasal: Diterimanya kesaksian seorang budak wanita sebagaimana diterimanya kesaksian seorang wanita merdeka dalam urusan tersebut 649
Pasal: Hukum mukatib (seorang budak berjanji membayar sejumlah harta kepada majikannya sebagai pengganti kebebasannya), 650
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Kesaksian seorang anak yang berzina dibolehkan dalam urusan zina dan lainnya.” 650
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila seorang pezina bertobat, maka kesaksiannya diterima.” 652
Pasal: Orang yang melakukan tuduhan (qadzaf) dalam pencelaan, maka kesaksian dan riwayanya ditolak hingga dia bertobat 657
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Tobatnya adalah mendustakan dirinya sendiri.” 658
Pasal: Setiap dosa mewajibkan pelakunya untuk bertobat dari perbuatan tersebut 660
Pasal: Secara zhahir perkataan Ahmad dan Al Khiraqi menunjukkan bahwa shalihnya amalan tidak dijadikan sebagai acuan 665
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa bersaksi dengan suatu kesaksian pada saat dia tidak adil, 668
Pasal: Apabila seorang majikan bersaksi untuk mukatibnya, 670
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Namun apabila dia tidak bersaksi dengan kesaksian tersebut 671
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Seandainya dia bersaksi dalam keadaan adil, 672
Pasal: Apabila keduanya memberikan kesaksian, sementara keduanya pada saat itu orang yang berhak (layak) memberi kesaksian, 674
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Kesaksian orang yang adil atas kesaksian orang yang adil dibolehkan dalam hal apa pun, 675
Pasal pertama: Kesaksian atas kesaksian dibolehkan menurut ijma ulama 675
Pasal kedua: Kesaksian tersebut diterima dalam urusan harta dan segala sesuatu yang tujuannya adalah harta 675
Pasal ketiga: Berkaitan dengan syarat-syaratnya, ada tiga syarat: 678
Pasal: Tata cara pelaksanaan jika dia telah memperhatikan kesaksian secara langsung 685
Pasal: Terdapat perselisihan riwayat dalam hal syarat khamis, yaitu laki-laki dalam saksi-saksi pendukung 686
Pasal: Setiap saksi dari dua saksi utama dibolehkan untuk bersaksi atas saksi pendukung 688
Pasal: Jika dua orang saksi utama telah bersaksi atas suatu kebenaran, kemudian dua orang saksi pendukung bersaksi atas kesaksian saksi utama yang lain 691
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Harus bersaksi atas orang yang telah didengarnya mengakui suatu kebenaran, 691
Pasal: Jika dua orang saksi telah menghadiri perhitungan antara dua orang 694
Pasal: Hak-hak terbagi menjadi dua jenis 694
Pasal: Barangsiapa memiliki kesaksian untuk manusia 696
Pasal: Lafazh kesaksian yang harus digunakan ketika menyampaikannya 698
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Kesaksian al mustakhfi’ dibolehkan jika dia orang yang adil.” 698
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika seseorang meninggal dunia dan meninggalkan dua orang anak serta uang dua ratus dirham, 700
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika seseorang meninggal dunia dan meninggalkan dua orang anak, 703
Pasal: Jika salah seorang anak si mayit telah bersumpah dengan saksinya 705
Warisan menjadi hak ahli waris 706
Pasal: Jika seorang mayit meninggalkan tiga orang anak dan dua orang ayah, 708
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa telah mengajukan suatu dakwaan dan menyebutkan bahwa buktinya itu jauh darinya, 715
Pasal: Apabila pendakwa telah meminta untuk mengurung terdakwa, 716
Pasal: Apabila pendakwa telah mendatangkan satu orang saksi, dan saksi itu tidak bersumpah dengannya, 717
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Sumpah yang menjadikan orang yang dipinta bersumpah 718
Pasal: Sumpah dianjurkan dalam hak setiap terdakwa, baik muslim maupun kafir, baik adil maupun fasik, baik perempuan maupun laki-laki 722
Terdakwa yang bukan muslim 724
Pasal: Ibnu Al Mundzir berkata, “Kami belum pernah menemukan ulama yang mewajibkan bersumpah dengan Al Qur`an 731
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Seorang pemberi utang harus bersumpah atas apa yang dimilikinya dengan cara tegas, 732
Pasal: Ibnu Abu Musa berkata, “Terdapat perselisihan pendapat Imam Ahmad tentang orang yang menjual sebuah barang kemudian pembelinya menunjukan adanya aib atau cacat pada barang itu, 735
Pasal: Barangsiapa diminta bersumpah dan dia jujur di dalamnya, atau ditujukan sumpah kepadanya 736
Pasal: Sumpah dusta untuk merampas harta saudaranya 739
Pasal: Barangsiapa didakwa berutang, sedangkan dia dalam kesusahan untuk membayarnya 741
Pasal: Sumpah seorang terdakwa harus sesuai jawabannya 742
Pasal: Tidak ada perwakilan dalam sumpah 744
Pasal: Apabila seseorang yang diharuskan bersumpah telah mundur dan berkata, “Aku mempunyai bukti yang dapat kutunjukkan, 744
Pasal: Apabila dia telah bersumpah kemudian berkata, “Insya Allah Ta’ala.” 750
Pasal: Apabila dia mendakwa seseorang berutang atau memiliki hak kepadanya 751
Pasal: Hak-hak itu terbagi menjadi dua macam: 751
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila dua orang dari empat orang saksi telah bersaksi bahwa orang ini telah menzinainya di rumah ini, 755
Pasal: Demikian pula semua kesaksian terhadap dua perbuatan, 757
Pasal: Apabila kesaksian itu terhadap satu perbuatan, 758
Pasal: Kesaksian atas suatu pengakuan, seperti salah seorang saksi bersaksi bahwa dia telah mengaku di hadapanku di Damaskus telah membunuh orang lain, 761
Pasal: Hukum dalam setiap kesaksian atas satu perkataan 764
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Seandainya telah datang empat orang saksi sedangkan hakim duduk di majelisnya dan telah memutuskan hukumnya, 765
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa (dua orang saksi) dengan kesaksian keduanya telah menghukumi seseorang dengan melukai atau membunuh, 766

Search
Search:
Login
Shopping Cart
shopping cart
Product Scroller
Information
Pembayaran


Others
free counters

© 1997 Pustaka Azzam - Penerbit Buku Islam Rahmatan

Indonesia Islamic Books Store


Toko Online