Penerbit Buku Islam Rahmatan - Pustaka Azzam
“Sesungguhnya sejelek-jeleknya binatang di sisi Allah adalah orang-orang yang tuli dan bisu (dalam menerima kebenaran), yaitu orang-orang yang tidak berakal.” (QS. Al-Anfal : 22)
Categories
News
16 Oktober 2019
SEGERA HADIR! Islamic Book Fair 2020
Hadirilah! Islamic Book Fair terbesar pada tanggal 26 Februari - 1 Maret 2020, Hall A&B Jakarta Convention Center (JCC) Senayan - Jakarta detail

23 April 2018
Tokopedia Pustaka Azzam
Pustaka Azzam hadir untuk Anda di Tokopedia, nikmati diskon-diskon specialnya, hanya di https://www.tokopedia.com/pustakaazzamm detail

» index berita
Newsletter
Testimonial
Geofani
Alhamdulillah bukunya cepat sekali sampainya, pesan kemarin kemudian hari esoknya langsung sampai.

Rusliansyah
Assalamu'alaikum Wr.Wb. Alhamdulillah, akhirnya siyar a'lam an-nubala' edisi lengkap (24 jld) telah seluruhnya di-laundhing. Dan, Insya Allah akan disusul madarijus-salikin edisi lengkap (7 jilid), y... detail

jaenal
Moga kebaikan selalu menyertai pustaka azzam yang sudah banyak berjasa dalam penerjemahan kitab-kitab ulama salaf, mohon kalo bisa terjemah juga kitab al muwafaqot imam assyatibi, kitab ini sangat ber... detail

Rusliansyah
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh... Buku-buku karangan Ibnul Jauzi dan Ibnu Al-Qayyim sangat bagus untuk tazkiyatun-nafs sesuai dengan manhaj salaf. Mohon kiranya dapat diterjemahkan buku-b... detail

Dewa. N
Assalamu\'alaikum. Mohon Pustaka Azzam terjemahkan kitab al Maudhu\'aat karangan Imam Ibnul Jauzi rahimahullah, berisi tentang hadits-hadits palsu yang banyak dipakai kaum Muslim. Saya perhatikan k... detail

Nuruddin
Assalamualaikum wr wb Saya minta di terjemahkan kitab mughni al muhtaj oleh syaikh ahmad khotib asy syarbini / kitab ianatuth tholibin oleh abu bakr asy syata sebab kitab tsb ssngat banyak di cari ol... detail

Fajar Syam
Bismillahirahmanirahim Pustaka azzam sangat menolong sekali bagi para penuntut ilmu dinusantara ini yang tdk terlalu mahir berbahasa arab seperti saya. Terima kasih sdh menterejemahkan buku buku Is... detail

Rangga Buana
Saya berharap pada Allāh Ta\'ala agarr pustaka azzam dapat menyelesaikan terjemahan2n bukunya yg belum selesai. Dan saran jangan dulu beralih ke buku yg lain bila buku sebelumnya belum selesai... detail

» lihat testimonial
» isi testimonial

»

#14 of 16 | prev product Prev - Next next product
printer email

product arrow Al Mughni jilid 14

Price Rp 173.000
Diskon Azzam
  • Diskon 15% dari total transaksi *

* dengan pembelian produk apapun minimal 1 Item(s)

Pembahasan:

KITAB UPETI 1
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “janganlah menerima upeti kecuali dari orang yahudi atau nasrani atau majusi apabila mereka adalah penduduk (di suatu Negara islam) yang telah disepakati oleh mereka.” 3
Pasal: Mereka termasuk ahlul dzimmah apabila mereka memenuhi 2 persyaratan: 11
1688. Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Selain daripada mereka memeluk islam atau diperangi.” 13
Pasal: Apabila orang-orang kafir tersebut sudah dinyatakan ahlul dzimmah karena mereka merasa dari ahlul kitab 15
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Upeti yang diambil dari mereka berdasarkan atas 3 tingkatan orang yang ekonominya paling bawah 15
Pasal: Batas kemampuan pada hak mereka apabila orang-orang menganggap bahwa dia adalah orang yang mampu atau kaya dan bukan berdasarkan tingkatan, 18
Pasal: Apabila mereka membayar upeti maka upeti tersebut harus diterima dan diharamkan memerangi mereka, 19
Pasal: Upeti diwajibkan apabila sudah sudah di akhir masa tempo, ini yang dikatakan oleh Asy-Syafi’i, 20
Pasal: Upeti tersebut diambil dari harta-harta mereka dan upeti yang diambil tidak ditetapkan emas atau perak, 20
Pasal: Tidak dibenarkan menyatakan seseorang ahli dzimmah dan hadnah kecuali dari seorang imam atau wakilnya, 21
Pasal: Diperbolehkan membuat persyaratan pada ahlul dzimmah apabila menjamu orang muslim yang datang kepada mereka, 21
Pasal: Al Qadhi menyebutkan bahwa apabila diajukan persyaratan dalam hal penjamuan tamu, 23
Pasal: Pembagian kunjungan tamu diantara mereka berdasarkan jumlah upeti mereka, 24
Pasal: Apabila diberikan persyaratan kepada ahlul dzimmah persyaratan yang tidak baik seperti memberikan persyaratan bahwa mereka tidak perlu membayar upeti, 25
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Tidak dikenakan upeti untuk bayi, orang yang tidak waras akalnya dan perempuan.” 26
Pasal: Apabila ada seorang perempuan membayar upeti padahal sudah diberitahukan kepadanya bahwa perempuan tidak dikenakan upeti, 26
Pasal: Apabila anak-anak ahlul dzimmah tersebut sudah mulai dewasa dari orang-orang yang sakit sudah sembuh 28
Pasal: Bagi orang yang gila dan kemudian sembuh maka baginya ada 3 keadaan: 29
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Dan tidak diwajibkan untuk orang fakir.” 30
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Dan tidak diwajibkan untuk orang yang tua renta, orang yang sakit selama bertahun-tahun, dan orang yang buta.” 32
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Dan tidak diwajibkan kepada seorang budak apabila tuannya itu seorang muslim.” 32
Pasal: Dan yang lainnya adalah orang yang merdeka dan madzhab mengkiaskan bahwa dia wajib membayar upeti 33
Pasal: Tidak diwajibkan kepada pendeta untuk membayar upeti, 34
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Orang yang diwajibkan baginya untuk membayar upeti 34
Pasal: Apabila seorang ahlul dzimmah wafat setelah genap setahun maka kewajibannya membayar upeti 36
Pasal: Tidak diperbolehkan menumpuk-numpuk pembayaran upeti akan tetapi apabila upeti tersebut belum dibayar selama 2 tahun 37
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila dia memerdekakan, maka dia wajib membayar jizyah, 38
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Upeti tidak diambil dari orang nasrani Bani Tughlab sedangkan zakat diambil dari harta-harta mereka 38
Pasal: Para ulama berpendapat: sedekah akan diambil secara berlipat dari harta orang yang diambil zakatnya 40
Pasal: Apabila orang-orang dari bani Tughlab membayar upeti akan tetapi dengan nama sedekah, 42
Pasal: Sedangkan orang-orang ahlul kitab baik dari yahudi maupun nasrani arab dan selain mereka maka upeti yang dibayarkan mereka diterima, 43
Pasal: Apabila seorang nasrani bani Tughlab berdagang dan keuntungannya melebihi sepersepuluh maka 46
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Dan hewan sembelihan mereka tidak dibolehkan untuk dimakan dan perempuan-perempuan mereka 46
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa dari ahlul dzimmah bepergian ke suatu negeri 48
Pasal: Maka dalam setahun yang diambil dari mereka hanya sekali, Ahmad mengatakan pada riwayat Jama’ah dari para ulama, 50
Pasal: Tidak diambil dari mereka selain dari harta dagangan, 51
Pasal: Riwayat tersebut berbeda-beda dari Ahmad apabila yang datang tersebut membawa khamar atau babi 53
Pasal: Dibolehkan mengambil nilai dari khamar dan babi dari mereka sebagai upeti dan pajak bumi mereka dengan dalil dari perkataan Umar ini, 54
Pasal: Apabila seorang ahlul dzimmah yang datang akan tetapi dia memiliki hutang dengan jumlah tertentu 54
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “apabila masuk kepada kita seorang pedagang harbi dengan aman maka diambil darinya sepersepuluh.” 55
Pasal: Diambil sepersepuluh dari mereka dari setiap harta hasil dagangan pada perkataan Al-Kharqi, 56
Pasal: Diambil sepersepuluh dari setiap pedagang ahlul harbi dan setengah dari sepersepuluh dari setiap ahlul dzimmah 57
Pasal: Diambil hanya sekali dalam setahun dan tidak diambil apabila lebih sedikit dari 10 dinar, 58
Pasal: Tidak seorang ahlul harbi yang memasuki wilayah islam tanpa diberikan perlindungan, 58
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila perjanjiannya dibatalkan disebabkan telah melanggar persyaratan 60
Pasal: Daerah-daerah muslim terbagi menjadi 4: 64
Pasal: Barangsiapa dari ahlul dzimmah membangun maka tidak dibolehkan melarangnya kecuali apabila bangunan mereka lebih tinggi dari bangunan orang-orang muslim apabila bersebelahan, 67
Pasal: Tidak dibolehkan satu pun dari mereka menempati wilayah Hijaz, 69
Pasal: Dibolehkan mereka memasuki Hijaz untuk berdagang, 71
Pasal: Sedangkan wilayah Al Haram maka tidak dibolehkan bagi mereka memasukinya, 73
Pasal: Sedangkan mesjid-mesjid yang sudah ditentukan maka tidak dibolehkan mereka untuk memasukinya tanpa seizing 76
Pasal: Yang diambil dari ahlul dzimmah terbagi menjadi 5 bagian: 77
Pasal: Apabila ditetapkan kepada mereka dzimmah maka akan ditulis nama-nama mereka dan nama orang tua mereka 79
Pasal: Apabila seorang imam wafat atau turun (dari jabatannya), 80
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa yang lari dari ahlul dzimmah ke dar Al Harbi 80
Pasal: Apabila suatu kelompon membatalkan status mereka sebagai ahlul dzimmah maka dibolehkan memerangi mereka dan membunuh mereka, 81
Pasal: Apabila seseorang ditetapkan sebagai ahlul dzimmah maka mereka harus dilindunginya oleh orang-orang muslim, 81
Pasal: Apabila bermasalah antara muslim dengan ahlul dzimmah maka masalah mereka harus diputuskan, 82
Pasal: Pengokohannya tidak dibolehkan dengan memberi mushaf dan hadits Nabi g 84
Pasal: Tidak boleh menghadirkan mereka didalam suatu majlis dan mendahului mengucapkan salam kepada mereka, 84
Pasal: Sebagian ahlul dzimmah mengatakan bahwa upeti tidak diwajibkan bagi mereka karena mereka memiliki surat dari Nabi 86
Pasal: Abu Al-Khitab berkata, “Mereka diuji ketika mengambil upeti. 86
Pasal: Imam Ahmad berkata tentang seseorang suami yang memiliki istri seorang nasrani, 88
KITAB HEWAN BURUAN DAN HEWAN SEMBELIHAN 91
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Apabila pemburu telah membacakan bismillah lalu ia melepaskan anjing atau macan peliharaannya yang terlatih, 94
Pasal: Apabila binatang pemburu meminum darah hasil buruannya dan tidak memakan apapun, 110
Pasal: Hewan-hewan yang ditangkap oleh binatang pemburu tidak diharamkan meski sebelumnya binatang itu memakan salah satu hewan tersebut. 111
Pasal: Semua jenis binatang buas yang dapat dilatih dan bisa digunakan untuk berburu hukumnya sama seperti hukum anjing yang terlatih, 113
Pasal: Apakah membasuh bekas gigitan anjing pada hewan buruan diharuskan? 114
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Apabila seorang pemburu melepaskan burung elang atau semacamnya untuk berburu sesuatu, 114
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Hukum larangan memakan hasil buruan yang didapatkan oleh anjing hitam, yaitu anjing yang berwarna hitam legam, 116
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Apabila diketahui hasil buruannya masih hidup namun tidak disembelih secepatnya hingga hewan itu mati, 118
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Apabila tidak ada alat untuk menyembelih hewan yang masih hidup itu, 120
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Apabila pemburu melepaskan anjingnya, 122
Pasal: Apabila seorang pemburu muslim melepaskan anjingnya, lalu ada orang lain yang beragama majusi 124
Pasal: Apabila seorang pemburu muslim melepaskan anjingnya lalu ada seorang pemburu majusi yang juga melepaskan anjingnya, 127
Pasal: Apabila seorang pemburu majusi menggunakan anjing milik pemburu muslim untuk berburu, 127
Pasal: Apabila sejumlah pemburu melepaskan anjing-anjing mereka untuk berburu hewan buruan dengan masing-masing mengucapkan basmalah, 129
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Apabila seseorang telah mengucapkan basmalah dan melemparkan anak panahnya pada seekor hewan buruan, 130
Pasal: Apabila seorang pemburu melihat ada bayangan berkelibat atau mendengar sesuatu mendesis, 133
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Apabila seorang pemburu melepaskan panahnya pada seekor hewan buruan, 135
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Apabila seorang pemburu melepaskan panahnya pada seekor hewan buruan, 140
Pasal: Apabila seorang pemburu melepaskan anak panahnya dengan menyasar seekor burung yang berada di udara, 142
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Apabila seorang pemburu melepaskan panahnya dengan menyasar satu hewan buruan, 143
Pasal: Ahmad menyatakan: Tidak mengapa hukumnya berburu di malam hari. 144
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Apabila seorang pemburu melepaskan panahnya untuk menyasar seekor hewan buruan, 145
Pasal: Ahmad menyebutkan sebuah riwayat, dari Husyaim, dari Mansur, dari Hasan, 148
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Apabila seorang pemburu menancapkan arit/sabit di atas tanah sebagai senjatanya, 149
Pasal: Adapun hewan buruan yang ditangkap dengan menggunakan jaring atau perangkap tali, 151
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Apabila seorang pemburu berburu dengan menggunakan mi’radh (kayu atau bambu runcing), 151
Pasal: Semua alat berburu yang memiliki kesamaan bentuk dengan mi’radh, maka hukumnya juga sama, 153
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Apabila seorang pemburu melepaskan senjatanya hingga melukai seekor hewan buruan. 154
Pasal: Apabila seorang pemburu melepaskan panahnya untuk menyasar seekor hewan buruan, 155
Pasal: Apabila dua orang pemburu melepaskan panah mereka secara bersamaan untuk menyasar satu ekor hewan buruan, 159
Pasal: Apabila seorang pemburu melepaskan panahnya untuk menyasar seekor hewan buruan, 161
Pasal: Para ulama madzhab kami berpendapat, apabila seekor hewan buruan terperangkap di jaring atau tali seseorang, 161
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Apabila seseorang menumpang di atas sebuah kapal air, 164
Pasal: Apabila ikan yang melompat itu melakukan lompatannya sebagai reaksi dari perbuatan seorang pemburu yang bermaksud untuk memburu ikan tersebut, 165
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Hukum larangan memburu ikan dengan menggunakan sesuatu yang najis. 165
Pasal: Ahmad juga memakruhkan perburuan dengan menggunakan arak, dan juga segala sesuatu yang memiliki nyawa, 166
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Hukum larangan memakan hasil buruan orang murtad ataupun hewan yang disembelih olehnya, 167
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Barangsiapa yang tidak mengucapkan basmalah tatkala berburu, 167
Pasal: Pengucapan basmalah untuk penyembelihan dilakukan tepat di saat hendak menyembelih atau bisa juga sesaat sebelumnya sebagaimana niat pada saat thaharah. 170
Pasal: Apabila seorang pemburu telah mengucapkan basmalah untuk menyasar seekor hewan buruan, 171
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Apabila seekor unta melarikan diri dan pemiliknya tidak mampu untuk mengejarnya, 171
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Ahlul kitab memiliki status hukum yang sama dengan orang muslim untuk semua situasi di atas. 174
Pasal: Pembolehan itu berlaku untuk semua kaum muslimin, dan juga ahlul kitab, baik itu yang fasik ataupun tidak. 175
Pasal: Pembolehan itu juga berlaku untuk kafir harbi (perang) ataupun kafir zimmi (damai), 176
Pasal: Apabila seorang ahlul kitab memiliki orang tua yang berbeda agamanya, 177
Pasal: hewan yang disembelih diperuntukkan sebagai persembahan acara hari besar atau tempat ibadah mereka. 178
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Hukum larangan memakan hewan buruan yang tewas dengan menggunakan peluru timah atau batu, 180
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Hukum larangan memakan hasil buruan orang majusi dan juga sembelihannya, 182
Pasal: Hukum hewan buruan ataupun hewan yang disembelih oleh orang-orang kafir lainnya selain ahlul kitab 186
Pasal: Makanan lain yang dibuat oleh orang majusi tidak ada larangan untuk memakannya 186
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Hukum pembolehan memakan ikan yang sudah mati, 187
Pasal: Memakan bangkai belalang hukumnya diperbolehkan menurut ijma para ulama. 190
Pasal: Diperbolehkan untuk memakan belalang secara keseluruhan dengan segala isi perutnya. 191
Pasal: mengenai ikan yang dibakar di atas api 192
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Penyembelihan, untuk hewan buruan yang tertangkap dalam keadaan hidup atau hewan peliharaan, 193
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Hukum dianjurkannya menyembelih dengan cara nahar untuk unta, 199
Pasal: Disunnahkan agar penyembelihan dilakukan dengan pisau yang sudah ditajamkan, 201
Pasal: hewan masburah dan mujassamah 202
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Apabila hewan yang seharusnya disembelih dengan cara nahar tapi disembelih dengan cara dzibih, 203
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Apabila seseorang menyembelih seekor hewan dan telah memotongnya, 205
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Apabila seseorang salah dalam melakukan penyembelihan seekor hewan, 206
Pasal: Apabila seseorang menyembelih seekor hewan melalui tengkuknya secara sengaja, 207
Pasal: Menyembelih seekor hewan melalui tengkuknya. 209
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Penyembelihan terhadap hewan betina yang sedang mengandung 209
Pasal: Meskipun tetap halal untuk dimakan tanpa disembelih terlebih dahulu, 212
Pasal: Apabila janin itu keluar dalam keadaan hidup dengan nyawa yang stabil dan dimungkinkan untuk disembelih, 213
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Hukum larangan memotong bagian anggota tubuh hewan yang disembelih 213
Pasal: Makruh hukumnya untuk menguliti hewan yang baru disembelih sebelum hewan itu membeku 214
Pasal: Apabila seseorang memotong bagian tubuh hewan yang masih dalam keadaan hidup dengan nyawa yang stabil, 215
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Penyembelihan dapat dilakukan oleh siapapun yang mampu untuk melakukannya, 215
Pasal: Apabila seorang ahlul kitab menyembelih hewan yang diharamkan oleh Allah c kepada umat mereka, 219
Pasal: Apabila seorang ahlul kitab menyembelih hewan yang dihalalkan, namun ia mengira bahwa hewan itu diharamkan baginya, 220
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Apabila orang yang menyembelih merupakan penyandang tuna wicara (bisu), 221
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Apabila seseorang dalam keadaan junub (berhadats besar), 222
Pasal: Hewan yang mati akibat tercekik, atau dipukul, atau jatuh, 223
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Hewan-hewan yang diharamkan adalah hewan-hewan yang ditetapkan oleh Allah 227
Pasal: Landak juga diharamkan. 230
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Atas dasar sunnah Nabi 231
Pasal: Baghal (hasil kawin silang antara kuda dengan keledai) juga diharamkan menurut ulama yang mengharamkan keledai jinak, 233
Pasal: Susu yang dihasilkan dari keledai juga hukumnya haram, menurut sebagian besar ulama. 234
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Semua binatang buas yang memiliki taring hukumnya juga diharamkan. 234
Pasal: Diharamkan pula memakan kera dan memperjual belikannya. 236
Pasal: Diharamkan pula untuk memakan musang, rase, 237
Pasal: Mengenai hukum memakan rubah, 238
Pasal: Diharamkan pula untuk memakan gajah. 239
Pasal: Adapun untuk beruang, 240
Pasal: Diharamkan pula hewan-hewan pemakan bangkai, seperti burung nadzar, 242
Pasal: Diharamkan pula untuk memakan burung layang-layang, burung walet, dan kelelawar. 243
Pasal: Selain hewan-hewan yang telah kami sebutkan di atas, maka hukumnya boleh dimakan, 244
Pasal: Dihalalkan pula segala jenis kuda, 245
Pasal: Kelinci juga dihalalkan. 247
Pasal: Dihalalkan pula memakan marmut (sejenis kelinci berwarna abu-abu hitam). 248
Pasal: hukum memakan terwelu (masih sebangsa kelinci) 248
Pasal: Semua jenis unggas hukumnya halal kecuali beberapa burung yang kami sebutkan. 249
Pasal: Para ulama sepakat bahwa kemakruhan dari hewan yang memakan najis termasuk unta julalah dapat gugur dengan memeliharanya. 253
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Semua jenis burung yang memiliki cakar kuku yang dapat mencengkeram 240
Pasal: Mengendarai unta julalah juga dimakruhkan. 254
Pasal: Diharamkan memakan buah atau hasil tanaman yang diirigasi dengan air najis atau dirabuk dengan pupuk yang najis. 255
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Barangsiapa yang berada di dalam situasi darurat hingga terpaksa memakan bangkai, 256
Pasal: Apabila seseorang dalam keadaan darurat, apakah ia diwajibkan untuk memakan bangkai tersebut atau tidak? 258
Pasal: Hal-hal yang diharamkan menjadi boleh dikonsumsi ketika dalam keadaan darurat, 260
Pasal: orang yang sedang dalam keadaan darurat pada suatu perjalanan yang niatnya berbuat maksiat 261
Pasal: Apakah orang yang sedang dalam keadaan darurat boleh menambah lebih dari satu bangkai? 262
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Barangsiapa yang melihat buah- buahan, 263
Pasal: Untuk hasil pertanian, 267
Pasal: Terkait dengan pemerahan susu hewan ternak, 268
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Barangsiapa yang sedang dalam keadaan darurat menemukan ada bangkai hewan 270
Pasal: Apabila seseorang yang sedang dalam keadaan darurat bertemu dengan orang lain yang mau memberinya makan dan minum, 271
Pasal: Apabila seseorang yang sedang dalam keadaan darurat bertemu dengan orang lain yang memiliki makanan, 271
Pasal: orang yang sedang berihram mengalami keadaan darurat dan menemukan ada bangkai hewan serta hewan buruan. 272
Pasal: Apabila seseorang yang sedang berihram menyembelih seekor hewan buruan karena mengalami keadaan darurat, 274
Pasal: Apabila seseorang yang mengalami keadaan darurat tidak dapat menemukan apapun untuk dimakan, 274
Pasal: Apabila seorang yang sedang mengalami keadaan darurat tidak menemukan apa-apa selain manusia yang diharamkan darahnya, 275
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Apabila tidak ada makanan lain yang dapat dimakan kecuali sebuah makanan milik orang lain 276
Pasal: Apabila kelaparan sudah semakin meluas di suatu musim paceklik hingga kedaruratan menimpa begitu banyak orang, 278
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Tidak ada larangan untuk memakan dhab (hewan melata lebih kecil dari biawak namun lebih besar dari kadal). 280
Pasal: Begitu pula dengan hukum hyena. 282
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Larangan untuk memakan tiryaq (semacam obat penawar racun), 284
Pasal: Tidak diperkenankan bagi umat Nabi Muhammad untuk berobat dengan yang haram, 284
Pasal: Dihalalkan untuk memakan buah atau makanan lain yang terdapat ulat di dalamnya, 285
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Larangan untuk memakan hewan buruan yang dipanah dengan panah beracun, 285
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Larangan untuk memakan hewan yang bertempat tinggal di air 286
Pasal: Adapun hewan-hewan lain yang tidak dapat hidup kecuali di dalam air, 288
Pasal: Semua hewan buruan yang berasal dari air (laut atau lainnya) juga dihalalkan, kecuali katak. 289
Pasal: Anjing laut itu halal dimakan. 291
Pasal: Hukum Belut 292
Pasal: hukum memakan ikan yang berada di perut ikan lainnya, atau berada di perut seekor burung laut, 292
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Apabila suatu yang najis terjatuh pada cairan tertentu seperti minyak atau yang lain, 293
Pasal: Lemak bangkai dan lemak babi tidak boleh dimanfaatkan untuk penerangan ataupun yang lainnya. 297
Pasal: Apabila sebuah lentera dinyalakan dengan minyak yang najis, maka asapnya pun najis, 298
Pasal: Adonan roti yang terdapat tikus. 298
Pasal: memberikan bangkai sebagai makanan anjing atau burung yang dilatih untuk berburu. 299
Pasal: makruh hukumnya memakan tanah. 300
Pasal: Dimakruhkan pula untuk memakan bawang merah, bawang putih, 300
Pasal: Dimakruhkan untuk memakan bagian beguk (gondok) dan cuping hidung (cingur). 302
Pasal: Bagaimanakah hukum memakan keju. 303
Pasal: Tidak diperbolehkan untuk membeli kacang yang dijadikan alat untuk bertaruh oleh anak-anak kecil 303
Pasal: Ahmad mengatakan: Wajib hukumnya menjamu tamu muslim, 304
Pasal: Al Marwazi menyatakan: Aku pernah bertanya kepada Abu Abdillah: 307
Pasal: Dianjurkan agar mengucap basmalah saat memulai makan dan mengucap hamdalah saat sudah selesai. 310
Pasal: Hendaknya makan dengan tangan kanan dan minum juga dengan tangan kanan. 311
Pasal: Muhanna mengatakan: Aku pernah bertanya kepada Ahmad tentang hadits Nabi 314
Pasal: Rasulullah g tidak pernah meniup makanan ataupun minumannya. 314
Pasal: Abu Abdillah pernah ditanya mengenai pencucian tangan dengan menggunakan bubuk tepung, 315
Pasal: Abu Abdillah pernah ditanya mengenai pencucian tangan 315
Pasal: Diriwayatkan, dari Anas, bahwasanya suatu ketika Nabi g datang ke rumah Saad bin Ubadah, 316
KITAB: HEWAN KURBAN 317
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Berkurban itu hukumnya sunnah, 318
Pasal: Berkurban lebih afdal dari sedekah jika setara nilainya. 319
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Barangsiapa yang ingin berkurban dan sudah masuk tanggal 10 Zulhijjah, 321
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Unta boleh disembelih untuk tujuh orang, dan begitu juga dengan sapi. 323
Pasal: Tidak ada larangan jika seseorang menyembelih satu kambing, atau sapi, atau unta, 325
Pasal: Hewan kurban yang paling afdal adalah unta, lalu sapi, lalu kambing, lalu joinan unta, lalu joinan sapi. 327
Pasal: Disunnahkan agar hewan kurban digemukkan dan dipercantik penampilannya, 329
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Larangan menyembelih kambing sebagai kurban kecuali kambing itu telah cukup umur, 330
Pasal: Hewan yang akan dijadikan kurban tidak boleh selain hewan ternak, 332
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Domba yang sudah cukup umur adalah domba yang sudah berumur lebih dari enam bulan dan memasuki bulan ketujuh. 332
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Hal-hal yang harus dihindari dari hewan ternak yang akan dijadikan kurban; 333
Pasal: Kebutaan pada kedua mata hewan yang akan dikurbankan lebih tidak diperbolehkan, 337
Pasal: Hewan ternak yang telah dikebiri boleh dijadikan hewan kurban, 338
Pasal: Hewan ternak yang tidak memiliki tanduk sejak lahir boleh dijadikan hewan kurban. 338
Pasal: Dimakruhkan untuk menjadi hewan kurban apabila hewan tersebut terpotong kupingnya, 340
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Apabila hewan yang akan dikurbankan sudah ditunjuk, 341
Pasal: Apabila seseorang bernadzar untuk menyembelih seekor hewan ternak, 342
Pasal: Apabila hewan yang telah ditetapkan untuk dijadikan sebagai hewan kurban ternyata hilang atau mati, 343
Pasal: membeli seekor hewan untuk dijadikan sebagai hewan kurban namun ada cacatnya yang diketahui kemudian. 345
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Apabila hewan kurban melahirkan anaknya maka anak itu harus disembelih bersama induknya. 347
Pasal: Air susu hewan yang telah ditetapkan sebagai hewan kurban tidak boleh diminum. 348
Pasal: Bulu pun jika dengan mencukurnya akan lebih bermanfaat bagi hewan yang akan dikurbankan, 350
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Penetapan hewan kurban harus diucapkan dengan lisan bahwa hewan itu adalah hewan kurban. 351
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Apabila hewan yang ditetapkan sebagai hewan kurban ternyata tidak sempurna, 351
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Hewan yang telah ditetapkan sebagai hewan kurban tidak boleh dijual 353
Pasal: hukum berkurban atas nama anak yatim dengan menggunakan hartanya sendiri. 354
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Anjuran untuk memakan sendiri sepertiga dari hewan kurbannya, 356
Pasal: Diperbolehkan untuk menyimpan daging hewan kurban lebih dari tiga hari, 360
Pasal: Diperbolehkan bagi orang yang berkurban untuk memberikan daging hewan kurbannya kepada orang kafir. 361
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Larangan untuk memberikan bagian dari hewan kurban kepada penjagal hewan 362
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Orang yang berkurban boleh mengambil manfaat dari kulit hewan kurban, 362
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Pembolehan menukar hewan kurban dengan hewan yang lebih baik 365
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Apabila telah masuk waktu siang di hari raya kurban, 368
Pasal: Apabila waktu terakhir untuk menyembelih hewan kurban telah berlalu. 375
Pasal: Jika hewan kurban hilang atau dicuri tanpa ada kelalaian, maka tidak perlu mengganti dengan hewan yang lain. 376
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Apabila seseorang menyembelih hewan kurbannya sebelum waktu yang disyariatkan, 377
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Tidak dianjurkan penyembelihan hewan kurban dilakukan oleh selain muslim, 378
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Kalimat yang diucapkan ketika menyembelih adalah, bismillaahi wallaahu akbar. 380
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Tidak perlu bagi orang yang hendak menyembelih untuk menyebutkan nama orang yang berkurban, 382
Pasal: Hukum hewan kurban yang disembelih orang lain tanpa seizinnya. 382
Pasal: Apabila seseorang bernadzar untuk menyembelih seekor hewan untuk dikurbankan, 383
Pasal: Tidak boleh menyembelih hewan kurban dengan mengatas namakan janin yang belum terlahir. 384
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Tujuh orang boleh berjoin untuk berkurban secara patungan, 385
Pasal: Diperbolehkan bagi mereka yang berjoin untuk memilah daging hasil sembelihannya. 386
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Hukum aqiqah itu disunnahkan. 386
Pasal: Aqiqah lebih afdal dari sedekah yang setara nilainya. 390
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Dua kambing untuk aqiqah anak laki-laki dan satu kambing untuk aqiqah anak perempuan. 391
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Penyembelihan hewan untuk aqiqah dilakukan ketika bayi berumur tujuh hari. 393
Pasal: Dianjurkan pula pada hari ketujuh itu untuk menggunting rambut bayi dan memberikan nama. 395
Pasal: Dimakruhkan untuk mengusap atau melumuri kepala anak dengan darah. 397
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Segala cacat yang harus dihindari pada hewan kurban juga harus dihindari pada hewan aqiqah. 399
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Pendistribusian yang berlaku pada daging kurban juga berlaku pada daging aqiqah, 400
Pasal: kulit, kepala, dan bagian isi perutnya (jeroan) hewan aqiqah boleh dijual dan hasil penjualannya disedekahkan. 402
Pasal: seorang ayah dianjurkan agar mengumandangkan adzan di telinga anaknya yang baru saja dilahirkan. 403
Pasal: tentang Fara’ah dan atirah. 405
KITAB PERLOMBAAN DAN PERTANDINGAN 409
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Perlombaan hanya untuk nashl (panah), hafir (kuda), 414
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Apabila keduanya ingin berlomba, 416
Pasal: Perjanjian dalam perlombaan adalah akad yang diperbolehkan saja. 418
Pasal: Disyaratkan agar status hadiahnya harus diketahui. 419
Pasal: Apabila pihak yang ditantang memberi syarat kepada penantang untuk memberi makan kepadanya. 420
Pasal: Apabila pemberi hadiah bukan dari pihak yang bertanding. 422
Pasal: Apabila pemberi hadiah berkata kepada sepuluh orang peserta lomba: 424
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Apabila ada dua orang yang berlomba dan kedua-duanya menjanjikan hadiah maka hukumnya tidak diperbolehkan, 426
Pasal: Pertandingan yang menggunakan hewan. 429
Pasal: Disyaratkan agar hewan yang bertanding dari jenis hewan yang sama. 434
Hal-Hal Yang Terkait Dengan Munadhalah 434
Pasal: Perlombaan memanah ada tiga macam. 438
Pasal: keharusan para peserta menentukan bentuk perlombaan yang akan mereka lakukan. 441
Pasal: Apabila kedua peserta bersepakat untuk memberi kelonggaran jika ada panah yang terkena sesuatu 442
Pasal: Menurut sunnah (yakni sesuai syariat), kedua peserta harus memiliki dua target, 443
Pasal: Apabila kedua peserta sepakat untuk memanah dalam jumlah yang banyak maka hal itu diperbolehkan, 446
Pasal: Apabila salah satu dari peserta terlihat seperti mencoba untuk memperlambat jalannya pertandingan atau melakukan sesuatu yang tidak diperlukan, 447
Pasal: Apabila antara kedua peserta terjadi silang pendapat mengenai tempat berdiri dan tidak ada yang mau mengalah, 448
Pasal: Akad perlombaan memanah juga boleh dilakukan secara berjamaah, 448
Pasal: Apabila seorang pemberi hadiah masuk ke dalam salah satu kelompok. 450
Pasal: anak panah yang digunakan harus sesuai jumlahnya dengan jumlah semua pemanah yang ada. 451
Pasal: Apabila pertandingan dilakukan antar dua kelompok, 451
Pasal: Dalam sebuah pertandingan tidak boleh dikatakan: ‘mari kita undi saja, 452
Pasal: Apabila ada dua orang yang bertanding panahan, dan satu orang di antaranya adalah pemberi hadiah, 453
Pasal: Apabila sudah berlangsung pertandingan, lalu salah satu peserta ternyata mendapatkan lebih banyak target yang dikenainya, 454
Pasal: Apabila kedua peserta pertandingan menyepakati agar tembakan yang terhitung terkena sasaran 454
Pasal: Apabila target ditiup oleh angin dan ternyata panahnya tertancap pada tempat target. 455
Pasal: Apabila pemanah telah melepaskan anak panahnya lalu anak panah itu tidak terkena target 456
Pasal: Apabila kedua peserta pertandingan menyepakati syarat khawasiq, 457
Pasal: Apabila kedua peserta pertandingan menyepakati syarat khawasiq (terkena target dan menancap), 459
Pasal: Apabila ada seseorang berkata kepada pemanah: Panahlah target itu, 460
Pasal: tidak menyebutkan jenis busur yang digunakan. 462
Pasal: Dari pernyataan Ahmad yang eksplisit dapat diambil kesimpulan bahwa ia memperbolehkan pemanah 463
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Larangan bagi penunggang kuda untuk membawa kuda lain selain kuda 465
KITAB SUMPAH 468
Pasal: Sumpah bagi setiap mukallaf yang tidak terpaksa melakukannya dan menginginkannya hukumnya sah, 470
Pasal: Sumpah yang diucapkan oleh orang kafir juga dianggap sah. 471
Pasal: Tidak boleh bersumpah dengan selain nama Allah atau sifat-Nya. 472
Pasal: Dimakruhkan untuk berlebihan dalam bersumpah atas nama Allah, 477
Pasal: Sumpah dilihat dari segi hukumnya terbagi menjadi lima, 480
Pasal: Ketika sebuah sumpah diucapkan untuk melakukan kewajiban atau meninggalkan yang diharamkan, 487
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Barangsiapa yang bersumpah untuk melakukan sesuatu, lalu ia tidak melakukannya, 489
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Apabila dilanggar karena lupa, 492
Pasal: Apabila seseorang melanggar sumpahnya karena tidak mengenali orang yang dikaitkan dengan sumpahnya, 494
Pasal: Sedangkan untuk orang yang dipaksa (di bawah tekanan) untuk melakukan sesuatu yang dapat melanggar sumpahnya terbagi menjadi dua, 495
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Barangsiapa yang bersumpah terhadap sesuatu, 496
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Kafarat itu hanya diharuskan bagi orang yang mengucapkan kalimat sumpah dengan maksud untuk bersumpah. 499
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Barangsiapa yang bersumpah terhadap sesuatu yang diyakini olehnya seperti itu namun ternyata tidak, 501
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Sumpah yang dikenakan kafarat untuk pelanggarannya hanyalah sumpah 504
Pasal: Bersumpah dengan menggunakan sifat Allah juga sama hukumnya seperti menggunakan nama Allah. 507
Pasal: Apabila ada seseorang berkata: wa haqqullah (demi hak Allah), maka ucapan ini termasuk sumpah yang berakibat kafarat bila dilanggar. 510
Pasal: Apabila seseorang berkata: la’amrullaahi (demi keabadian Allah), 511
Pasal: Apabila seseorang berkata: wa aymullah atau wa aymanullah (keduanya bermakna demi Allah), 515
Pasal: Harful qasam (yakni kata yang khusus digunakan untuk bersumpah) ada tiga; 515
Pasal: Apabila seseorang bersumpah tanpa menyertakan huruf sumpah, 517
Pasal: Objek sumpah dapat diketahui melalui empat kata, 519
Pasal: Apabila seseorang berkata: laahallaah (tidak demi Allah), 520
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Atau dengan ayat Al Qur‘an. 520
Pasal: Apabila seseorang bersumpah atas nama mushaf, maka sumpahnya dianggap sah. 522
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Atau dengan menyedekahkan hartanya atau dengan melakukan ibadah haji. 522
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Atau dengan perjanjian. 525
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Atau dengan pernyataan keluar dari agama Islam. 528
Pasal: melanggar sumpah. 529
Pasal: Meskipun tanpa kafarat, seseorang dilarang untuk bersumpah seperti itu, 531
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Atau mengharamkan seluruh atau sebagian dari hartanya bagi dirinya sendiri. 531
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Atau ia berkata, uqsimu billaah, atau asyhadu billaah, atau a’zimu billaah 535
Pasal: Apabila seseorang berkata: ahlifu billaah, atau uulii billah, atau halaftu billaah, 538
Pasal: Apabila seseorang hanya berkata: aqsamtu, atau aalaytu, atau halaftu, atau syahidtu 538
Pasal: Apabila seseorang berkata: a’zimu atau ‘azamtu tanpa kalimat billaah, maka kalimat itu bukan termasuk kalimat sumpah, 540
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Atau bi amaanatillaah (demi amanat Allah). 541
Pasal: Apabila seseorang berkata: wal amanati maa fa’altu 543
Pasal: Bersumpah dengan menggunakan kata amanat ini hukumnya dimakruhkan, 544
Pasal: Tidak sah pula sumpah yang mengatas namakan makhluk ciptaan Allah, 544
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Apabila seseorang bersumpah dengan menggunakan semua kalimat yang disyariatkan, 545
Pasal: Apabila seseorang bersumpah satu kali dengan objek yang berbeda-beda, 548
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Apabila seseorang bersumpah dengan dua sumpah terhadap 551
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Barangsiapa yang bersumpah dengan mengatakan: 552
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Riwayat dari Abu Abdillah terkait seseorang yang bersumpah untuk menyembelih anaknya 554
Pasal: Apabila seseorang bernadzar untuk membunuh dirinya sendiri atau membunuh orang lain, 558
Pasal: wanita yang bernadzar untuk menyembelih anaknya. 559
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Barangsiapa yang bersumpah untuk membebaskan apa yang dimilikinya 560
Pasal: Apabila seseorang berkata: jika aku melakukan hal itu, 562
Pasal: Apabila seseorang bersumpah untuk membebaskan semua hamba sahaya yang dimilikinya, 563
Pasal: Apabila seseorang berkata: hamba sahaya si fulan terbebaskan jika kamu masuk ke dalam rumah itu, 564
Pasal: Apabila seseorang berkata: jika aku melakukan hal itu maka harta si fulan dishadaqahkan, 565
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Barangsiapa yang mengucapkan kalimat sumpah, 566
Pasal: jika kafarat ditunaikan sebelum adanya sumpah. 569
Pasal: Untuk keutamaan, menunaikan kafarat sebelum dan setelah pelanggaran terjadi itu sama utamanya. 569
Pasal: pabila sumpah yang diucapkan merupakan sumpah yang terlarang, 570
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Apabila seseorang bersumpah, 571
Pasal: Disyaratkan pula agar istitsna‘ itu diucapkan dengan lisan, 573
Pasal: Al Qadhi juga mensyaratkan agar pengucapan istitsna‘ itu diiringi dengan niat atau maksud. 574
Pasal: Istitsna boleh digunakan pada setiap kalimat sumpah yang berkonsekuensi hukuman kafarat atas pelanggarannya, 575
Pasal: Apabila seseorang berkata: demi Allah aku akan minum hari ini kecuali Allah berkehendak lain, 575
Pasal: Apabila seseorang berkata: demi Allah aku akan minum hari ini jika Zaid berkehendak, 576
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Apabila seseorang beristitsna‘ 577
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Apabila seseorang berkata: ‘Jika aku nikahi si fulanah 579
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Apabila seseorang bersumpah untuk tidak menikahi seorang wanita tertentu, 583
Pasal: Bentuk apapun yang digunakan pada kalimat tersebut, baik bentuk lampau (past tense) atau bentuk akan datang (future tense) sama saja. 584
Pasal: Apabila seseorang bersumpah tidak akan melakukan pembelian, 585
Pasal: Apabila seseorang bersumpah untuk tidak melakukan pembelian atau tidak melakukan pernikahan, 586
Pasal: Apabila seseorang bersumpah untuk tidak menikah, 588
Pasal: Apabila seseorang bersumpah tidak menikah secara sirri, 590
Pasal: Apabila seseorang bersumpah untuk tidak menghibahkan sesuatu kepada fulan, 591
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Apabila seseorang bersumpah untuk tidak membeli sesuatu dari si fulan, 593
Pasal: Apabila seseorang bersumpah untuk menceraikan istrinya, atau tidak menceraikan istrinya, 596
Pasal: Apabila seseorang bersumpah untuk tidak memukul istrinya, 597
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Barangsiapa yang bersumpah untuk tidak melakukan sesuatu sebagai syarat 598
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Apabila seseorang mengucapkan sumpah, 599
Pasal: Terkadang, seseorang bersumpah dengan sesuatu yang mustahil, 605
Pasal: Apabila seseorang berkata: demi Allah fulan akan melakukan hal itu, 607
Pasal: Telah ditetapkan bahwa Nabi g memerintahkan agar apa yang menjadi sumpah harus ditunaikan, 608
Pasal: Dianjurkan agar memberikan santunan kepada peminta-minta yang menyebut nama Allah. 609
Pasal: Apabila seseorang berkata: aku telah bersumpah, namun ia sebenarnya tidak pernah bersumpah, 610
Pasal: Apabila seseorang bersumpah untuk tidak menyentuh sesuatu, atau ia mengharamkannya bagi dirinya sendiri, 612
KITAB KAFARAT 614
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Barangsiapa yang diwajibkan atasnya untuk menanggung kafarat atas pelanggaran sumpah, 615
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Bagi setiap orang miskin itu diberikan satu mud biji gandum atau tepung, 621
Pasal: Lebih afdhal jika makanan yang diberikan masih berupa biji gandum, 624
Pasal: Diwajibkan agar makanan yang diberikan untuk kafarat adalah makanan yang baik dan terhindar dari cela, 624
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Apabila makanan itu diganti dengan uang yang nilainya lebih besar dari harga makanan itu 625
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Pelanggar sumpah boleh memberikan makanan yang menjadi kafaratnya kepada kerabatnya, 627
Pasal: Semua yang tidak diperbolehkan untuk menerima zakat, seperti orang kaya, orang kafir, 627
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Apabila tidak ditemukan orang- orang miskin lain kecuali hanya satu saja, 628
Pasal: Apabila pelanggar sumpah menunaikan kafaratnya dengan memberi makan satu orang miskin 631
Pasal: Apabila seseorang memberi makan kepada satu orang miskin dalam satu hari untuk dua kafarat (dua kali lipat), 633
Masalah: Abu Al Qasim berkata: Pilihan lain untuk pelanggar sumpah yang harus menanggung kafaratnya adalah 634
Pasal: Bahan pakaian tersebut boleh berasal dari apapun, baik katun, katan, 636
Pasal: Orang-orang yang boleh diberikan pakaian adalah orang-orang yang diperbolehkan untuk diberi makan, 637

Search
Search:
Login
Shopping Cart
shopping cart
Product Scroller
Information
Pembayaran


Others
free counters

© 1997 Pustaka Azzam - Penerbit Buku Islam Rahmatan

Indonesia Islamic Books Store


Toko Online