Penerbit Buku Islam Rahmatan - Pustaka Azzam
“Sesungguhnya sejelek-jeleknya binatang di sisi Allah adalah orang-orang yang tuli dan bisu (dalam menerima kebenaran), yaitu orang-orang yang tidak berakal.” (QS. Al-Anfal : 22)
Categories
News
16 Oktober 2019
SEGERA HADIR! Islamic Book Fair 2020
Hadirilah! Islamic Book Fair terbesar pada tanggal 26 Februari - 1 Maret 2020, Hall A&B Jakarta Convention Center (JCC) Senayan - Jakarta detail

23 April 2018
Tokopedia Pustaka Azzam
Pustaka Azzam hadir untuk Anda di Tokopedia, nikmati diskon-diskon specialnya, hanya di https://www.tokopedia.com/pustakaazzamm detail

» index berita
Newsletter
Testimonial
Geofani
Alhamdulillah bukunya cepat sekali sampainya, pesan kemarin kemudian hari esoknya langsung sampai.

Rusliansyah
Assalamu'alaikum Wr.Wb. Alhamdulillah, akhirnya siyar a'lam an-nubala' edisi lengkap (24 jld) telah seluruhnya di-laundhing. Dan, Insya Allah akan disusul madarijus-salikin edisi lengkap (7 jilid), y... detail

jaenal
Moga kebaikan selalu menyertai pustaka azzam yang sudah banyak berjasa dalam penerjemahan kitab-kitab ulama salaf, mohon kalo bisa terjemah juga kitab al muwafaqot imam assyatibi, kitab ini sangat ber... detail

Rusliansyah
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh... Buku-buku karangan Ibnul Jauzi dan Ibnu Al-Qayyim sangat bagus untuk tazkiyatun-nafs sesuai dengan manhaj salaf. Mohon kiranya dapat diterjemahkan buku-b... detail

Dewa. N
Assalamu\'alaikum. Mohon Pustaka Azzam terjemahkan kitab al Maudhu\'aat karangan Imam Ibnul Jauzi rahimahullah, berisi tentang hadits-hadits palsu yang banyak dipakai kaum Muslim. Saya perhatikan k... detail

Nuruddin
Assalamualaikum wr wb Saya minta di terjemahkan kitab mughni al muhtaj oleh syaikh ahmad khotib asy syarbini / kitab ianatuth tholibin oleh abu bakr asy syata sebab kitab tsb ssngat banyak di cari ol... detail

Fajar Syam
Bismillahirahmanirahim Pustaka azzam sangat menolong sekali bagi para penuntut ilmu dinusantara ini yang tdk terlalu mahir berbahasa arab seperti saya. Terima kasih sdh menterejemahkan buku buku Is... detail

Rangga Buana
Saya berharap pada Allāh Ta\'ala agarr pustaka azzam dapat menyelesaikan terjemahan2n bukunya yg belum selesai. Dan saran jangan dulu beralih ke buku yg lain bila buku sebelumnya belum selesai... detail

» lihat testimonial
» isi testimonial

»

#13 of 16 | prev product Prev - Next next product
printer email

product arrow Al Mughni jilid 13

Price Rp 207.000
Diskon Azzam
  • Diskon 15% dari total transaksi *

* dengan pembelian produk apapun minimal 1 Item(s)

KITAB TENTANG ORANG YANG MURTAD 1
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa yang murtad dari agama Islam, 2
Pasal: Membunuh orang yang murtad dilakukan oleh Imam baik kepada orang yang merdeka maupun hamba sahaya. 15
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Hartanya menjadi harta rampasan perang setelah hutangnya dilunasi.” 16
Pasal: Hak kepemilikan harta orang yang murtad tidak hilang dengan sekedar murtadnya menurut pendapat mayoritas ulama. 16
Pasal: Harta orang yang murtad diambil dan dipergunakan untuk keperluan kaum muslimin. 18
Pasal: Tindakan yang dilakukan oleh orang yang murtad, 18
Pasal: Jika dia menikah, maka pernikahannya tidak sah. Sebab dia tidak dapat mengakui pernikahan. Dan, apa yang dilarang dalam pengakuan menikah, 19
Pasal: Jika ditemukan pada orang yang murtad suatu sebab yang menjadikannya memiliki sesuatu, 20
Pasal: Jika orang yang murtad datang ke medan perang, 20
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa yang meninggalkan shalat, maka dia diajak sebanyak tiga hari untuk melakukan shalat, 21
Pasal: Barangsiapa yang meyakini halalnya sesuatu yang telah disepakati oleh ulama pengharamannya, 22
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Sembelihan orang yang murtad haram dimakan, sekalipun murtadnya ke agama ahlul kitab.” 24
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Anak-anak yang berusia sepuluh tahun dan nalar akan Islam, kemudian dia masuk Islam, maka dia muslim.” 25
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika dia menarik perkataannya dan mengatakan, “Saya tidak tahu apa yang saya katakan,” 29
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Dia tidak dibunuh hingga telah mencapai usia baligh, 31
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika suami istri murtad dan keduanya pergi ke daerah perang, 31
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa dari suami istri atau dari anak-anak keduanya yang enggan untuk bertobat 33
Pasal: Jika penduduk suatu kampung murtad dan diberlakukan hukum murtad kepada mereka, 34
Pasal: Jika orang yang murtad melakukan pembunuhan untuk membalas dendam secara sengaja, 35
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa yang kedua orang tuanya masuk Islam, 36
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Demikian juga orang yang salah satu dari kedua orang tuanya meninggal dunia dalam keadaan kafir, 38
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa yang memberikan kesaksian tentang murtad, 39
Pasal: Kesaksian murtad diterima dari dua orang yang jujur menurut pendapat mayoritas ulama. 41
Pasal: Jika orang kafir mengucapkan dua kalimat syahadat, kemudian dia berkata, “Aku tidak bermaksud Islam,” 45
Pasal: Jika orang kafir melaksanakan shalat, maka dia dihukumi muslim, 45
Pasal: Jika orang yang tidak diperbolehkan dipaksa masuk Islam, kemudian dia dipaksa masuk Islam, 47
Pasal: Barangsiapa yang dipaksa untuk kafir dan mengucapkan kalimat yang menyebabkannya kafir, 49
Pasal: Jika seseorang dipaksa untuk mengatakan kalimat yang menyebabkannya kafir, 52
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa yang murtad, sedangkan dia dalam keadaan mabuk, 53
Pasal: Sah Islamnya orang yang mabuk dalam keadaan dia mabuk, apakah dia kafir asli atau murtad. 56
Pasal: Tidak sah murtad dan masuk Islam yang dilakukan oleh orang gila. 56
Pasal: Barangsiapa yang dihukumi mendapatkan hukum had, 56
Pasal: Sedangkan apa yang dilakukannya ketika dia murtad, 57
Pasal: Barangsiapa yang mengaku nabi atau membenarkan apa yang diklaimnya, 59
Pasal: Barangsiapa yang mencaci Allah, maka dia telah kafir, apakah dia bergurau atau sungguh-sungguh. 60
Pasal: Mengenai Sihir 60
Pasal: Hukuman bagi penyihir adalah dibunuh. Ini merupakan kesimpulan pendapat Umar, 65
Pasal: apakah penyihir diminta untuk bertobat? Ada dua riwayat di dalam hal ini. 66
Pasal: Sihir yang kami sebutkan adalah sihir yang dianggap sihir oleh adat dan kebiasaan. 67
Pasal: Mengenai hukum peramal yang memiliki pelayan dari jin yang dapat membawa dan memberitahukan suatu kabar kepada mereka, 69
Pasal: Sedangkan para penyihir ahli kitab tidak boleh dihukum mati disebabkan sihirnya, 70
KITAB: SANKSI / HUKUMAN 71
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika pria yang merdeka dan pernah menikah atau wanita merdeka 75
Pasal: Jika orang yang berzina laki-laki, maka hukum had dilakukan kepadanya dalam keadaan berdiri, 78
Pasal: Sunnah hukumnya mengelilingi orang yang dirajam di sekitarnya. 80
Pasal kedua: Bahwa dia dicambuk kemudian dirajam dalam satu dari dua riwayat. 81
Pasal ketiga: Rajam tidak wajib kecuali kepada orang yang sudah pernah menikah sesuai dengan kesepakatan para ulama. 84
Pasal: Tidak disyaratkan harus beragama islam untuk menentukan status muhshan. 88
Pasal: Jika orang yang telah berstatus muhshan murtad, 91
Pasal: Jika dia berzina dan dia memiliki istri dan anak darinya, lalu dia berkata, “Aku tidak pernah berhubungan badan dengannya,” 92
Pasal: jika ada bukti yang menunjukkan status muhshannya, 93
Pasal: Jika orang yang berzina dicambuk, karena dia masih gadis, 93
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Kedua orang yang berzina dan telah dirajam itu dimandikan, dikafani, dan dishalatkan, serta dikuburkan.” 94
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika orang yang merdeka dan masih gadis, 96
Pasal: Orang yang berzina yang belum menikah diasingkan selama satu tahun penuh. 99
Pasal: Jika orang diasingkan itu berzina lagi, maka dia harus diasingkan di selain negaranya. 101
Pasal: Wanita yang diasingkan hendaknya ditemani oleh mahramnya, 101
Pasal: Hukuman had harus dihadiri oleh sekelompok orang mukmin, 102
Pasal: Hukum had tidak ditegakkan bagi orang yang hamil, hingga dia melahirkan, 105
Pasal: Orang yang sakit ada dua macam: 108
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila seorang hamba laki-laki dan hamba perempuan melakukan perbuatan zina, 111
Pasal: tidak ada pengasingan bagi hamba lelaki maupun perempuan. 115
Pasal: apabila seorang hamba melakukan perbuatan zina, lalu dia merdeka, 117
Pasal: seorang tuan dapat menegakkan hukuman had bagi hamba sahayanya menurut mayoritas ulama. 118
Pasal: Apabila ia berzina dengan budak perempuan, kemudian ia membunuhnya, 124
Pasal: Apabila dia berzina dengan seorang yang setengahnya merdeka dan setengahnya budak, 125
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Pezina adalah siapa yang melakukan fahisyah dari dubur.” 126
Pasal: Apabila ia menyetubuhi mayat. Dalam permasalahan ini ada dua pendapat. 127
Pasal: Apabila seseorang menikahi wanita yang tidak boleh dinikahi, 129
Pasal: Semua pernikahan yang telah ada ijma’ bahwa ia batal, 131
Pasal: had tidak wajib dilaksanakan dikarenakan bersetubuh dalam pernikahan yang masih diperselisihkan, 132
Pasal: Tidak wajib hukuman had disebabkan menggauli budak perempuan yang dimiliki bersama. 132
Pasal: Jika ia membeli ibunya atau saudarinya yang sesusuan atau yang lainnya. 133
Pasal: Apabila ia bermalam pengantin dengan yang bukan istrinya, 133
Pasal: Tidak ada hukuman had terhadap orang yang tidak mengetahui pengharaman zina. 134
Pasal: Jika ia menggauli budak perempuan orang lain maka ia adalah berzina. 135
Pasal: Orang yang dipaksa tidak dikenakan hukuman had. 137
Pasal: Apabila seorang laki-laki dipaksa, kemudian ia berzina. 139
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa yang melakukan hubungan sejenis (homo atau lesbi) maka dijatuhi hukuman mati, 140
Pasal: Apabila dua orang wanita saling mengurut badan maka mereka adalah pezina dan dilaknat. 143
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa yang menyetubuhi hewan maka dididik dan diperbaiki akhlaknya dan binatang tersebut dibunuh.” 145
Pasal: Wajib membunuh hewan tersebut. Ini adalah pendapat Abu Salamah bin Abdurrahman dan salah satu pendapat Syafi’i. 146
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Dan yang wajib atasnya hukuman had dari mereka yang aku sebutkan adalah yang mengaku berzina sebanyak empat kali.” 149
Pasal: Baik dalam satu perkumpulan atau perkumpulan-perkumpulan yang terpisah, 151
Pasal: Perlu diperhatikan dalam keabsahan sebuah pengakuan agar menceritakan kejadian sesungguhnya untuk menghilangkan syubhat-syubhat. 152
Pasal: Jika seorang pria mengaku telah berzina dengan seorang wanita dan si wanita menginkari perkataan maka si pria dijatuhi hukuman dan tidak bagi si wanita. 153
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Pelaku sudah baligh, sehat dan berakal.” 154
Pasal: Apabila dia gila dalam satu waktu dan sadar di waktu yang lain, 155
Pasal: Orang tidak tidak dicatat perbuatannya. 156
Pasal: Dan perkataannya, “Dia sehat.” 157
Pasal: Sedangkan orang bisu, bila tidak difahami isyaratnya maka tidak dapat diterima pengakuannya. 158
Pasal: Tidak sah pengakuan orang yang dipaksa. 158
Pasal: Apabila seseorang mengaku telah bersenggama dengan seorang wanita 159
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Pengakuannya tidak dicabut sampai selesai pelaksanaan hukuman had.” 160
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Atau disaksikan oleh empat orang muslim yang merdeka dan adil serta mengetahui bentuk zina.” 162
Pasal: Apabila kesaksian tidak sempurna (jumlah saksinya), 170
Pasal: Jika saksi ada empat orang, namun salah satu dari mereka tidak dapat diterima kesaksiannya karena seorang hamba, 173
Pasal: Jika ada dua orang bersaksi, bahwa ada seseorang yang melakukan perzinaan di dalam rumah, 175
Pasal: Apabila ada dua orang saksi menyatakan, mereka melihat seseorang melakukan tindak perzinaan di dalam suatu sudut rumah, 176
Pasal: Jika dua orang saksi melakukan kesaksian, 177
Pasal: Jika dua orang saksi menyatakan, si pelaku melakukan perbuatan zina dalam bentuk pemerkosaan, 178
Pasal: Jika kesaksian perbuatan zina telah sempurna, dan tersangka telah membenarkan, 180
Pasal: Apabila dua orang bersaksi dan pelaku mengakui dua kali, 181
Pasal: Apabila pembuktian telah sempurna, kemudian para saksi meninggal dunia atau hilang, 181
Pasal: Apabila ada para saksi yang bersaksi atas suatu tindakan perzinaan lama (baca: kadaluarsa), atau mengakuinya, 181
Pasal: Kesaksian yang berefek hukuman had diperbolehkan meski tanpa ada penuntutan sebelumnya. 182
Pasal: Apabila ada empat orang bersaksi atas seorang wanita yang melakukan perbuatan zina, 184
Pasal: Apabila empat orang lelaki bersaksi, bahwa ada seseorang yang melakukan perbuatan zina dengan seorang wanita, 186
Pasal: Setiap pelaku zina yang berefek hukuman had tidak dapat diterima kecuali berdasarkan 4 orang saksi, 186
Pasal: Seorang imam tidak bisa menegakkan hukuman had berdasarkan pengetahuannya. 188
Pasal: Apabila seorang wanita hamil tanpa ada seorang suami atau tuan, 190
Pasal: Apabila ada seseorang yang menyewa seorang wanita untuk mengerjakan suatu pekerjaan lalu dia berzina 193
Pasal: Apabila seseorang menyetubuhi seorang wanita yang memiliki hutang qishash kepadanya, 193
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila seseorang dirajam atas dasar pengakuannya 193
Pasal: Seorang imam atau hakim yang memiliki hak memutuskan hukuman had berdasarkan pengakuan si pelaku 194
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa yang melakukan tindakan perzinaan berulang kali, 195
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata,: Apabila ahlu dzimmah mengadukan suatu perkara kepada kita, 197
Pasal: Apabila seorang muslim dan seorang ahlu dzimmi mengajukan perkara, 200
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika anak yang telah baligh menuduh zina orang muslim yang merdeka atau seorang wanita muslimah yang merdeka, 200
Pasal: Diwajibkan hukum had kepada orang yang menuduh laki-laki yang dikebiri, yang impoten, dan orang sakit lemah syahwat yang berzina. 204
Pasal: Diwajibkan hukuman had bagi orang yang menuduh berzina di negeri selain Islam. 205
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Bagaimana jika orang yang dituduh menuntut, 205
Pasal: Jika kami katakan diwajibkan hukuman had, dengan menuduh zina orang yang belum baligh, 207
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika yang menuduh zina adalah seorang hamba sahaya laki-laki atau hamba sahaya perempuan, 208
Pasal: Jika seseorang menuduh anaknya dan cucunya berzina, 210
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika dia mengatakan kepada seseorang, “Wahai kaum Luth,” 211
Pasal Kedua, mengenai orang yang mengatakan, “Wahai kaum Luth” 213
Pasal: Apabila dia menyatakan, “Maksudku adalah kamu menganut agama Nabi Luth,” 214
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Demikian juga bagi orang yang berujar, “Wahai ma’fuuj 215
Pasal: Pendapat Al Kharqi menunjukkan tidak diberlakukan hukuman had qadzaf kepada seseorang kecuali dengan adanya lafazh jelas, 215
Pasal: Ada perbedaan di dalam riwayat Ahmad mengenai sindiran dalam kasus qadzaf, 216
Pasal: Jika seseorang berkata kepada seseorang lainnya, “Wahai dayus (mucikari), wahai Kasyjaan (germo),” 218
Pasal: Apabila ada seseorang yang menafikan seseorang lain dari (keturunan) ayahnya, 220
Pasal: apabila ada seseorang yang melakukan qadzaf, dan kemudian ada orang lain yang mengatakan, “Anda benar,” 221
Pasal: Jika ada yang berkata, “Kamu lebih banyak berzina dari si fulan,” 222
Pasal: Apabila ada yang berkata, “Zana’ta Mahmuzan/Kamu telah mendaki dengan cara menindih,” 224
Pasal: Jika ada seseorang yang berkata kepada seorang lelaki lawan bicaranya, “Yaa Zaniyah/Wahai pelaku zina,” 225
Pasal: Jika ada yang berkata kepada seorang lelaki, “Kamu telah berbuat zina dengan si Fulanah,” 225
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila ada seseorang yang menunduh seseorang lainnya, 228
Pasal: Jika telah diwajibkan hukuman had kepada seorang kafir dzimmi 229
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa yang mengqadzaf (menuduh) seorang musyrik atau seorang hamba sahaya, 229
Jika ada silang pendapat antara pelaku qadzaf dengan korbannya 230
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa yang mengqadzaf seseorang yang dulunya musyrik 231
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Orang yang menuduh wanita yang telah dili’an, 234
Pasal: Sedangkan jika suatu perbuatan zina telah ditetapkan dengan adanya bukti atau pengakuan atau juga had zina, 235
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila seorang wanita dituduh (diqadzaf) 236
Pasal: Jika neneknya yang dituduh, maka disini dapat menganalogikan pendapat Al Kharqi, 239
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, Abu Al Khathib Al Kharqi berkata, “Barangsiapa yang mengqadzaf ibunda Nabi Muhammad g maka dia harus dibunuh, 240
Pasal: Mengqadzaf Nabi g dan ibunda beliau berefek keluar dari agama Islam (baca: murtad). 242
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila seseorang mengqadzaf sejumlah orang dengan satu kata, 242
Pasal: Apabila salah seorang mengqadzaf sejumlah orang dengan lebih dari satu kata, 245
Pasal: Jika ada seseorang berkata kepada teman bicaranya, “Wahai anak dua pelaku zina,” 246
Pasal: Jika ada seseorang yang melakukan tuduhan qadzaf berkali-kali, 246
Pasal: Jika dia berkata, “Barangsiapa yang melemparku, maka dia adalah anak seorang wanita pezina.” 248
Pasal: Apabila ada seseorang yang menuduh seseorang lainnya bahwa dan dia melakukan qadzaf terhadapnya, 249
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa yang membunuh atau wajib diberi hukuman had di luar tanah haram, 249
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa yang membunuh atau melakukan tindakan yang berefek hukuman had, 256
Pasal: Sedangkan kesucian Madinah tidak menghalangi pelaksanaan hukuman had dan hukuman qishash. 257
Bab Potong Tangan Terhadap Kasus Pencurian 259
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika seorang telah mencuri seperempat dinar logam, 260
Pasal: Jika seorang mencuri suatu barang yang nilainya murni empat dinar, 268
Pasal: Jika seseorang mencuri seorang hamba anak-anak, 270
Pasal: Jika seseorang mencuri air, maka ia tidak dijatuhi hukuman potong tangan. 272
Pasal: Selain perkara yang disebutkan di atas maka pencurinya dijatuhi hukuman potong tangan, 273
Pasal: Abu Bakar dan Al Qadhi menjelaskan mengenai seseorang yang mencuri mushaf, 276
Pasal: Jika seseorang mencuri benda wakaf, maka pencurinya dijatuhi hukuman potong tangan, 277
Pasal: Kemah dan Kemah besar yang didirikan, jika terdapat orang yang tidur atau mendiaminya maka ia dan seisinya dianggap terjaga, 280
Pasal: Tempat penjagaan/penyimpanan sayur-sayuran dan lain sebagainya yang ada di pasar adalah dengan potongan buluh atau kayu dan diawasi. 281
Pasal: Tentang penjagaan unta terdapat tiga kondisi: kondisi pertama yaitu penjagaan unta baarikah 281
Pasal: Kasus pencurian yang terjadi di kamar mandi yang tidak mempunyai penjaga, 283
Pasal: Suatu dinding rumah dikatakan terjaga jika ia punya pondasi yang kuat, 285
Pasal: Terdapat dua pendapat mengenai kasus pencurian mesjid yang dibangun atau ka’bah yang dibangun atau pencurian dari atap. 286
Pasal: Jika seorang menyewakan rumahnya kepada orang lain lain, kemudian ia mencuri harta penyewa, 287
Pasal: Jika seseorang mencuri sebuah rumah, kemudian ia menyimpan hartanya di rumah tersebut, 288
Pasal: Jika seorang tamu mencuri barang dari rumah yang didatangi, 288
Pasal: Jika seorang mudhaarib menyimpan harta mudhaarabah 289
Pasal: Jika seseorang mencuri atau merampas harta yang setara dengan nishab, 290
Pasal: Ketentuan pencurian suatu barang dari tempat penyimpanannya atau penjagaannya haruslah sesuai dengan syarat-syarat yang sudah disepakati oleh ulama, 292
Pasal: Jika seseorang mengeluarkan suatu barang dari suatu rumah atau penginapan ke halamannya. 295
Pasal: Jika seseorang masuk ke tempat kandang hewan yang dijaga, 296
Pasal: Jika seseorang melubangi tempat penjagaan atau penyimpanan harta kemudian 298
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Kecuali barang yang dicuri berbentuk buah-buahan atau dalam jumlah yang banyak, 298
Jika seseorang mencuri dari buah-buahan yang tergantung di pohon, 300
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Ketentuan hukum potong tangan adalah dengan memotong tangan kanan pencuri dari pergelangan tangan, 302
Pasal: Tangan pencuri harus dipotong dengan cara yang paling mudah. 306
Pasal: Disunnahkan agar si pencuri meletakkan tangannya di atas lehernya. 306
Pasal: Tangan seorang pencuri tidak boleh dipotong dalam keadaan cuaca panas dan dingin. 307
Pasal: Jika seseorang mencuri berkali-kali sebelum dijatuhi hukuman potong tangan dan ia juga dijatuhi hukuman potong tangan karena kesalahan lain, 308
Pasal: Pencuri yang tidak mempunyai tangan kanan, maka yang dipotong adalah kaki kirinya. 310
Pasal: Pencuri yang mempunyai tangan kanan, 311
Pasal: Jika tangan kiri seorang pencuri dipotong oleh seorang yang berwenang untuk melaksanakan hukuman potong tangan, 312
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika si pencuri mengulangi kembali perbuatannya, 313
Pasal: Jika tangan kiri seorang pencuri terpotong atau tangan kirinya cacat, 318
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Orang yang merdeka laki-laki dan perempuan dan budak laki-laki dan perempuan mempunyai ketentuan hukum yang sama.” 320
Pasal: Seorang budak dijatuhi hukuman potong tangan. Hal ini diriwayatkan oleh Ibnu Umar dan Amru bin Ash, 322
Pasal: Jika seorang budak mengakui pencuriannya, dan pemilik budak membenarkannya, 323
Pasal: Seorang muslim dijatuhi hukuman potong tangan dengan pencurian harta muslim lainnya, 323
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Seorang pencuri yang telah mengeluarkan harta 325
Pasal: Seandainya pemilik harta curian mengakui bahwa harta tersebut adalah milik si pencuri, 326
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika seseorang pencuri mencuri harta orang lain dari tempat penjagaannya senilai tiga dirham, 327
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika hukuman potong tangan sudah dilaksanakan, 328
Pasal: Jika seorang pencuri mengurangi nilai harta yang dicuri seperti memotong baju curian dan lain sebagainya, 330
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika seseorang mencuri kafan dari dalam kubur yang nilainya setara dengan tiga dirham, 332
Pasal: Pencuri kafan dijatuhi hukuman potong tangan. Kafan mayat laki-laki jumlahnya sebanyak tiga lapis, 334
Pasal: Pada kasus pencurian kain kafan apakah butuh tuntutan ahli waris untuk jatuhnya hukuman potong tangan bagi pencuri? 334
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Hukuman potong tangan tidak jatuh pada pencurian harta yang diharamkan dan alat musik.” 335
Pasal: Apabila seseorang mencuri tanda salib yang terbuat dari emas dan perak yang nilainya mencapai nisab, 337
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Tidaklah dipotong tangan seorang ayah bila mengambil harta anaknya karena dia mengambil apa yang boleh diambilnya, 338
Pasal: Pengasuh, ibu sang anak, dan para pembantu dihukumi seperti halnya hamba saya. 341
Pasal: Tidaklah dipotong tangan seorang anak dan garis keturunannya ke bawah seperti cucu jika 342
Pasal: Sedangkan kerabat atau saudara yang lainnya seperti saudara laki-laki, saudara perempuan dan kerabat yang lain, 343
Pasal: Apabila mencuri salah seorang pasangan suami istri harta pasangannya, 343
Pasal: Tidaklah dipotong tangan seorang muslim yang mencuri dari Baitul Mal. 344
Pasal: Mencuri harta wakaf atau apa-apa yang dihasilkan dari harta wakaf seperti orang miskin 345
Pasal: Hukuman potong tangan tidak berlaku di masa paceklik, 346
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Tidaklah dipotong tangan seseorang kecuali dengan kesaksian 347
Pasal: Bila kedua saksi berbeda pendapat tentang waktu, tempat atau barang yang dicuri. 348
Pasal: Diharuskan di dalam pengakuan untuk mengucapkan hal-hal yang berkenaan dengan pencurian baik itu ukuran nilai barang, 350
Pasal: Tidak ada perbedaan antar orang merdeka dan hamba sahaya dalam perkara ini, 351
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata: Tidak dicabut pengakuannya sampai dipotong tangannya. 351
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, Abu Al Qasim berkata, “Jika sekumpulan orang bekerjasama dalam mencuri sesuatu senilai tiga dirham maka wajib dipotong tangannya. 354
Pasal: Apabila salah satu dari dari mereka yang melakukan kerjasama pencurian 355
Pasal: Ahmad berkata tentang dua orang yang memasuki rumah. 356
Pasal: Jika ada dua orang masuk ke sebuah lubang, kemudian salah seorang menggali 358
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata: Tidak dijatuhi hukuman potong tangan kalau dia mengaku atau ada bukti sampai pemilik barang datang dan mengaku kehilangan. 359
Pasal: Jika seseorang mengaku telah mencuri dari seseorang dan pemilik itu berkata, “Kamu tidak mencuri, 361
Pasal: Barangsiapa yang telah terbukti melakukan pencuriannya 362
Bab Qitha’ Thariq (Perampokan di tengah jalan) 364
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Muharibun adalah orang yang mengacungkan senjata 366
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Bila dia membunuh sebagian dari mereka 368
Pasal: Jika seorang perampok di tengah jalan telah meninggal dunia sebelum dijatuhi hukuman mati maka ia tidak disalib. 376
Pasal: Jika perampok di tengah jalan melukai orang lain maka ia harus di qishash seperti yang luka dirasakan oleh orang lain tersebut. 376
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Perampok di tengah jalan tidak dijatuhi hukuman tangan, 379
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Pengasingan mereka hendaknya dilarikan dan mereka tidak boleh dibiarkan berdiam diri di negeri mereka.” 380
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila mereka bertobat sebelum mereka dikuasai atau ditangkap maka jatuhlah segala had Allah 382
Pasal: Apabila seorang muharib melakukan perbuatan yang mewajibkan hukuman had yang tidak dikhususkan untuk muharabah seperti zina, 384
Pasal: Apabila orang yang dikenai hukuman had selain muharabah bertobat dan memperbaiki diri, 384
Pasal: Hukum para pembantu muharabah (orang-orang yang berada di balik layar dalam tindak kejahatan ini) 388
Pasal: Jika ada di antara mereka anak kecil atau orang gila atau orang yang memiliki hubungan kekerabatan dengan korban, 389
Pasal: Apabila ada di antara mereka seorang wanita, 389
Pasal: Apabila para pelaku muharabah mengambil harta benda, 390
Pasal: Jika beberapa had berkumpul pada suatu kasus, 391
Pasal: Jika seseorang melakukan pencurian dan pembunuhan pada kasus muharabah, 399
Pasal: Jika dua orang yang adil bersaksi bahwa mereka adalah korban perampokan di tengah jalan, 400
Bab Minuman Keras 404
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa yang meminum sesuatu yang memabukkan 408
Pasal: Apabila daging dicelupkan, direndam atau dimasak dengan khamar lalu dimakan dengan kuahnya maka baginya (cambukan), 412
Pasal: Had tidak boleh dilaksanakan kecuali telah terbukti dua hal: pengakuan dan bukti yang jelas, 417
Pasal: Hukum had tidak harus dilakukan karena adanya bau khamar saja, 418
Pasal: Apabila dalam keadaan mabuk atau muntah karena khamar bagi Ahmad tidak ada had atasnya, 418
Pasal: Sementara kesaksian tidaklah diterima kecuali dengan dua orang saksi (laki-laki) yang adil dan muslim yang melihatnya kalau seseorang itu mabuk, 419
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila seseorang meninggal ketika dicambuk maka tidak satupun yang bertanggung jawab atas kematiannya.” 420
Pasal: Kami tidak mengetahui adanya perdebatan dalam jumlah had yang harus dilaksanakan 421
Pasal: Tidak boleh melaksanakan sanksi had kepada seseorang yang dalam keadaan mabuk sampai dia sadar, 423
Pasal: Kadar mabuknya seseorang sehingga dia dikatakan fasik karena meminum anggur 424
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata,: “Laki-laki yang dicambuk harus dalam keadaan berdiri dengan menggunakan cambuk 425
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Perempuan dicambuk dalam keadaan duduk dan tangannya dipegang agar bajunya tersingkap.” 429
Pasal: Cambukan paling keras dalam had adalah cambukan bagi orang yang berzina, 430
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Budak laki-laki dan budak perempuan dicambuk empat puluh kali 430
Pasal: Had tidak dilakukan di dalam masjid, ini adalah pendapat Akramah, 431
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Hasil perasan buah apabila diendapkan 432
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Demikian juga dengan perasan anggur.” 433
Pasal: Khamar itu najis ini adalah pendapat sebagian ulama, 434
Pasal: Perasan buah dan sari anggur yang dimasak hingga mendidih sampai hilang zat yang memabukkannya seperti sirup dan khoruf 434
Pasal: Boleh meminum fuqqo’ 435
Pasal: Boleh hukumnya memeras anggur dengan menggunakan bejana yang terbuat dari apapun, 435
Pasal: Makruh jika mencampur dua jenis perasan, yaitu memeras dalam air dua jenis buah, 436
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Khamar yang sudah rusak sehingga menjadi cuka tetap haram hukumnya, 437
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Meminum melalui suatu bejana yang terbuat dari emas atau perak hukumnya adalah haram.” 439
Pasal: Membuat dan memproduksi bejana dari emas ataupun perak hukumnya adalah haram. 441
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila suatu pegangan gelas terbuat dari perak, lalu gelas itu digunakan untuk minum, maka hal ini diperbolehkan.” 442
Pasal: Abu Abdullah pernah ditanya, mengenai ornamen hias yang terletak pada pedang. Dia memperbolehkan hal ini. 444
Pasal: Namun tidak diperbolehkan mencampur kadar emas pada barang-barang tersebut. 445
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Dalam hukuman ta’zir, tidak boleh melebihi hukuman had.” 446
Pasal: Hukuman ta’zir dapat dilakukan dengan pukulan/cambuk atau penahanan pelaku kejahatan. 451
Pasal: Hukuman ta’zir terhadap kasus-kasus yang telah ditetapkan, hukumnya adalah wajib. Ini merupakan pendapat Malik dan Abu Hanifah. 451
Pasal: Apabila orang yang dikenai hukuman ta’zir meninggal dunia, maka tidak wajib pertanggung jawaban pada dirinya. 453
Pasal: Seorang suami tidak harus bertanggung jawab atas pelajaran (ta’zir yang disyariatkan) yang diberikannya kepada istrinya yang melakukan nusyuz. 454
Pasal: Apabila memotong (melakukan operasi pemotongan) suatu bagian tubuh seseorang dewasa dan berakal yang terdapat sejenis 454
Pasal: Apabila seorang wali mengkhianati seorang anak laki-laki pada suatu keadaan yang sesuai baik di musim panas atau musim dingin, 455
Pasal: Apabila penguasa menyuruh seseorang untuk menaiki suatu pagar atau turun ke dasar sumur atau lainnya, lalu dia terluka, 456
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila seseorang diserang oleh seekor unta dan dia tidak sanggup menghindari hal ini kecuali dengan memukulnya, 457
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila ada seseorang memasuki rumahnya dengan membawa senjata, 458
Pasal: Semua orang yang mengganggu seseorang yang bertujuan mengambil harta dan jiwanya, 460
Pasal: Apabila ada seseorang menyerang seseorang lainnya demi mendapatkan harta atau jiwanya secara zhalim, 463
Pasal: Apabila ada seseorang yang berzina dengan istri seseorang, lalu sang suami membunuh lelaki yang telah berzina dengan istrinya itu, 464
Pasal: Jika seseorang membunuh orang lain, dan dia mengaku bahwa orang tersebut menyerangnya di dalam rumahnya, 465
Pasal: Jika seseorang menggigit tangan orang lain, maka orang yang digigit tangannya harus menarik tangannya dari mulut orang yang menggigitnya 466
Pasal: Barangsiapa yang mengintip rumah orang lain kemudian ia melubangi atau membuka pintunya dan lain sebagainya, lalu pemilik rumah 469
Pasal: Jika pengintip pergi dengan adanya teguran, maka pemilik rumah tidak boleh melemparnya. 471
Pasal: Benda yang dilemparkan pemilik rumah pertama kalinya tidak boleh benda yang dapat membunuhnya. 472
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika hewan ternak merusak tanaman orang lain pada malam hari, 472
Pasal: Jika hewan ternak merusak selain tanaman, maka pemiliknya tidak berhak bertanggung jawab 475
Pasal: Jika seseorang memiliki anjing predator, lalu anjing tersebut menggigit orang lain atau hewan ternak pada malam hari atau siang hari, 475
Pasal: Jika seseorang memelihara burung merpati atau burung lainnya, lalu dia melepaskannya pada siang hari, 476
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apa yang dirusak oleh binatang untuk kendaraan dan angkutan, 477
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika kerusakan disebabkan oleh kaki hewan untuk angkutan dan kendaraan, 478
Pasal: Jika terdapat dua orang yang menunggangi binatang untuk kendaraan atau angkutan maka yang berhak 478
Pasal: Unta yang ditarik dengan unta lain, jika terjadi pengerusakan harta orang lain maka yang bertanggungjawab adalah unta pertama. 479
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika dua orang penunggang kuda saling tabrakan, 480
Pasal: Jika salah satu penunggang mengambil jalur penunggang lainnya, 481
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika salah satu penunggang berjalan, 482
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika terjadi tabrakan antara dua orang yang sedang berjalan, 482
Pasal: Jika dua orang budak saling bertabrakan, dan mereka meninggal dunia akibat tabrakan, 484
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika kapal munhadirah (datang) menabrak kapal mushaa’adah (berlabuh) 485
Pasal: Jika kedua nakhoda merupakan pemilik kapal, maka keduanya dianggap impas, dan jika ada kelebihan nilai 487
Pasal: Jika salah satu kapal berhenti dan kapal lainnya berjalan, 488
Pasal: Jika dikhawatirkan kapal akan tenggelam, dan nakhoda menyuruh awak kapal untuk membuang sebagian barang yang ada agar kapal bisa tidak tenggelam, 488
Pasal: Jika seseorang menenggelamkan kapal dan seisinya dengan sengaja beserta penumpang kapal tersebut karena mereka tidak pandai berenang, 489
KITAB JIHAD 491
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jihad hukumnya fardhu kifayah. Apabila salah seorang menunaikannya, 493
Pasal: Jihad menjadi wajib hukumnya dalam tiga keadaan. 497
Pasal: ada tujuh syarat di dalam kewajiban jihad. Ketujuh syarat tersebut adalah, 499
Pasal: minimal jihad dilaksanakan sekali dalam setahun. 502
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Abu Abdullah menyatakan, 503
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Perang di laut lebih mulia daripada perang di darat.” 506
Pasal: Berperang melawan ahlu Kitab lebih afdhal daripada berperang melawan yang lainnya. 508
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Ikut serta berperang bersama semua orang, 508
Pasal: Ahmad menyatakan, Aku tidak kagum untuk keluar (berjihad) 510
Pasal: Seorang pemimpin perang tidak boleh membawa seseorang yang enggan membantu pasukan muslim. 510
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Setiap kaum mesti memerangi musuh yang ada di sekitarnya. 512
Pasal: Urusan jihad diserahkan kepada pemimpin Islam dan ijtihadnya, 514
Pasal: Umar berkata, “Tajamkanlah kuku di tanah musuh, sesungguhnya dia adalah senjata.” 515
Pasal: “Apabila seseorang akan keluar berjihad, dia mesti diiringi. Ali pernah mengiring Rasulullah g saat pelaksanaan perang Tabuk. 516
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Kesempurnaan Ribath (berjaga di pos) adalah 40 hari.” 517
Pasal: Keutamaan ribath (menjaga perbatasan) adalah berdiam di benteng yang banyak kekhawatiran kesulitan di dalamnya. 520
Pasal: Menurut madzhab Abu Abdullah makruh hukumnya memindahkan kaum wanita dan keturunan ke benteng kubu pertahanan. 524
Pasal: Para penghuni benteng di perbatasan dimustahabkan untuk berkumpul di masjid besar untuk menunaikan semua shalat di dalamnya. 524
Pasal: Dalam menjaga (pasukan) di jalan Allah terdapat kemuliaan besar. Di dalam suatu hadits dinyatakan, 525
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila kedua orang tuanya muslim, maka tidak boleh melakukan jihad 526
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila telah diwajibkan jihad, maka tidak perlu meminta izin keduanya. 529
Pasal: Apabila keluar untuk melaksanakan jihad secara sukarela dan mendapatkan izin kedua orang tua, 530
Pasal: Apabila kedua orang tuanya memberikan izin untuk ikut suatu peperangan, 531
Pasal: Orang yang memiliki hutang baik kontan maupun kredit tidak boleh keluar berjihad kecuali dengan adanya izin dari pemberi hutang. 532
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Orang Ahlu Kitab dan Majusi harus diperangi tanpa diseru terlebih dahulu, 533
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Ahlu Kitab dan Majusi boleh diperangi hingga mereka masuk Islam, 537
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila datang musuh, wajib bagi semua orang untuk berperang, 541
Pasal: Ahmad pernah ditanya mengenai seorang pemimpin yang tengah marah kepada seseorang, 543
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Pasukan Islam tidak boleh membawa kaum wanita ke tanah musuh, 544
Pasal: Seorang pemimpin pasukan harus bersikap lemah lembut terhadap bala pasukannya. 546
Pasal: Ahmad pernah ditanya mengenai seseorang yang membeli dua kuda untuk berperang, 547
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila seorang pemimpin berperang bersama orang-orang, 548
Pasal: Apabila salah seorang dari kaum kafir keluar dan menantang melakukan pertarungan, 553
Pasal: Diperbolehkan membuat suatu tipu muslihat di dalam peperangan atau pertarungan. 554
Pasal: Ahmad berkata, “Apabila berperang di lautan, lalu salah seorang pasukan ingin menginap di sebuah pantai, 555
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa yang memberi bantuan dana untuk berbagai perang yang akan dilakukan, 555
Pasal: Apabila ada seseorang memberikan sesuatu untuk membantu suatu perang, 556
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila ada seseorang memberikan hewan ternak untuk dikendarai, 556
Pasal: Ahmad berkata, “Tidak boleh mengendarai hewan ternak yang dipergunakan sebagai kendaraan (kuda) untuk kepentingan pribadi. 558
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila seorang imam menawan para tahanan, 558
Pasal: Apabila seorang tawanan masuk Islam, maka dia langsung menjadi hamba sahaya, dan pilihan menjadi hilang. 563
Pasal: Apabila para tawanan Ahlu Kitab meminta untuk membebaskan mereka dengan balasan pemberian pajak dari mereka, 565
Pasal: Jika seorang hamba sahaya ditawan, maka dia dapat menjadi hamba sahaya kaum muslim. 566
Pasal: Abu Bakar menyebutkan, jika seorang kafir merupakan hamba sahaya seorang muslim tidak boleh dijadikan hamba sahaya. 566
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jalan bagi orang yang dijadikan budak di antara mereka, 567
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Adapun diperbolehkan menjadikan mereka budak apabila mereka adalah para ahlu kitab atau majusi. 568
Pasal: Sedangkan kaum wanita dan anak-anak, dapat dijadikan budak dengan menawan mereka. 568
Pasal: Ahmad tidak memperbolehkan menjual seorang hamba sahaya kaum muslim kepada orang kafir. 569
Pasal: Barangsiapa yang menawan seorang tawanan, maka dia tidak boleh membunuhnya hingga seorang 570
Pasal: Apabila seorang tawanan mengaku dirinya seorang muslim, 572
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Seorang imam atau wakilnya dapat memberi an nafl (jatah tambahan dari harta rampasan perang), 573
Pasal: Abu Daud menukil dari Ahmad, bahwa dia (Ahmad) pernah menyatakan, 581
Pasal: Imam atau wakilnya juga diperbolehkan untuk memberikan suatu imbalan bagi orang yang menunjukkan 582
Pasal: Ahmad berujar, An-Nafl (jatah tambahan) diambil dari bagian 4/5 harta ghanimah. 584
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jatah tambahan yang didapatkan dikembalikan kepada semua 587
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa di antara kita yang membunuh seseorang dari mereka (musuh) yang berpaling dari peperangan, 588
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Hewan tunggangan serta harta yang ada diatasnya adalah salab, 605
Pasal: Tidak diterima tuduhan pembunuhan kecuali dengan bayyinah (bukti), 608
Pasal: Boleh mengambil semua harta salb dari musuh yang terbunuh dan meninggalkannya tanpa busana, 609
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Dia berkata, 609
Pasal: Boleh memberikan rasa aman bagi tawanan perang jika ada perjanjian maka tidak makruh, 611
Pasal: Tidak boleh memberi perlindungan bagi orang kafir walaupun kafir dzimmi, 612
Pasal: Seorang Imam boleh memberikan tanggungan keamanan bagi kaum kafir atau seseorang diantara mereka, 613
Pasal: Seorang Imam (pemimpin) boleh memberikan tanggungan keamanan bagi tawanan perang setelah ada perjanjian padanya, 613
Pasal: Apabila ada dua saksi atau lebih dari kaum muslim bagi tawanan 614
Pasal: Jika ada seseorang meminta jaminan keamanan untuk mendengar kalam Allah 616
Pasal: Jika orang kafir harbi masuk ke Negara Islam dengan tanggungan keamanan maka dia menitipkan hartanya kepada seorang muslim 618
Pasal: Apabila orang yang mendapat jaminan menetap di negara Islam mencuri, 620
Pasal: Seorang harbiyah (perempuan kafir) masuk ke negara Islam dengan jaminan keamanan kemudian 620
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa yang meminta jaminan keamanan untuk membuka 621
Pasal: Imam Ahmad berkata, “Jika seseorang berkata, ‘Beri aku tangguhan sampai aku menunjukkanmu pada sesuatu’,” 622
Pasal: Jika seorang kafir harbi masuk ke dalam negara Islam tanpa ada izin keamanannya, 623
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Maka barangsiapa yang masuk ke daerah kekuasaannya 624
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Pasukan berkuda dapat tiga bagian satu buat dirinya dan dua bagian lagi buat kudanya. 625
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata: Jika kudanya keturunan campuran 628
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Tidak mendapat bagian jika lebih dari dua kuda. 631
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa berperang dengan menggunakan unta, 632
Pasal: Selain kuda, unta, keledai gajah dan selainnya tidak mendapatkan bagian tanpa ada perbedaan pendapat, 634
Pasal: Pemimpin (imam) boleh menentukan kuda yang boleh dibawa ke medan perang, 634
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa yang meninggal setelah terkumpulnya harta rampasan perang, 635
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Pejuang berjalan kaki mendapat satu bagian.” 636
Pasal: Baik harta ghanimah itu diperoleh dari penaklukan benteng pertahanan, 636
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Harta ghanimah diberikan kepada perempuan dan hamba sahaya.” 637
Pasal: Budak mudabbir, mukatab sama 640
Pasal: Orang yang memiliki dua jenis kelamin (khuntsa musykil) 641
Pasal: Anak-anak diberikan upahnya sesuai ketetapan pemimpin, 641
Pasal: Jika ada seseorang mendapatkan ghanimah sedangkan dia tidak termasuk orang yang dapat 643
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Orang kafir mendapat satu bagian jika berperang bersama kita.” 643
Pasal: Tidak boleh meminta pertolongan kepada orang musyrik, ini pendapat ibn Mundzir, 645
Pasal: Keputusan pemimpin untuk memberikan upah pada orang yang bukan pasukan perang 646
Pasal: Tentang radhakh ada dua pendapat: pertama diambil dari harta ghanimah, 647
Pasal: Yang pertama kali dibagi dari ghanimah adalah harta salb maka diberikan kepada yang berhak, 647
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika hamba sahaya berperang dengan kuda tuannya (majikannya) 648
Pasal: Apabila seorang murjif atau makhdzil ikut berperang dengan menaiki kuda maka dia dan kudanya tidak mendapat bagian dari harta ghanimah, 649
Pasal: jika ada seseorang meminjam kuda untuk dibawa berperang boleh dilakukan, 649
Pasal: Barangsiapa yang menggunakan kuda pinjaman untuk perang, 651
Pasal: Tidak boleh melebihkan bagian seseorang dari yang lainnya diantara para 652
Pasal: Jika seorang pemimpin berkata: jika seseorang mendapatkan sesuatu maka jadi miliknya, 652
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila harta rampasan perang sudah terkumpul, 653
Pasal: Adapun hukum tawanan yang melarikan diri pada kaum muslim sama dengan pasukan susulan tadi, 655
Pasal: Jika sekelompok orang bergabung dengan kaum muslim setelah selesai peperangan dan belum dibagikan ghanimah, 656
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika pemimpin (Imam) mengutus seseorang untuk kemaslahatan tentara di medan perang, 657
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika pemimpin (Imam) 658
Pasal: Ahmad ditanya tentang sebuah kaum yang berada di belakang 660
Pasal: Boleh membagikan ghanimah di daerah perang (darul harb) musuh, 660
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika mereka ditawan maka jangan dipisahkan anak dari ayahnya, dan ibu dari anaknya.” 662
Pasal: Jika anak dipisahkan dari orang tuanya dengan cara jual beli. Maka jual belinya fasid, ini pendapat Syafi’i, 665
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Posisi kakek sama dengan posisi ayah, dan posisi nenek sama dengan ibu.” 665
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Tidak boleh memisahkan dua orang bersaudara baik laki-laki atau perempuan.” 666
Pasal: Boleh memisahkan seluruh anggota kerabat menurut Al Kharaqi, 667
Pasal: Jika ada ghanimah yang tidak boleh dipisahkan, 668
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa yang membeli mereka dan mereka berkumpul satu tempat setelah itu, 668
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa yang menawan anak mereka sendirian 669
Pasal: Jika tawanan kafir itu sudah menikah maka tidak luput dari tiga perkata: 671
Pasal: Kami tidak membeda-bedakan tentang tawanan suami istri, 674
Pasal: Jika orang kafir masuk Islam di negaranya, maka harus diberikan rasa aman pada harta, 674
Pasal: Jika orang kafir masuk Islam di negaranya (darul harb) dan dia memiliki harta, 675
Pasal: Apabila seorang muslim meminjam tanah orang kafir kemudian tanah itu dikuasai oleh kaum muslim, 677
Pasal: Jika hamba sahaya orang kafir masuk Islam atau budak perempuannya dan bergabung bersama 677
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika orang kafir mengambil atau merampas harta kaum 678
Pasal: Jika diambil oleh rakyat biasa dengan imbalan atau mencurinya atau dengan tanpa imbalan 679
Pasal: Jika kaum muslim mendapatkan ghanimah dari orang kafir kemudian pada ghanimah 681
Pasal: Al Qadhi berkata, “Orang kafir memiliki harta orang muslimin dengan paksaan atau peperangan, 682
Pasal: Aku tidak mendapatkan perbedaan pendapat tentang kalau ada orang kafir harb masuk Islam 684
Pasal: Jika yang dikuasai dan dikalahkan itu seorang yang merdeka tidak boleh memilikinya baik itu muslim 685
Pasal: Jika hamba sahaya muslim melarikan diri ke Negara kafir maka mereka mengambilnya dan jadi milik mereka seperti harta, 686
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa yang memotong batu, 686
Pasal: Jika ia mengambilnya dari rumah mereka atau dari luar rumah yang tidak ada nilainya seperti sesuatu yang bergerigi, 687
Pasal: Jika ada orang yang meninggalkan sedikit bagiannya dari ghanimah karena 688
Pasal: Barangsiapa yang menemukan harta karun (rukkaz) di negara kafir, 689
Pasal: Ahmad ditanya tentang hewan (kuda) yang keluar dari negara Roma atau sudah jadi ghanimah 689
Pasal: Barangsiapa yang mendapatkan barang tercecer (luqathah) di negara mereka, 690
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa yang memberi makan kuda 691
Pasal: Jika ada yang menemukan minyak maka sama dengan makanan lainnya sebagaimana 694
Pasal: Ahmad berkata: tidak boleh mencuci pakaiannya dengan sabun, karena yang demikian 695
Pasal: Tidak boleh memakai pakaian dan juga tempat dudukan kuda dari harta ghanimah, 695
Pasal: Tidak boleh mengambil manfaat dari kulit ghanimah untuk membuat sandal, kantong (tas), 696
Pasal: Adapun tentang buku dan tulisan-tulisan mereka, 697
Pasal: Jika mereka mengambil anggota tubuh binatang buruan seperti binatang macan, 697
Pasal: Para pejuang harus memberikan makanan kudanya dan budaknya dengan makanan yang ia makan, baik dari miliknya sendiri atau dari dagangan, 698
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Dia berkata: para pasukan berserikat pada 699
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa yang memiliki bahan makanan yang lebih (sisa) kemudian 700
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika seorang muslim membeli tawanan dari orang kafir 702
Pasal: Jika mereka berdua berbeda pendapat takaran (batas) yang dia beli maka pernyataan 703
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika orang musyrik menangkap (menawan) 704
Pasal: Wajib membebaskan tawanan kaum muslim jika memungkinkan, 705
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, jika ghanimah sudah dikuasai dan dimiliki pemimpin dan diwakilkannya 706
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa yang membeli bagian seorang pasukan perang di Negara 707
Pasal: Jika harta ghanimah dibagikan di negara kafir maka orang yang sudah mendapatkan bagiannya 708
Pasal: Ahmad berkata: tentang seseorang yang membeli budak perempuan yang memiliki perhiasan 709
Pasal: Ahmad berkata: tidak boleh pemimpin pasukan perang membeli sesuatu apapun dari ghanimah 710
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, jika musuh menyerang maka tidak boleh membakar mereka dengan api. 710
Pasal: Begitu juga kalau ingin menaklukkan al-Butsuq (pelabuhan) mereka harus ditenggelamkan, 712
Pasal: Dibolehkan untuk menahan orang kafir dengan menawan mereka pada malam hari dan membunuh mereka jika melawan atau membangkang, 713
Pasal: Al Auza’i berkata: jika orang kafir sudah berada dalam penjara (perangkap) dan sudah pasti kamu mampu mengendalikan 713
Pasal: Jika orang kafir membentengi diri mereka dengan anak-anak dan perempuan mereka ketika 714
Pasal: Jika ada perempuan berdiri tegak pada barisan orang kafir atau ada disekitar mereka 715
Pasal: Jika mereka menjadikan orang muslim jadi tameng (dibarisan depan) atau perisai mereka, 715
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Tidak boleh membunuh unta.” 717
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Tidak boleh menyembelih kambing dan binatang lainnya kecuali untuk dimakan.” 719
Pasal: Jika hewan tersebut disembelih untuk dimakan dan memang dibutuhkan dan memang harus disembelih 720
Pasal: Kita tidak membedakan diantara seluruh hewan pada masalah ini dan yang lebih kuat 722
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Tidak boleh memotong pepohonan mereka, 723
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Tidak boleh menikah di negara musuh kecuali hasratnya sudah tidak tertahan lagi 726
Pasal: Tentang Hijrah 728
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa masuk ke negara musuh dengan aman 733
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika ada penjanjian antara orang kafir 734
Pasal: Adapun ahli perdamaian (hudnah) jika mereka membatalkan perjanjian maka halal 736
Pasal: Akad hudnah tidak sah jika tidak ditentukan masa dan waktunya ( berapa lama jangka perjanjiannya) 738 Pasal: Boleh bermuhadanah dengan mereka selain harta, karena Nabi Muhammad 738
Pasal: Tidak boleh melakukan akad perdamaian dengan orang kafir atau dzimmi kecuali 741
Pasal: Jika perjanjian sudah disepakati maka pemimpin harus menjaga dan tetap mengawasi mereka 745
Pasal: Jika sudah ada perjanjian damai tanpa dengan syarat apapun (muthlaq) maka datang kepada kita 746
Pasal: Syarat akad perjanjian damai terbagi menjadi dua: syarat yang benar (sah): 748
Pasal: Jika seorang perempuan atau anak-anak memohon keluar dari negar kafir, 752
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika seorang pemimpin menyewa suatu kaum 753
Pasal: Adapun orang upahan untuk membantu pada peperangan atau kudanya dipinjam 756
Pasal: Adapun pedagang, pekarja, seperti tukang jahit, tukang roti, tukang sepatu, 757
Pasal: Jika ada suatu kaum mereka masuk ke daerah perang tanpa izin dari pemimpin dan mereka 757
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa yang menyimpan (menyembunyikan) 759
Pasal: Jika hartanya belum dibakar, sehingga harta tersebut sudah jadi milik orang lain atau ia kembali 762
Pasal: Jika penipu (ghal) yang menyembunyikan ghanimah anak-anak tidak dibakar hartanya ini pendapat Auza’i, 763
Pasal: Jika dia bertobat sebelum pembagian harta ghanimah dengan mengembalikan yang dia sembunyikan 764
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Tidak boleh melaksanakan hukuman (had) 766
Pasal: Ditegakkan dan dilaksanakan had di teluk (pelabuhan) tanpa ada perbedaan pendapat 769
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Jika sudah ditaklukkan suatu daerah maka 769
Pasal: Diharamkan membunuh perempuan dan orang yang sudah tua Bangka, ini pendapat Malik, 772
Pasal: Tidak boleh membunuh orang sakit (cacat seumur hidup), orang buta, pendeta, 774
Pasal: Tidak boleh membunuh hanba sahaya, ini pendapat Syafi’i, 775
Pasal: Barangsiapa diantara yang kami sebutkan di atas tadi ikut berperang maka boleh membunuhnya, 775
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, Barangsiapa diantara mereka, perempuan, 776
Pasal: Adapun orang sakit jika ia masih bisa berperang boleh diperangi karena sama saja dengan orang yang luka, 777
Pasal: Adapun petani yang tidak ikut berperang sebaiknya tidak dibunuh, 777
Pasal: Jika suatu daerah telah dikepung oleh seorang pemimpin, 778
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila tawanan itu ingin dilepaskan dari kita 782
Pasal: Apabila mereka menerima dan beriman maka mereka akan mendapatkan keamanan karena keamanan 785
Pasal: Apabila seorang tawanan membeli sesuatu atas kemauannya sendiri artinya tawanan tersebut membelinya 786
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Dan tidak dibolehkan bagi seorang muslim 787
Pasal: Apabila kekuatan musuh itu lebih besar daripada kaum muslim dan orang-orang muslimin 793
Pasal: Apabila musuh datang ke suatu negri dan penduduknya telah membentengi dari musuh dan apabila 794
Pasal: Apabila suatu kaum melarikan diri (dari peperangan) sebelum mendapatkan harta rampasan 795
Pasal: Apabila orang-orang kafir melemparkan api ke kapal sedangkan didalamnya ada orang-orang muslimin 796
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa yang mendapatkan harta rampasan 796
Pasal: Apabila upah tersebut dibuat persyaratannya bahwa kendaraan hewan hasil dari harta rampasan perang 797
Pasal: Tidak diperbolehkan mengambil manfaat dari harta rampasan perang dengan mengendarai hewan 798
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa yang bertemu dengan orang kafir 799
Pasal: Apabila seorang muslim memberikan isyarat kepada mereka dan memungkinkan untuk 802
Pasal: Jika Anda menawan perempuan kafir kemudian anaknya datang 803
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Barangsiapa yang mencuri dari harta rampasan perang 804
Pasal: Apabila mencuri dari harta rampasan perang yang tidak berharga, 805
Masalah: Abu Al Qasim Al Kharqi berkata, “Apabila budak perempuan dicampuri sebelum dibagi maka tidak dikenakan baginya had 805
Pasal: Apabila di dalam harta rampasan perang tersebut sebagian orang yang mendapakannya 810
Pasal: Apabila sebagian orang-orang yang mendapatkan harta rampasan perang 811
Pasal: Tidak diperbolehkan memindahkan kepala-kepala orang-orang musyrik dari suatu negeri ke negeri yang lainnya 812
Pasal: Diperbolehkan menerima hadiah dari orang-orang kafir pada masa peperangan, 814

Search
Search:
Login
Shopping Cart
shopping cart
Product Scroller
Information
Pembayaran


Others
free counters

© 1997 Pustaka Azzam - Penerbit Buku Islam Rahmatan

Indonesia Islamic Books Store


Toko Online