»

#13 of 16 | prev product Prev - Next next product
printer email

product arrow Al Mughni jilid 13

Price Rp 207.000 Beli

KITAB TENTANG ORANG YANG MURTAD 1
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa yang murtad dari agama Islam, 2
Pasal: Membunuh orang yang murtad dilakukan oleh Imam baik kepada orang yang merdeka maupun hamba sahaya. 15
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Hartanya menjadi harta rampasan perang setelah hutangnya dilunasi.” 16
Pasal: Hak kepemilikan harta orang yang murtad tidak hilang dengan sekedar murtadnya menurut pendapat mayoritas ulama. 16
Pasal: Harta orang yang murtad diambil dan dipergunakan untuk keperluan kaum muslimin. 18
Pasal: Tindakan yang dilakukan oleh orang yang murtad, 18
Pasal: Jika dia menikah, maka pernikahannya tidak sah. Sebab dia tidak dapat mengakui pernikahan. Dan, apa yang dilarang dalam pengakuan menikah, 19
Pasal: Jika ditemukan pada orang yang murtad suatu sebab yang menjadikannya memiliki sesuatu, 20
Pasal: Jika orang yang murtad datang ke medan perang, 20
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa yang meninggalkan shalat, maka dia diajak sebanyak tiga hari untuk melakukan shalat, 21
Pasal: Barangsiapa yang meyakini halalnya sesuatu yang telah disepakati oleh ulama pengharamannya, 22
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Sembelihan orang yang murtad haram dimakan, sekalipun murtadnya ke agama ahlul kitab.” 24
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Anak-anak yang berusia sepuluh tahun dan nalar akan Islam, kemudian dia masuk Islam, maka dia muslim.” 25
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika dia menarik perkataannya dan mengatakan, “Saya tidak tahu apa yang saya katakan,” 29
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Dia tidak dibunuh hingga telah mencapai usia baligh, 31
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika suami istri murtad dan keduanya pergi ke daerah perang, 31
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa dari suami istri atau dari anak-anak keduanya yang enggan untuk bertobat 33
Pasal: Jika penduduk suatu kampung murtad dan diberlakukan hukum murtad kepada mereka, 34
Pasal: Jika orang yang murtad melakukan pembunuhan untuk membalas dendam secara sengaja, 35
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa yang kedua orang tuanya masuk Islam, 36
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Demikian juga orang yang salah satu dari kedua orang tuanya meninggal dunia dalam keadaan kafir, 38
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa yang memberikan kesaksian tentang murtad, 39
Pasal: Kesaksian murtad diterima dari dua orang yang jujur menurut pendapat mayoritas ulama. 41
Pasal: Jika orang kafir mengucapkan dua kalimat syahadat, kemudian dia berkata, “Aku tidak bermaksud Islam,” 45
Pasal: Jika orang kafir melaksanakan shalat, maka dia dihukumi muslim, 45
Pasal: Jika orang yang tidak diperbolehkan dipaksa masuk Islam, kemudian dia dipaksa masuk Islam, 47
Pasal: Barangsiapa yang dipaksa untuk kafir dan mengucapkan kalimat yang menyebabkannya kafir, 49
Pasal: Jika seseorang dipaksa untuk mengatakan kalimat yang menyebabkannya kafir, 52
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa yang murtad, sedangkan dia dalam keadaan mabuk, 53
Pasal: Sah Islamnya orang yang mabuk dalam keadaan dia mabuk, apakah dia kafir asli atau murtad. 56
Pasal: Tidak sah murtad dan masuk Islam yang dilakukan oleh orang gila. 56
Pasal: Barangsiapa yang dihukumi mendapatkan hukum had, 56
Pasal: Sedangkan apa yang dilakukannya ketika dia murtad, 57
Pasal: Barangsiapa yang mengaku nabi atau membenarkan apa yang diklaimnya, 59
Pasal: Barangsiapa yang mencaci Allah, maka dia telah kafir, apakah dia bergurau atau sungguh-sungguh. 60
Pasal: Mengenai Sihir 60
Pasal: Hukuman bagi penyihir adalah dibunuh. Ini merupakan kesimpulan pendapat Umar, 65
Pasal: apakah penyihir diminta untuk bertobat? Ada dua riwayat di dalam hal ini. 66
Pasal: Sihir yang kami sebutkan adalah sihir yang dianggap sihir oleh adat dan kebiasaan. 67
Pasal: Mengenai hukum peramal yang memiliki pelayan dari jin yang dapat membawa dan memberitahukan suatu kabar kepada mereka, 69
Pasal: Sedangkan para penyihir ahli kitab tidak boleh dihukum mati disebabkan sihirnya, 70
KITAB: SANKSI / HUKUMAN 71
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika pria yang merdeka dan pernah menikah atau wanita merdeka 75
Pasal: Jika orang yang berzina laki-laki, maka hukum had dilakukan kepadanya dalam keadaan berdiri, 78
Pasal: Sunnah hukumnya mengelilingi orang yang dirajam di sekitarnya. 80
Pasal kedua: Bahwa dia dicambuk kemudian dirajam dalam satu dari dua riwayat. 81
Pasal ketiga: Rajam tidak wajib kecuali kepada orang yang sudah pernah menikah sesuai dengan kesepakatan para ulama. 84
Pasal: Tidak disyaratkan harus beragama islam untuk menentukan status muhshan. 88
Pasal: Jika orang yang telah berstatus muhshan murtad, 91
Pasal: Jika dia berzina dan dia memiliki istri dan anak darinya, lalu dia berkata, “Aku tidak pernah berhubungan badan dengannya,” 92
Pasal: jika ada bukti yang menunjukkan status muhshannya, 93
Pasal: Jika orang yang berzina dicambuk, karena dia masih gadis, 93
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Kedua orang yang berzina dan telah dirajam itu dimandikan, dikafani, dan dishalatkan, serta dikuburkan.” 94
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika orang yang merdeka dan masih gadis, 96
Pasal: Orang yang berzina yang belum menikah diasingkan selama satu tahun penuh. 99
Pasal: Jika orang diasingkan itu berzina lagi, maka dia harus diasingkan di selain negaranya. 101
Pasal: Wanita yang diasingkan hendaknya ditemani oleh mahramnya, 101
Pasal: Hukuman had harus dihadiri oleh sekelompok orang mukmin, 102
Pasal: Hukum had tidak ditegakkan bagi orang yang hamil, hingga dia melahirkan, 105
Pasal: Orang yang sakit ada dua macam: 108
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila seorang hamba laki-laki dan hamba perempuan melakukan perbuatan zina, 111
Pasal: tidak ada pengasingan bagi hamba lelaki maupun perempuan. 115
Pasal: apabila seorang hamba melakukan perbuatan zina, lalu dia merdeka, 117
Pasal: seorang tuan dapat menegakkan hukuman had bagi hamba sahayanya menurut mayoritas ulama. 118
Pasal: Apabila ia berzina dengan budak perempuan, kemudian ia membunuhnya, 124
Pasal: Apabila dia berzina dengan seorang yang setengahnya merdeka dan setengahnya budak, 125
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Pezina adalah siapa yang melakukan fahisyah dari dubur.” 126
Pasal: Apabila ia menyetubuhi mayat. Dalam permasalahan ini ada dua pendapat. 127
Pasal: Apabila seseorang menikahi wanita yang tidak boleh dinikahi, 129
Pasal: Semua pernikahan yang telah ada ijma’ bahwa ia batal, 131
Pasal: had tidak wajib dilaksanakan dikarenakan bersetubuh dalam pernikahan yang masih diperselisihkan, 132
Pasal: Tidak wajib hukuman had disebabkan menggauli budak perempuan yang dimiliki bersama. 132
Pasal: Jika ia membeli ibunya atau saudarinya yang sesusuan atau yang lainnya. 133
Pasal: Apabila ia bermalam pengantin dengan yang bukan istrinya, 133
Pasal: Tidak ada hukuman had terhadap orang yang tidak mengetahui pengharaman zina. 134
Pasal: Jika ia menggauli budak perempuan orang lain maka ia adalah berzina. 135
Pasal: Orang yang dipaksa tidak dikenakan hukuman had. 137
Pasal: Apabila seorang laki-laki dipaksa, kemudian ia berzina. 139
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa yang melakukan hubungan sejenis (homo atau lesbi) maka dijatuhi hukuman mati, 140
Pasal: Apabila dua orang wanita saling mengurut badan maka mereka adalah pezina dan dilaknat. 143
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa yang menyetubuhi hewan maka dididik dan diperbaiki akhlaknya dan binatang tersebut dibunuh.” 145
Pasal: Wajib membunuh hewan tersebut. Ini adalah pendapat Abu Salamah bin Abdurrahman dan salah satu pendapat Syafi’i. 146
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Dan yang wajib atasnya hukuman had dari mereka yang aku sebutkan adalah yang mengaku berzina sebanyak empat kali.” 149
Pasal: Baik dalam satu perkumpulan atau perkumpulan-perkumpulan yang terpisah, 151
Pasal: Perlu diperhatikan dalam keabsahan sebuah pengakuan agar menceritakan kejadian sesungguhnya untuk menghilangkan syubhat-syubhat. 152
Pasal: Jika seorang pria mengaku telah berzina dengan seorang wanita dan si wanita menginkari perkataan maka si pria dijatuhi hukuman dan tidak bagi si wanita. 153
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Pelaku sudah baligh, sehat dan berakal.” 154
Pasal: Apabila dia gila dalam satu waktu dan sadar di waktu yang lain, 155
Pasal: Orang tidak tidak dicatat perbuatannya. 156
Pasal: Dan perkataannya, “Dia sehat.” 157
Pasal: Sedangkan orang bisu, bila tidak difahami isyaratnya maka tidak dapat diterima pengakuannya. 158
Pasal: Tidak sah pengakuan orang yang dipaksa. 158
Pasal: Apabila seseorang mengaku telah bersenggama dengan seorang wanita 159
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Pengakuannya tidak dicabut sampai selesai pelaksanaan hukuman had.” 160
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Atau disaksikan oleh empat orang muslim yang merdeka dan adil serta mengetahui bentuk zina.” 162
Pasal: Apabila kesaksian tidak sempurna (jumlah saksinya), 170
Pasal: Jika saksi ada empat orang, namun salah satu dari mereka tidak dapat diterima kesaksiannya karena seorang hamba, 173
Pasal: Jika ada dua orang bersaksi, bahwa ada seseorang yang melakukan perzinaan di dalam rumah, 175
Pasal: Apabila ada dua orang saksi menyatakan, mereka melihat seseorang melakukan tindak perzinaan di dalam suatu sudut rumah, 176
Pasal: Jika dua orang saksi melakukan kesaksian, 177
Pasal: Jika dua orang saksi menyatakan, si pelaku melakukan perbuatan zina dalam bentuk pemerkosaan, 178
Pasal: Jika kesaksian perbuatan zina telah sempurna, dan tersangka telah membenarkan, 180
Pasal: Apabila dua orang bersaksi dan pelaku mengakui dua kali, 181
Pasal: Apabila pembuktian telah sempurna, kemudian para saksi meninggal dunia atau hilang, 181
Pasal: Apabila ada para saksi yang bersaksi atas suatu tindakan perzinaan lama (baca: kadaluarsa), atau mengakuinya, 181
Pasal: Kesaksian yang berefek hukuman had diperbolehkan meski tanpa ada penuntutan sebelumnya. 182
Pasal: Apabila ada empat orang bersaksi atas seorang wanita yang melakukan perbuatan zina, 184
Pasal: Apabila empat orang lelaki bersaksi, bahwa ada seseorang yang melakukan perbuatan zina dengan seorang wanita, 186
Pasal: Setiap pelaku zina yang berefek hukuman had tidak dapat diterima kecuali berdasarkan 4 orang saksi, 186
Pasal: Seorang imam tidak bisa menegakkan hukuman had berdasarkan pengetahuannya. 188
Pasal: Apabila seorang wanita hamil tanpa ada seorang suami atau tuan, 190
Pasal: Apabila ada seseorang yang menyewa seorang wanita untuk mengerjakan suatu pekerjaan lalu dia berzina 193
Pasal: Apabila seseorang menyetubuhi seorang wanita yang memiliki hutang qishash kepadanya, 193
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila seseorang dirajam atas dasar pengakuannya 193
Pasal: Seorang imam atau hakim yang memiliki hak memutuskan hukuman had berdasarkan pengakuan si pelaku 194
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa yang melakukan tindakan perzinaan berulang kali, 195
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata,: Apabila ahlu dzimmah mengadukan suatu perkara kepada kita, 197
Pasal: Apabila seorang muslim dan seorang ahlu dzimmi mengajukan perkara, 200
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika anak yang telah baligh menuduh zina orang muslim yang merdeka atau seorang wanita muslimah yang merdeka, 200
Pasal: Diwajibkan hukum had kepada orang yang menuduh laki-laki yang dikebiri, yang impoten, dan orang sakit lemah syahwat yang berzina. 204
Pasal: Diwajibkan hukuman had bagi orang yang menuduh berzina di negeri selain Islam. 205
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Bagaimana jika orang yang dituduh menuntut, 205
Pasal: Jika kami katakan diwajibkan hukuman had, dengan menuduh zina orang yang belum baligh, 207
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika yang menuduh zina adalah seorang hamba sahaya laki-laki atau hamba sahaya perempuan, 208
Pasal: Jika seseorang menuduh anaknya dan cucunya berzina, 210
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika dia mengatakan kepada seseorang, “Wahai kaum Luth,” 211
Pasal Kedua, mengenai orang yang mengatakan, “Wahai kaum Luth” 213
Pasal: Apabila dia menyatakan, “Maksudku adalah kamu menganut agama Nabi Luth,” 214
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Demikian juga bagi orang yang berujar, “Wahai ma’fuuj 215
Pasal: Pendapat Al Kharqi menunjukkan tidak diberlakukan hukuman had qadzaf kepada seseorang kecuali dengan adanya lafazh jelas, 215
Pasal: Ada perbedaan di dalam riwayat Ahmad mengenai sindiran dalam kasus qadzaf, 216
Pasal: Jika seseorang berkata kepada seseorang lainnya, “Wahai dayus (mucikari), wahai Kasyjaan (germo),” 218
Pasal: Apabila ada seseorang yang menafikan seseorang lain dari (keturunan) ayahnya, 220
Pasal: apabila ada seseorang yang melakukan qadzaf, dan kemudian ada orang lain yang mengatakan, “Anda benar,” 221
Pasal: Jika ada yang berkata, “Kamu lebih banyak berzina dari si fulan,” 222
Pasal: Apabila ada yang berkata, “Zana’ta Mahmuzan/Kamu telah mendaki dengan cara menindih,” 224
Pasal: Jika ada seseorang yang berkata kepada seorang lelaki lawan bicaranya, “Yaa Zaniyah/Wahai pelaku zina,” 225
Pasal: Jika ada yang berkata kepada seorang lelaki, “Kamu telah berbuat zina dengan si Fulanah,” 225
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila ada seseorang yang menunduh seseorang lainnya, 228
Pasal: Jika telah diwajibkan hukuman had kepada seorang kafir dzimmi 229
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa yang mengqadzaf (menuduh) seorang musyrik atau seorang hamba sahaya, 229
Jika ada silang pendapat antara pelaku qadzaf dengan korbannya 230
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa yang mengqadzaf seseorang yang dulunya musyrik 231
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Orang yang menuduh wanita yang telah dili’an, 234
Pasal: Sedangkan jika suatu perbuatan zina telah ditetapkan dengan adanya bukti atau pengakuan atau juga had zina, 235
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila seorang wanita dituduh (diqadzaf) 236
Pasal: Jika neneknya yang dituduh, maka disini dapat menganalogikan pendapat Al Kharqi, 239
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, Abu Al Khathib Al Kharqi berkata, “Barangsiapa yang mengqadzaf ibunda Nabi Muhammad g maka dia harus dibunuh, 240
Pasal: Mengqadzaf Nabi g dan ibunda beliau berefek keluar dari agama Islam (baca: murtad). 242
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila seseorang mengqadzaf sejumlah orang dengan satu kata, 242
Pasal: Apabila salah seorang mengqadzaf sejumlah orang dengan lebih dari satu kata, 245
Pasal: Jika ada seseorang berkata kepada teman bicaranya, “Wahai anak dua pelaku zina,” 246
Pasal: Jika ada seseorang yang melakukan tuduhan qadzaf berkali-kali, 246
Pasal: Jika dia berkata, “Barangsiapa yang melemparku, maka dia adalah anak seorang wanita pezina.” 248
Pasal: Apabila ada seseorang yang menuduh seseorang lainnya bahwa dan dia melakukan qadzaf terhadapnya, 249
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa yang membunuh atau wajib diberi hukuman had di luar tanah haram, 249
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa yang membunuh atau melakukan tindakan yang berefek hukuman had, 256
Pasal: Sedangkan kesucian Madinah tidak menghalangi pelaksanaan hukuman had dan hukuman qishash. 257
Bab Potong Tangan Terhadap Kasus Pencurian 259
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika seorang telah mencuri seperempat dinar logam, 260
Pasal: Jika seorang mencuri suatu barang yang nilainya murni empat dinar, 268
Pasal: Jika seseorang mencuri seorang hamba anak-anak, 270
Pasal: Jika seseorang mencuri air, maka ia tidak dijatuhi hukuman potong tangan. 272
Pasal: Selain perkara yang disebutkan di atas maka pencurinya dijatuhi hukuman potong tangan, 273
Pasal: Abu Bakar dan Al Qadhi menjelaskan mengenai seseorang yang mencuri mushaf, 276
Pasal: Jika seseorang mencuri benda wakaf, maka pencurinya dijatuhi hukuman potong tangan, 277
Pasal: Kemah dan Kemah besar yang didirikan, jika terdapat orang yang tidur atau mendiaminya maka ia dan seisinya dianggap terjaga, 280
Pasal: Tempat penjagaan/penyimpanan sayur-sayuran dan lain sebagainya yang ada di pasar adalah dengan potongan buluh atau kayu dan diawasi. 281
Pasal: Tentang penjagaan unta terdapat tiga kondisi: kondisi pertama yaitu penjagaan unta baarikah 281
Pasal: Kasus pencurian yang terjadi di kamar mandi yang tidak mempunyai penjaga, 283
Pasal: Suatu dinding rumah dikatakan terjaga jika ia punya pondasi yang kuat, 285
Pasal: Terdapat dua pendapat mengenai kasus pencurian mesjid yang dibangun atau ka’bah yang dibangun atau pencurian dari atap. 286
Pasal: Jika seorang menyewakan rumahnya kepada orang lain lain, kemudian ia mencuri harta penyewa, 287
Pasal: Jika seseorang mencuri sebuah rumah, kemudian ia menyimpan hartanya di rumah tersebut, 288
Pasal: Jika seorang tamu mencuri barang dari rumah yang didatangi, 288
Pasal: Jika seorang mudhaarib menyimpan harta mudhaarabah 289
Pasal: Jika seseorang mencuri atau merampas harta yang setara dengan nishab, 290
Pasal: Ketentuan pencurian suatu barang dari tempat penyimpanannya atau penjagaannya haruslah sesuai dengan syarat-syarat yang sudah disepakati oleh ulama, 292
Pasal: Jika seseorang mengeluarkan suatu barang dari suatu rumah atau penginapan ke halamannya. 295
Pasal: Jika seseorang masuk ke tempat kandang hewan yang dijaga, 296
Pasal: Jika seseorang melubangi tempat penjagaan atau penyimpanan harta kemudian 298
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Kecuali barang yang dicuri berbentuk buah-buahan atau dalam jumlah yang banyak, 298
Jika seseorang mencuri dari buah-buahan yang tergantung di pohon, 300
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Ketentuan hukum potong tangan adalah dengan memotong tangan kanan pencuri dari pergelangan tangan, 302
Pasal: Tangan pencuri harus dipotong dengan cara yang paling mudah. 306
Pasal: Disunnahkan agar si pencuri meletakkan tangannya di atas lehernya. 306
Pasal: Tangan seorang pencuri tidak boleh dipotong dalam keadaan cuaca panas dan dingin. 307
Pasal: Jika seseorang mencuri berkali-kali sebelum dijatuhi hukuman potong tangan dan ia juga dijatuhi hukuman potong tangan karena kesalahan lain, 308
Pasal: Pencuri yang tidak mempunyai tangan kanan, maka yang dipotong adalah kaki kirinya. 310
Pasal: Pencuri yang mempunyai tangan kanan, 311
Pasal: Jika tangan kiri seorang pencuri dipotong oleh seorang yang berwenang untuk melaksanakan hukuman potong tangan, 312
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika si pencuri mengulangi kembali perbuatannya, 313
Pasal: Jika tangan kiri seorang pencuri terpotong atau tangan kirinya cacat, 318
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Orang yang merdeka laki-laki dan perempuan dan budak laki-laki dan perempuan mempunyai ketentuan hukum yang sama.” 320
Pasal: Seorang budak dijatuhi hukuman potong tangan. Hal ini diriwayatkan oleh Ibnu Umar dan Amru bin Ash, 322
Pasal: Jika seorang budak mengakui pencuriannya, dan pemilik budak membenarkannya, 323
Pasal: Seorang muslim dijatuhi hukuman potong tangan dengan pencurian harta muslim lainnya, 323
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Seorang pencuri yang telah mengeluarkan harta 325
Pasal: Seandainya pemilik harta curian mengakui bahwa harta tersebut adalah milik si pencuri, 326
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika seseorang pencuri mencuri harta orang lain dari tempat penjagaannya senilai tiga dirham, 327
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika hukuman potong tangan sudah dilaksanakan, 328
Pasal: Jika seorang pencuri mengurangi nilai harta yang dicuri seperti memotong baju curian dan lain sebagainya, 330
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika seseorang mencuri kafan dari dalam kubur yang nilainya setara dengan tiga dirham, 332
Pasal: Pencuri kafan dijatuhi hukuman potong tangan. Kafan mayat laki-laki jumlahnya sebanyak tiga lapis, 334
Pasal: Pada kasus pencurian kain kafan apakah butuh tuntutan ahli waris untuk jatuhnya hukuman potong tangan bagi pencuri? 334
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Hukuman potong tangan tidak jatuh pada pencurian harta yang diharamkan dan alat musik.” 335
Pasal: Apabila seseorang mencuri tanda salib yang terbuat dari emas dan perak yang nilainya mencapai nisab, 337
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Tidaklah dipotong tangan seorang ayah bila mengambil harta anaknya karena dia mengambil apa yang boleh diambilnya, 338
Pasal: Pengasuh, ibu sang anak, dan para pembantu dihukumi seperti halnya hamba saya. 341
Pasal: Tidaklah dipotong tangan seorang anak dan garis keturunannya ke bawah seperti cucu jika 342
Pasal: Sedangkan kerabat atau saudara yang lainnya seperti saudara laki-laki, saudara perempuan dan kerabat yang lain, 343
Pasal: Apabila mencuri salah seorang pasangan suami istri harta pasangannya, 343
Pasal: Tidaklah dipotong tangan seorang muslim yang mencuri dari Baitul Mal. 344
Pasal: Mencuri harta wakaf atau apa-apa yang dihasilkan dari harta wakaf seperti orang miskin 345
Pasal: Hukuman potong tangan tidak berlaku di masa paceklik, 346
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Tidaklah dipotong tangan seseorang kecuali dengan kesaksian 347
Pasal: Bila kedua saksi berbeda pendapat tentang waktu, tempat atau barang yang dicuri. 348
Pasal: Diharuskan di dalam pengakuan untuk mengucapkan hal-hal yang berkenaan dengan pencurian baik itu ukuran nilai barang, 350
Pasal: Tidak ada perbedaan antar orang merdeka dan hamba sahaya dalam perkara ini, 351
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata: Tidak dicabut pengakuannya sampai dipotong tangannya. 351
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, Abu Al Qasim berkata, “Jika sekumpulan orang bekerjasama dalam mencuri sesuatu senilai tiga dirham maka wajib dipotong tangannya. 354
Pasal: Apabila salah satu dari dari mereka yang melakukan kerjasama pencurian 355
Pasal: Ahmad berkata tentang dua orang yang memasuki rumah. 356
Pasal: Jika ada dua orang masuk ke sebuah lubang, kemudian salah seorang menggali 358
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata: Tidak dijatuhi hukuman potong tangan kalau dia mengaku atau ada bukti sampai pemilik barang datang dan mengaku kehilangan. 359
Pasal: Jika seseorang mengaku telah mencuri dari seseorang dan pemilik itu berkata, “Kamu tidak mencuri, 361
Pasal: Barangsiapa yang telah terbukti melakukan pencuriannya 362
Bab Qitha’ Thariq (Perampokan di tengah jalan) 364
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Muharibun adalah orang yang mengacungkan senjata 366
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Bila dia membunuh sebagian dari mereka 368
Pasal: Jika seorang perampok di tengah jalan telah meninggal dunia sebelum dijatuhi hukuman mati maka ia tidak disalib. 376
Pasal: Jika perampok di tengah jalan melukai orang lain maka ia harus di qishash seperti yang luka dirasakan oleh orang lain tersebut. 376
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Perampok di tengah jalan tidak dijatuhi hukuman tangan, 379
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Pengasingan mereka hendaknya dilarikan dan mereka tidak boleh dibiarkan berdiam diri di negeri mereka.” 380
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila mereka bertobat sebelum mereka dikuasai atau ditangkap maka jatuhlah segala had Allah 382
Pasal: Apabila seorang muharib melakukan perbuatan yang mewajibkan hukuman had yang tidak dikhususkan untuk muharabah seperti zina, 384
Pasal: Apabila orang yang dikenai hukuman had selain muharabah bertobat dan memperbaiki diri, 384
Pasal: Hukum para pembantu muharabah (orang-orang yang berada di balik layar dalam tindak kejahatan ini) 388
Pasal: Jika ada di antara mereka anak kecil atau orang gila atau orang yang memiliki hubungan kekerabatan dengan korban, 389
Pasal: Apabila ada di antara mereka seorang wanita, 389
Pasal: Apabila para pelaku muharabah mengambil harta benda, 390
Pasal: Jika beberapa had berkumpul pada suatu kasus, 391
Pasal: Jika seseorang melakukan pencurian dan pembunuhan pada kasus muharabah, 399
Pasal: Jika dua orang yang adil bersaksi bahwa mereka adalah korban perampokan di tengah jalan, 400
Bab Minuman Keras 404
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa yang meminum sesuatu yang memabukkan 408
Pasal: Apabila daging dicelupkan, direndam atau dimasak dengan khamar lalu dimakan dengan kuahnya maka baginya (cambukan), 412
Pasal: Had tidak boleh dilaksanakan kecuali telah terbukti dua hal: pengakuan dan bukti yang jelas, 417
Pasal: Hukum had tidak harus dilakukan karena adanya bau khamar saja, 418
Pasal: Apabila dalam keadaan mabuk atau muntah karena khamar bagi Ahmad tidak ada had atasnya, 418
Pasal: Sementara kesaksian tidaklah diterima kecuali dengan dua orang saksi (laki-laki) yang adil dan muslim yang melihatnya kalau seseorang itu mabuk, 419
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila seseorang meninggal ketika dicambuk maka tidak satupun yang bertanggung jawab atas kematiannya.” 420
Pasal: Kami tidak mengetahui adanya perdebatan dalam jumlah had yang harus dilaksanakan 421
Pasal: Tidak boleh melaksanakan sanksi had kepada seseorang yang dalam keadaan mabuk sampai dia sadar, 423
Pasal: Kadar mabuknya seseorang sehingga dia dikatakan fasik karena meminum anggur 424
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata,: “Laki-laki yang dicambuk harus dalam keadaan berdiri dengan menggunakan cambuk 425
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Perempuan dicambuk dalam keadaan duduk dan tangannya dipegang agar bajunya tersingkap.” 429
Pasal: Cambukan paling keras dalam had adalah cambukan bagi orang yang berzina, 430
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Budak laki-laki dan budak perempuan dicambuk empat puluh kali 430
Pasal: Had tidak dilakukan di dalam masjid, ini adalah pendapat Akramah, 431
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Hasil perasan buah apabila diendapkan 432
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Demikian juga dengan perasan anggur.” 433
Pasal: Khamar itu najis ini adalah pendapat sebagian ulama, 434
Pasal: Perasan buah dan sari anggur yang dimasak hingga mendidih sampai hilang zat yang memabukkannya seperti sirup dan khoruf 434
Pasal: Boleh meminum fuqqo’ 435
Pasal: Boleh hukumnya memeras anggur dengan menggunakan bejana yang terbuat dari apapun, 435
Pasal: Makruh jika mencampur dua jenis perasan, yaitu memeras dalam air dua jenis buah, 436
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Khamar yang sudah rusak sehingga menjadi cuka tetap haram hukumnya, 437
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Meminum melalui suatu bejana yang terbuat dari emas atau perak hukumnya adalah haram.” 439
Pasal: Membuat dan memproduksi bejana dari emas ataupun perak hukumnya adalah haram. 441
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila suatu pegangan gelas terbuat dari perak, lalu gelas itu digunakan untuk minum, maka hal ini diperbolehkan.” 442
Pasal: Abu Abdullah pernah ditanya, mengenai ornamen hias yang terletak pada pedang. Dia memperbolehkan hal ini. 444
Pasal: Namun tidak diperbolehkan mencampur kadar emas pada barang-barang tersebut. 445
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Dalam hukuman ta’zir, tidak boleh melebihi hukuman had.” 446
Pasal: Hukuman ta’zir dapat dilakukan dengan pukulan/cambuk atau penahanan pelaku kejahatan. 451
Pasal: Hukuman ta’zir terhadap kasus-kasus yang telah ditetapkan, hukumnya adalah wajib. Ini merupakan pendapat Malik dan Abu Hanifah. 451
Pasal: Apabila orang yang dikenai hukuman ta’zir meninggal dunia, maka tidak wajib pertanggung jawaban pada dirinya. 453
Pasal: Seorang suami tidak harus bertanggung jawab atas pelajaran (ta’zir yang disyariatkan) yang diberikannya kepada istrinya yang melakukan nusyuz. 454
Pasal: Apabila memotong (melakukan operasi pemotongan) suatu bagian tubuh seseorang dewasa dan berakal yang terdapat sejenis 454
Pasal: Apabila seorang wali mengkhianati seorang anak laki-laki pada suatu keadaan yang sesuai baik di musim panas atau musim dingin, 455
Pasal: Apabila penguasa menyuruh seseorang untuk menaiki suatu pagar atau turun ke dasar sumur atau lainnya, lalu dia terluka, 456
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila seseorang diserang oleh seekor unta dan dia tidak sanggup menghindari hal ini kecuali dengan memukulnya, 457
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila ada seseorang memasuki rumahnya dengan membawa senjata, 458
Pasal: Semua orang yang mengganggu seseorang yang bertujuan mengambil harta dan jiwanya, 460
Pasal: Apabila ada seseorang menyerang seseorang lainnya demi mendapatkan harta atau jiwanya secara zhalim, 463
Pasal: Apabila ada seseorang yang berzina dengan istri seseorang, lalu sang suami membunuh lelaki yang telah berzina dengan istrinya itu, 464
Pasal: Jika seseorang membunuh orang lain, dan dia mengaku bahwa orang tersebut menyerangnya di dalam rumahnya, 465
Pasal: Jika seseorang menggigit tangan orang lain, maka orang yang digigit tangannya harus menarik tangannya dari mulut orang yang menggigitnya 466
Pasal: Barangsiapa yang mengintip rumah orang lain kemudian ia melubangi atau membuka pintunya dan lain sebagainya, lalu pemilik rumah 469
Pasal: Jika pengintip pergi dengan adanya teguran, maka pemilik rumah tidak boleh melemparnya. 471
Pasal: Benda yang dilemparkan pemilik rumah pertama kalinya tidak boleh benda yang dapat membunuhnya. 472
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika hewan ternak merusak tanaman orang lain pada malam hari, 472
Pasal: Jika hewan ternak merusak selain tanaman, maka pemiliknya tidak berhak bertanggung jawab 475
Pasal: Jika seseorang memiliki anjing predator, lalu anjing tersebut menggigit orang lain atau hewan ternak pada malam hari atau siang hari, 475
Pasal: Jika seseorang memelihara burung merpati atau burung lainnya, lalu dia melepaskannya pada siang hari, 476
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apa yang dirusak oleh binatang untuk kendaraan dan angkutan, 477
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika kerusakan disebabkan oleh kaki hewan untuk angkutan dan kendaraan, 478
Pasal: Jika terdapat dua orang yang menunggangi binatang untuk kendaraan atau angkutan maka yang berhak 478
Pasal: Unta yang ditarik dengan unta lain, jika terjadi pengerusakan harta orang lain maka yang bertanggungjawab adalah unta pertama. 479
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika dua orang penunggang kuda saling tabrakan, 480
Pasal: Jika salah satu penunggang mengambil jalur penunggang lainnya, 481
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika salah satu penunggang berjalan, 482
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika terjadi tabrakan antara dua orang yang sedang berjalan, 482
Pasal: Jika dua orang budak saling bertabrakan, dan mereka meninggal dunia akibat tabrakan, 484
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika kapal munhadirah (datang) menabrak kapal mushaa’adah (berlabuh) 485
Pasal: Jika kedua nakhoda merupakan pemilik kapal, maka keduanya dianggap impas, dan jika ada kelebihan nilai 487
Pasal: Jika salah satu kapal berhenti dan kapal lainnya berjalan, 488
Pasal: Jika dikhawatirkan kapal akan tenggelam, dan nakhoda menyuruh awak kapal untuk membuang sebagian barang yang ada agar kapal bisa tidak tenggelam, 488
Pasal: Jika seseorang menenggelamkan kapal dan seisinya dengan sengaja beserta penumpang kapal tersebut karena mereka tidak pandai berenang, 489
KITAB JIHAD 491
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jihad hukumnya fardhu kifayah. Apabila salah seorang menunaikannya, 493
Pasal: Jihad menjadi wajib hukumnya dalam tiga keadaan. 497
Pasal: ada tujuh syarat di dalam kewajiban jihad. Ketujuh syarat tersebut adalah, 499
Pasal: minimal jihad dilaksanakan sekali dalam setahun. 502
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Abu Abdullah menyatakan, 503
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Perang di laut lebih mulia daripada perang di darat.” 506
Pasal: Berperang melawan ahlu Kitab lebih afdhal daripada berperang melawan yang lainnya. 508
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Ikut serta berperang bersama semua orang, 508
Pasal: Ahmad menyatakan, Aku tidak kagum untuk keluar (berjihad) 510
Pasal: Seorang pemimpin perang tidak boleh membawa seseorang yang enggan membantu pasukan muslim. 510
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Setiap kaum mesti memerangi musuh yang ada di sekitarnya. 512
Pasal: Urusan jihad diserahkan kepada pemimpin Islam dan ijtihadnya, 514
Pasal: Umar berkata, “Tajamkanlah kuku di tanah musuh, sesungguhnya dia adalah senjata.” 515
Pasal: “Apabila seseorang akan keluar berjihad, dia mesti diiringi. Ali pernah mengiring Rasulullah g saat pelaksanaan perang Tabuk. 516
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Kesempurnaan Ribath (berjaga di pos) adalah 40 hari.” 517
Pasal: Keutamaan ribath (menjaga perbatasan) adalah berdiam di benteng yang banyak kekhawatiran kesulitan di dalamnya. 520
Pasal: Menurut madzhab Abu Abdullah makruh hukumnya memindahkan kaum wanita dan keturunan ke benteng kubu pertahanan. 524
Pasal: Para penghuni benteng di perbatasan dimustahabkan untuk berkumpul di masjid besar untuk menunaikan semua shalat di dalamnya. 524
Pasal: Dalam menjaga (pasukan) di jalan Allah terdapat kemuliaan besar. Di dalam suatu hadits dinyatakan, 525
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila kedua orang tuanya muslim, maka tidak boleh melakukan jihad 526
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila telah diwajibkan jihad, maka tidak perlu meminta izin keduanya. 529
Pasal: Apabila keluar untuk melaksanakan jihad secara sukarela dan mendapatkan izin kedua orang tua, 530
Pasal: Apabila kedua orang tuanya memberikan izin untuk ikut suatu peperangan, 531
Pasal: Orang yang memiliki hutang baik kontan maupun kredit tidak boleh keluar berjihad kecuali dengan adanya izin dari pemberi hutang. 532
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Orang Ahlu Kitab dan Majusi harus diperangi tanpa diseru terlebih dahulu, 533
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Ahlu Kitab dan Majusi boleh diperangi hingga mereka masuk Islam, 537
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila datang musuh, wajib bagi semua orang untuk berperang, 541
Pasal: Ahmad pernah ditanya mengenai seorang pemimpin yang tengah marah kepada seseorang, 543
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Pasukan Islam tidak boleh membawa kaum wanita ke tanah musuh, 544
Pasal: Seorang pemimpin pasukan harus bersikap lemah lembut terhadap bala pasukannya. 546
Pasal: Ahmad pernah ditanya mengenai seseorang yang membeli dua kuda untuk berperang, 547
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila seorang pemimpin berperang bersama orang-orang, 548
Pasal: Apabila salah seorang dari kaum kafir keluar dan menantang melakukan pertarungan, 553
Pasal: Diperbolehkan membuat suatu tipu muslihat di dalam peperangan atau pertarungan. 554
Pasal: Ahmad berkata, “Apabila berperang di lautan, lalu salah seorang pasukan ingin menginap di sebuah pantai, 555
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa yang memberi bantuan dana untuk berbagai perang yang akan dilakukan, 555
Pasal: Apabila ada seseorang memberikan sesuatu untuk membantu suatu perang, 556
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila ada seseorang memberikan hewan ternak untuk dikendarai, 556
Pasal: Ahmad berkata, “Tidak boleh mengendarai hewan ternak yang dipergunakan sebagai kendaraan (kuda) untuk kepentingan pribadi. 558
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila seorang imam menawan para tahanan, 558
Pasal: Apabila seorang tawanan masuk Islam, maka dia langsung menjadi hamba sahaya, dan pilihan menjadi hilang. 563
Pasal: Apabila para tawanan Ahlu Kitab meminta untuk membebaskan mereka dengan balasan pemberian pajak dari mereka, 565
Pasal: Jika seorang hamba sahaya ditawan, maka dia dapat menjadi hamba sahaya kaum muslim. 566
Pasal: Abu Bakar menyebutkan, jika seorang kafir merupakan hamba sahaya seorang muslim tidak boleh dijadikan hamba sahaya. 566
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jalan bagi orang yang dijadikan budak di antara mereka, 567
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Adapun diperbolehkan menjadikan mereka budak apabila mereka adalah para ahlu kitab atau majusi. 568
Pasal: Sedangkan kaum wanita dan anak-anak, dapat dijadikan budak dengan menawan mereka. 568
Pasal: Ahmad tidak memperbolehkan menjual seorang hamba sahaya kaum muslim kepada orang kafir. 569
Pasal: Barangsiapa yang menawan seorang tawanan, maka dia tidak boleh membunuhnya hingga seorang 570
Pasal: Apabila seorang tawanan mengaku dirinya seorang muslim, 572
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Seorang imam atau wakilnya dapat memberi an nafl (jatah tambahan dari harta rampasan perang), 573
Pasal: Abu Daud menukil dari Ahmad, bahwa dia (Ahmad) pernah menyatakan, 581
Pasal: Imam atau wakilnya juga diperbolehkan untuk memberikan suatu imbalan bagi orang yang menunjukkan 582
Pasal: Ahmad berujar, An-Nafl (jatah tambahan) diambil dari bagian 4/5 harta ghanimah. 584
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jatah tambahan yang didapatkan dikembalikan kepada semua 587
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa di antara kita yang membunuh seseorang dari mereka (musuh) yang berpaling dari peperangan, 588
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Hewan tunggangan serta harta yang ada diatasnya adalah salab, 605
Pasal: Tidak diterima tuduhan pembunuhan kecuali dengan bayyinah (bukti), 608
Pasal: Boleh mengambil semua harta salb dari musuh yang terbunuh dan meninggalkannya tanpa busana, 609
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Dia berkata, 609
Pasal: Boleh memberikan rasa aman bagi tawanan perang jika ada perjanjian maka tidak makruh, 611
Pasal: Tidak boleh memberi perlindungan bagi orang kafir walaupun kafir dzimmi, 612
Pasal: Seorang Imam boleh memberikan tanggungan keamanan bagi kaum kafir atau seseorang diantara mereka, 613
Pasal: Seorang Imam (pemimpin) boleh memberikan tanggungan keamanan bagi tawanan perang setelah ada perjanjian padanya, 613
Pasal: Apabila ada dua saksi atau lebih dari kaum muslim bagi tawanan 614
Pasal: Jika ada seseorang meminta jaminan keamanan untuk mendengar kalam Allah 616
Pasal: Jika orang kafir harbi masuk ke Negara Islam dengan tanggungan keamanan maka dia menitipkan hartanya kepada seorang muslim 618
Pasal: Apabila orang yang mendapat jaminan menetap di negara Islam mencuri, 620
Pasal: Seorang harbiyah (perempuan kafir) masuk ke negara Islam dengan jaminan keamanan kemudian 620
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa yang meminta jaminan keamanan untuk membuka 621
Pasal: Imam Ahmad berkata, “Jika seseorang berkata, ‘Beri aku tangguhan sampai aku menunjukkanmu pada sesuatu’,” 622
Pasal: Jika seorang kafir harbi masuk ke dalam negara Islam tanpa ada izin keamanannya, 623
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Maka barangsiapa yang masuk ke daerah kekuasaannya 624
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Pasukan berkuda dapat tiga bagian satu buat dirinya dan dua bagian lagi buat kudanya. 625
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata: Jika kudanya keturunan campuran 628
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Tidak mendapat bagian jika lebih dari dua kuda. 631
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa berperang dengan menggunakan unta, 632
Pasal: Selain kuda, unta, keledai gajah dan selainnya tidak mendapatkan bagian tanpa ada perbedaan pendapat, 634
Pasal: Pemimpin (imam) boleh menentukan kuda yang boleh dibawa ke medan perang, 634
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa yang meninggal setelah terkumpulnya harta rampasan perang, 635
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Pejuang berjalan kaki mendapat satu bagian.” 636
Pasal: Baik harta ghanimah itu diperoleh dari penaklukan benteng pertahanan, 636
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Harta ghanimah diberikan kepada perempuan dan hamba sahaya.” 637
Pasal: Budak mudabbir, mukatab sama 640
Pasal: Orang yang memiliki dua jenis kelamin (khuntsa musykil) 641
Pasal: Anak-anak diberikan upahnya sesuai ketetapan pemimpin, 641
Pasal: Jika ada seseorang mendapatkan ghanimah sedangkan dia tidak termasuk orang yang dapat 643
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Orang kafir mendapat satu bagian jika berperang bersama kita.” 643
Pasal: Tidak boleh meminta pertolongan kepada orang musyrik, ini pendapat ibn Mundzir, 645
Pasal: Keputusan pemimpin untuk memberikan upah pada orang yang bukan pasukan perang 646
Pasal: Tentang radhakh ada dua pendapat: pertama diambil dari harta ghanimah, 647
Pasal: Yang pertama kali dibagi dari ghanimah adalah harta salb maka diberikan kepada yang berhak, 647
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika hamba sahaya berperang dengan kuda tuannya (majikannya) 648
Pasal: Apabila seorang murjif atau makhdzil ikut berperang dengan menaiki kuda maka dia dan kudanya tidak mendapat bagian dari harta ghanimah, 649
Pasal: jika ada seseorang meminjam kuda untuk dibawa berperang boleh dilakukan, 649
Pasal: Barangsiapa yang menggunakan kuda pinjaman untuk perang, 651
Pasal: Tidak boleh melebihkan bagian seseorang dari yang lainnya diantara para 652
Pasal: Jika seorang pemimpin berkata: jika seseorang mendapatkan sesuatu maka jadi miliknya, 652
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila harta rampasan perang sudah terkumpul, 653
Pasal: Adapun hukum tawanan yang melarikan diri pada kaum muslim sama dengan pasukan susulan tadi, 655
Pasal: Jika sekelompok orang bergabung dengan kaum muslim setelah selesai peperangan dan belum dibagikan ghanimah, 656
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika pemimpin (Imam) mengutus seseorang untuk kemaslahatan tentara di medan perang, 657
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika pemimpin (Imam) 658
Pasal: Ahmad ditanya tentang sebuah kaum yang berada di belakang 660
Pasal: Boleh membagikan ghanimah di daerah perang (darul harb) musuh, 660
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika mereka ditawan maka jangan dipisahkan anak dari ayahnya, dan ibu dari anaknya.” 662
Pasal: Jika anak dipisahkan dari orang tuanya dengan cara jual beli. Maka jual belinya fasid, ini pendapat Syafi’i, 665
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Posisi kakek sama dengan posisi ayah, dan posisi nenek sama dengan ibu.” 665
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Tidak boleh memisahkan dua orang bersaudara baik laki-laki atau perempuan.” 666
Pasal: Boleh memisahkan seluruh anggota kerabat menurut Al Kharaqi, 667
Pasal: Jika ada ghanimah yang tidak boleh dipisahkan, 668
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa yang membeli mereka dan mereka berkumpul satu tempat setelah itu, 668
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa yang menawan anak mereka sendirian 669
Pasal: Jika tawanan kafir itu sudah menikah maka tidak luput dari tiga perkata: 671
Pasal: Kami tidak membeda-bedakan tentang tawanan suami istri, 674
Pasal: Jika orang kafir masuk Islam di negaranya, maka harus diberikan rasa aman pada harta, 674
Pasal: Jika orang kafir masuk Islam di negaranya (darul harb) dan dia memiliki harta, 675
Pasal: Apabila seorang muslim meminjam tanah orang kafir kemudian tanah itu dikuasai oleh kaum muslim, 677
Pasal: Jika hamba sahaya orang kafir masuk Islam atau budak perempuannya dan bergabung bersama 677
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika orang kafir mengambil atau merampas harta kaum 678
Pasal: Jika diambil oleh rakyat biasa dengan imbalan atau mencurinya atau dengan tanpa imbalan 679
Pasal: Jika kaum muslim mendapatkan ghanimah dari orang kafir kemudian pada ghanimah 681
Pasal: Al Qadhi berkata, “Orang kafir memiliki harta orang muslimin dengan paksaan atau peperangan, 682
Pasal: Aku tidak mendapatkan perbedaan pendapat tentang kalau ada orang kafir harb masuk Islam 684
Pasal: Jika yang dikuasai dan dikalahkan itu seorang yang merdeka tidak boleh memilikinya baik itu muslim 685
Pasal: Jika hamba sahaya muslim melarikan diri ke Negara kafir maka mereka mengambilnya dan jadi milik mereka seperti harta, 686
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa yang memotong batu, 686
Pasal: Jika ia mengambilnya dari rumah mereka atau dari luar rumah yang tidak ada nilainya seperti sesuatu yang bergerigi, 687
Pasal: Jika ada orang yang meninggalkan sedikit bagiannya dari ghanimah karena 688
Pasal: Barangsiapa yang menemukan harta karun (rukkaz) di negara kafir, 689
Pasal: Ahmad ditanya tentang hewan (kuda) yang keluar dari negara Roma atau sudah jadi ghanimah 689
Pasal: Barangsiapa yang mendapatkan barang tercecer (luqathah) di negara mereka, 690
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa yang memberi makan kuda 691
Pasal: Jika ada yang menemukan minyak maka sama dengan makanan lainnya sebagaimana 694
Pasal: Ahmad berkata: tidak boleh mencuci pakaiannya dengan sabun, karena yang demikian 695
Pasal: Tidak boleh memakai pakaian dan juga tempat dudukan kuda dari harta ghanimah, 695
Pasal: Tidak boleh mengambil manfaat dari kulit ghanimah untuk membuat sandal, kantong (tas), 696
Pasal: Adapun tentang buku dan tulisan-tulisan mereka, 697
Pasal: Jika mereka mengambil anggota tubuh binatang buruan seperti binatang macan, 697
Pasal: Para pejuang harus memberikan makanan kudanya dan budaknya dengan makanan yang ia makan, baik dari miliknya sendiri atau dari dagangan, 698
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Dia berkata: para pasukan berserikat pada 699
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa yang memiliki bahan makanan yang lebih (sisa) kemudian 700
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika seorang muslim membeli tawanan dari orang kafir 702
Pasal: Jika mereka berdua berbeda pendapat takaran (batas) yang dia beli maka pernyataan 703
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika orang musyrik menangkap (menawan) 704
Pasal: Wajib membebaskan tawanan kaum muslim jika memungkinkan, 705
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, jika ghanimah sudah dikuasai dan dimiliki pemimpin dan diwakilkannya 706
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa yang membeli bagian seorang pasukan perang di Negara 707
Pasal: Jika harta ghanimah dibagikan di negara kafir maka orang yang sudah mendapatkan bagiannya 708
Pasal: Ahmad berkata: tentang seseorang yang membeli budak perempuan yang memiliki perhiasan 709
Pasal: Ahmad berkata: tidak boleh pemimpin pasukan perang membeli sesuatu apapun dari ghanimah 710
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, jika musuh menyerang maka tidak boleh membakar mereka dengan api. 710
Pasal: Begitu juga kalau ingin menaklukkan al-Butsuq (pelabuhan) mereka harus ditenggelamkan, 712
Pasal: Dibolehkan untuk menahan orang kafir dengan menawan mereka pada malam hari dan membunuh mereka jika melawan atau membangkang, 713
Pasal: Al Auza’i berkata: jika orang kafir sudah berada dalam penjara (perangkap) dan sudah pasti kamu mampu mengendalikan 713
Pasal: Jika orang kafir membentengi diri mereka dengan anak-anak dan perempuan mereka ketika 714
Pasal: Jika ada perempuan berdiri tegak pada barisan orang kafir atau ada disekitar mereka 715
Pasal: Jika mereka menjadikan orang muslim jadi tameng (dibarisan depan) atau perisai mereka, 715
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Tidak boleh membunuh unta.” 717
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Tidak boleh menyembelih kambing dan binatang lainnya kecuali untuk dimakan.” 719
Pasal: Jika hewan tersebut disembelih untuk dimakan dan memang dibutuhkan dan memang harus disembelih 720
Pasal: Kita tidak membedakan diantara seluruh hewan pada masalah ini dan yang lebih kuat 722
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Tidak boleh memotong pepohonan mereka, 723
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Tidak boleh menikah di negara musuh kecuali hasratnya sudah tidak tertahan lagi 726
Pasal: Tentang Hijrah 728
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa masuk ke negara musuh dengan aman 733
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika ada penjanjian antara orang kafir 734
Pasal: Adapun ahli perdamaian (hudnah) jika mereka membatalkan perjanjian maka halal 736
Pasal: Akad hudnah tidak sah jika tidak ditentukan masa dan waktunya ( berapa lama jangka perjanjiannya) 738 Pasal: Boleh bermuhadanah dengan mereka selain harta, karena Nabi Muhammad 738
Pasal: Tidak boleh melakukan akad perdamaian dengan orang kafir atau dzimmi kecuali 741
Pasal: Jika perjanjian sudah disepakati maka pemimpin harus menjaga dan tetap mengawasi mereka 745
Pasal: Jika sudah ada perjanjian damai tanpa dengan syarat apapun (muthlaq) maka datang kepada kita 746
Pasal: Syarat akad perjanjian damai terbagi menjadi dua: syarat yang benar (sah): 748
Pasal: Jika seorang perempuan atau anak-anak memohon keluar dari negar kafir, 752
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika seorang pemimpin menyewa suatu kaum 753
Pasal: Adapun orang upahan untuk membantu pada peperangan atau kudanya dipinjam 756
Pasal: Adapun pedagang, pekarja, seperti tukang jahit, tukang roti, tukang sepatu, 757
Pasal: Jika ada suatu kaum mereka masuk ke daerah perang tanpa izin dari pemimpin dan mereka 757
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa yang menyimpan (menyembunyikan) 759
Pasal: Jika hartanya belum dibakar, sehingga harta tersebut sudah jadi milik orang lain atau ia kembali 762
Pasal: Jika penipu (ghal) yang menyembunyikan ghanimah anak-anak tidak dibakar hartanya ini pendapat Auza’i, 763
Pasal: Jika dia bertobat sebelum pembagian harta ghanimah dengan mengembalikan yang dia sembunyikan 764
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Tidak boleh melaksanakan hukuman (had) 766
Pasal: Ditegakkan dan dilaksanakan had di teluk (pelabuhan) tanpa ada perbedaan pendapat 769
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika sudah ditaklukkan suatu daerah maka 769
Pasal: Diharamkan membunuh perempuan dan orang yang sudah tua Bangka, ini pendapat Malik, 772
Pasal: Tidak boleh membunuh orang sakit (cacat seumur hidup), orang buta, pendeta, 774
Pasal: Tidak boleh membunuh hanba sahaya, ini pendapat Syafi’i, 775
Pasal: Barangsiapa diantara yang kami sebutkan di atas tadi ikut berperang maka boleh membunuhnya, 775
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, Barangsiapa diantara mereka, perempuan, 776
Pasal: Adapun orang sakit jika ia masih bisa berperang boleh diperangi karena sama saja dengan orang yang luka, 777
Pasal: Adapun petani yang tidak ikut berperang sebaiknya tidak dibunuh, 777
Pasal: Jika suatu daerah telah dikepung oleh seorang pemimpin, 778
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila tawanan itu ingin dilepaskan dari kita 782
Pasal: Apabila mereka menerima dan beriman maka mereka akan mendapatkan keamanan karena keamanan 785
Pasal: Apabila seorang tawanan membeli sesuatu atas kemauannya sendiri artinya tawanan tersebut membelinya 786
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Dan tidak dibolehkan bagi seorang muslim 787
Pasal: Apabila kekuatan musuh itu lebih besar daripada kaum muslim dan orang-orang muslimin 793
Pasal: Apabila musuh datang ke suatu negri dan penduduknya telah membentengi dari musuh dan apabila 794
Pasal: Apabila suatu kaum melarikan diri (dari peperangan) sebelum mendapatkan harta rampasan 795
Pasal: Apabila orang-orang kafir melemparkan api ke kapal sedangkan didalamnya ada orang-orang muslimin 796
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa yang mendapatkan harta rampasan 796
Pasal: Apabila upah tersebut dibuat persyaratannya bahwa kendaraan hewan hasil dari harta rampasan perang 797
Pasal: Tidak diperbolehkan mengambil manfaat dari harta rampasan perang dengan mengendarai hewan 798
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa yang bertemu dengan orang kafir 799
Pasal: Apabila seorang muslim memberikan isyarat kepada mereka dan memungkinkan untuk 802
Pasal: Jika Anda menawan perempuan kafir kemudian anaknya datang 803
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa yang mencuri dari harta rampasan perang 804
Pasal: Apabila mencuri dari harta rampasan perang yang tidak berharga, 805
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila budak perempuan dicampuri sebelum dibagi maka tidak dikenakan baginya had 805
Pasal: Apabila di dalam harta rampasan perang tersebut sebagian orang yang mendapakannya 810
Pasal: Apabila sebagian orang-orang yang mendapatkan harta rampasan perang 811
Pasal: Tidak diperbolehkan memindahkan kepala-kepala orang-orang musyrik dari suatu negeri ke negeri yang lainnya 812
Pasal: Diperbolehkan menerima hadiah dari orang-orang kafir pada masa peperangan, 814